Skip to main content

Kenapa Memilih Nama Blog yang Sekarang digunakan?

#Day3 #BPN30dayChallenge2018 

Assalamu’alaikum,


Kenapa Memilih Nama Blog yang Sekarang digunakan? Itulah tema #BPN30dayChallenge2018 hari ke tiga. Saya mau curhat bentar ah sebelum lanjut ke tema blog hari ini. Jadi hari ini saya bangun sebelum subuh, terus ngerebus air untuk mandi. Saya berangkat jam 6 pagi dari rumah, sampai di hotel Dafam Pekalongan untuk mengikuti Workshop Peningkatan Mutu Dosen Tidak Tetap IAIN Pekalongan. Sampai di hotel jam 7.30 pagi, dan saya baru berdua saja dengan bu Rahmi, bahkan jam segitu panitia belum ada satupun yang datang. Setelah selang sekian menit, barulah banyak yang datang dan setelah panitia datang, saya mendekati meja registrasi untuk tandatangan kehadiran.

Setelah waktu menunjukkan jam 8 lebih sedikit, pak warek beserta timnya masuk ruangan dan nggak lama setelah itu acara dimulai. Sembari menunggu pembicara, saya isi waktu luang untuk drafting blogpost tema hari ini. Udah semangat banget bikin postingan, eh, kendala di sinyal internet yang sama sekali ngga mau masuk / log in blog. Dan tahu nggak? kemudian saya bete saya hilang saat teman saya yang duduk di belakang sebelah kanan nyeletuk, “ehh, mbak,,.. eh,,, bu.. cah kesesi.. cah kesesi.. ayutea”... 

Saya yang awalnya bete berubah jadi senyum simpul. Hihihi. Ternyata ada tho orang yang mengenali saya dengan nama lain, dalam hal ini nama blog saya. Hehehe. Pemilihan Nama blog merupakan identitas dari blog itu sendiri atau identitas orang di balik blog tersebut. 

Sejak pertama kali membuat blog tahun 2009 saya sudah langsung membuat nama Cah Kesesi Ayutea untuk nama blog saya, sampai sekarang. Bedanya kalau dulu nama blog saya saya tulis besar terpampang nyata di header saya. Kalau sekarang sejak ganti template saya tidak menyertakan nama blog saya di header saya, namun hanya bertuliskan Noorma Fitriana, nama asli saya.

Cah Kesesi artinya Bocah dari desa Kesesi. Kalau yang belum tahu, Kesesi adalah nama desa sekaligus nama salah satu kecamatan di kabupaten Pekalongan. Sedangkan Ayutea berarti Cantik Sekali. Hmm.. plisss atulah jangan bully saya, wkwkwkwk 

Saya menggunakan nama itu karena saya dulu masih alay, dan mengaku-ngaku cantik itu salah satu gejala alay, hehe. Tapi sampai sekarang saya tetap menamai blog saya dengan Cah Kesesi Ayutea karena saya pengen bukan hanya sosok saya saja yang menjadi terkenal, saya juga ingin KESESI diketahui banyak orang. Saya memilh nama yang ada unsur Kesesi karena saya sangat cinta kampung halaman saya. Dan ternyata lumayan sudah menjadi branding saya sendiri. Jadi ketika ada yang dengar kata Kesesi, secara otomatis dia ingat nama NOORMA.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Pengalaman Operasi Bedah Mulut (Gigi Bungsu) dengan Menggunakan BPJS

Halo Assalamu'alaikum, Sudah lama banget sebenarnya saya pengen posting pengalaman saya operasi gigi bungsu ( impacted teeth ) di Rumah Sakit Siti Khodijah Pekalongan.  Sebelumnya sudah saya posting di channel youtube saya, bisa nonton di sini dulu biar ada pandangan hehehe. Nah, jadi ceritanya semalam ada yang chat WA ke saya, namanya Doni dari Indramayu dia nanya-nanya soal pengalaman saya operasi gigi bungsu karena semingguan lagi dia juga mau operasi gigi bungsu di rumah sakit di Indramayu.  Dari permintaan dan saran doi akhirnya saya menulis postingan ini. Terasa semangat gitu kan ya kalau postingan kita di sosial media organik terus ada yang nyari kemudian nyari kontak kita untuk tanya-tanya lebih lanjut. Alhamdulillah sekali selama ini masih banyak pembaca blog dan viewer youtube yang kemudian bisa lanjut obrolan dengan chat pribadi. Terima kasih banyak,.. Kenapa Gigi Bungsu Sebaiknya Dicabut? Biasanya gigi bungsu akan tumbuh ketika kita sudah dewa