header cah kesesi ayu tea

Angkringan dan Kenangan

Semarang dan Jogjakarta membawaku pada sebuah kenangan yang tak akan pernah terlupakan. Kalau diceritakan satu persatu pasti tidak akan cukup ditulis dalam sekali duduk, atau bahkan tidak akan pernah cukup didengarkan ceritaku dalam sehari.

Hidup di Semarang sejak 2005 menjadikan kota ini melekat di hatiku, lalu Jogja? Yang jelas Jogjakarta juga turut andil menciptakan cerita kenangan yang tak mudah untuk dilupakan. Memang sih aku tidak lama tinggal di Jogja, paling banter stay selama 2 minggu di sana, standarnya 1 minggu setiap kali stay. Tapi, Jogja selalu dirindu, selalu memberi candu. Suasananya yang asri, adem, orangnya ramah, pun kulinernya.


Pas nulis postingan ini aku sedang bernostalgia tentang Jogja dan alun-alun kidul atau yang biasa dikenal dengan alkid. Aku pernah sengaja pergi ke sana hanya untuk makan tempura di sekitaran alun-alun kidul, berdua dengan teman, bercerita, menikmati suasana malamnya Jogja dengan udara dan hawa yang syahdu.

Dulu, tempura belum ngetrend di Semarang, jadi.. kalau ke Jogja, pasti yang dicari pertama kali adalah tempura dan sosis bakar. Hehe. Sedangkan urusan kuliner ala anak kuliah ya pasti ke Burjo dan angkringan. Hahaha.

Oiya bicara soal angkringan, tempat ini seperti tempat wajib untuk aku kunjungi. Berawal dari teman yang sering mengajak aku makan di sana, makanan berat namun ringan karena ada nasi bungkus porsi kecil yang biasa disebut dengan sego kucing (nasi kucing).

Ya, sego kucing itu nasi bungkus dengan porsi kecil, lauknya bermacam-macam, favorit aku adalah nasi teri dan nasi ayam bumbu Bali. Hmmm.. geli sendiri kalau ingat dulu kalau makan di angkringan selalu lebih dari dua bungkus nasi kucing, saking aku makannya banyak atau nasinya yang emang sedikit ya? Hahaha.

Nasi kucing, aneka sate, aneka gorengan, susu jahe, STMJ adalah menu-menu yang ada di angkringan. Kalau di Jogja, dulu aku sering makan di angkringan daerah Condong Catur. Kalau di Semarang lebih banyak pilihannya karena kan aku emang tinggal di Semarangnya lama, 2005 sampai dengan 2015.

Aku kasih list angkringan di Semarang langgananku ya, mungkin kalian pernah juga makan di sana, hihihi..

Pertama, kalau di Ngaliyan Semarang, aku sukanya makan di angkringan yang buka di depan toko ijo. Aku nggak tahu sih angkringan ini masih ada apa enggak sampai sekarang. Dulu.. kalau habis kegiatan kampus dan sampai malam, aku dan teman-teman sering melanjutkan diskusi di angkringan ini.

Kedua, angkringan Simpang Lima Semarang. Sebelum seperti sekarang, dulu aku hampir setiap malam Ahad selalu ke Simpang hanya untuk makan nasi kucing di depan masjid Baiturrohman Simpang Lima. Tapi.. beberapa waktu lalu setelah renovasi dan aku ke sana untuk cari nasi kucing kok udah nggak ada? ☹ atau kalo nggak yang di depan masjid, aku juga sering makan nasi kucing yang di angkringan sekitaran Matahari.

Ketiga, angkringan Pak Gik, yang beralamat di Jl. Wotgandul Barat No.Dalam, Gabahan, Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah 50135. Atau biasa dikenal dengan angkringan pak Gik Gajahmada. Wuihh kalau makan di sini udah kaya makan di surga, wkwkwk. Menunya lengkap dan harganya murah, kalau ke sini biasanya tengah malam sih, dan selalu ramai. Favorit aku minum es teh jahe šŸ˜Š

Ke empat, angkringan dekat Eka Karya Karangayu, aku lupa nama angkringannya, tapi aku biasa ke sana sama suamiku. Di sini juga sama, lumayan lengkap menunya. Tempatnya juga bersih dan banyak lesehannya di depan toko-ruko yang ada di sana.

Waahh, ngomongin angkringan benar-benar bernostalgia dengan kenangan masa lalu ya. Di mana angkringan untuk aku adalah tempat saksi aku diskusi dengan teman dan bahkan menjadi tempat saksi benih-benih cinta tumbuh saat pacarana dengan abi. Haha..

Sekarang aku sudah balik kampung di Pekalongan, angkringan juga masih menjadi tempat favorit untuk sekedar bernostalgia walau beda kota. Apalagi angkringan di sekitar tempat tinggalku udah banyak, jadi tinggal pilih mau makan apa saja di sana, tapi tetep ya, apapun makanannya, minumnya es teh jahe… hehehe

Kamu suka makan di angkringan nggak gaes?
Noorma Fitriana M. Zain
Noorma Fitriana M. Zain, seorang Ibu Rumah Tangga dengan dua anak perempuan yang cantik, hobby menulis dan berselancar di dunia maya, Ia berasal dari Kesesi - Pekalongan, dan kini domisili di Semarang. Lulusan Pascasarjana Unnes ini bercita-cita ingin menjadi Abdi Pendidikan yang bermanfaat di dunia maupun di akhirat. Amin

Related Posts

Post a Comment