Skip to main content

Belajar tentang Investasi Reksa Dana Manulife

nonton video ini dulu ya gaes...

Akhir bulan September lalu saya berkesempatan untuk kembali ke kota Lumpia Semarang, bukan untuk jalan-jalan lhoo, melainkan untuk belajar tentang investasi. Yaps, saya tutup bulan September dengan kegiatan berfaedah. Kesempatan yang sangat baik tersebut tentu saja tidak akan saya sia-siakan, karena saya beruntung menjadi salah satu yag terpilih untuk mengikuti acara KopdarInvesatrianMami di kantor Manulife Semarang.

Saya semakin bertambah senang karena ke acara tersebut bareng suami tercinta yang kebetulan sebelumnya saya daftarkan sebagai peserta, meskipun statusnya hanya sebagai peserta pengganti. Yang penting saya pergi ke Semarang tidak sendirian, karena ada yang menemani. hehehe.

manulife
ki-ka : Mbak Archa, Mbak Cheila, Mba Diyanika, Noorma
Hari Minggu 30 September 2018 sekitar jam 07.00 WIB saya dan suami memutuskan berangkat ke Semarang dengan naik sepeda motor, biar irit dan romantis. Lagi pula agar tidak terlalu capek, suami setelah acara di Manulife selesai rencana memang tidak balik mengantarku ke Pekalongan tetapi tetap di Semarang karena hari Senin-nya harus langsung kerja.
pak Legowonya ngebluur :(
Perjalanan Pekalongan-Semarang memakan waktu sekitar 3 jam, dan kami sampai di kantor Manulife sebelum jam 10.00 WIB. Ternyata di tempat acara sudah ada beberapa teman blogger yang datang. Sebelum acara dimulai saya gunakan untuk ngobrol dan berkangen-kangenan ria dengan beberapa teman blogger Semarang yang memang sudah lama tidak bertemu.

Sesuai dengan schedule acara,  jam 10.00 WIB lebih acara baru dimulai. Dipandu oleh host cantik acarapun dibuka, setelah itu acara dilanjut dengan mengisi kuisioner online yang telah disiapkan oleh pihak Manulife. Setelah itu dilanjut sambutan singkat dan ucapan selamat datang dari pihak Manulife Semarang yang diwakili oleh Mas Surya.

Setelah mas Surya selesai memberikan kata sambutan kepada para peserta, acara kemudian dilanjutkan sesi pertama yaitu sharing tentang ngeblog asyik dan menghasilkan. Dalam sesi ini, diisi oleh mbak Nia Nurdiansyah, seorang blogger asal Semarang yang memang sudah sukses dan terbukti telah mendapatkan banyak keuntungan karena menulis di blog. Yang terpenting dalam sesi ini Mbak Nia banyak berbagi resep bagaimana menjadi blogger yang sukses. Tahu nggak? Sehari setelah acara Manulife ini, mbak Nia langsung ke Jakarta loh, lanjut ke Thailand karena menang lomba. Keren!

Selain mbak Nia, sesi sharing tentang ngeblog semakin asyik dan gayeng karena juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman oleh para blogger yang hadir di antaranya mas Don, Mas Diko, Mbak Ika Puspita dan juga mbak Dyanika. Mereka adalah blogger-blogger yang telah sukses mengelola blog mereka sehingga menghasilkan keuntungan baik secara pengetahuan dan juga materi. Catatan dari sesi sharing ngeblog ini adalah blogger harus senantiasa rajin menulis dan posting , atau dengan kata lain, KONSISTEN!

Setelah sharing-sharing tentang ngeblog selesai, Sesi selanjutnya adalah sesi utama yaitu sharing tentang investasi. Dalam sesi ini disampaikan oleh Presiden Direktur PT. Manulife Asset Management Indonesia (MAMI) bapak Legowo Kusumonegoro. Beliau dengan sabar dan telaten menerangkan seluk-beluk dan pentingnya berinvestasi untuk masa depan.

Lebih dari satu jam Pak Legowo membagi ilmunya kepada para blogger peserta sharing, ada beberapa catatan penting yang bisa saya rangkum diantaranya:

Pertama, pada dasarnya mengelola keuangan itu tidak jauh berbeda dengan mengelola nikmat-nikmat lain yang berasal dari Allah SWt. Sehingga kita diharuskan mengelola keuangan kita sebaik mungkin. Dengan pengelolaan yang baik tentu akan mendatangkan keuntungan. Percaya kan ya, REZEKI dan GAJI itu berbeda?


Kedua, Menabung itu sangat penting dan sedini mungkin. Kunci kesuksesan dalam menabung tidak tergantung besar kecilnya uang yang kita miliki, melainkan soal komitmen, kedisiplinan dan konsistensi kita dalam menabung. Sedikit maupun banyak rezeki kita terima harus kita sisihkan untuk ditabung.


Ketiga, jangan menunda untuk menabung serta hindari kesalahan dalam menabung. Orang Indonesia terbiasa ketika memiliki uang yang cukup akan berbelanja segala kebutuhan dan keinginan dan jika ada sisa baru ditabung. Kebiasaan itu harus dirubah dengan cara berapapun uang atau rejeki yang kita dapatkan usahakan menabung terlebih dahulu baru sisanya buat belanja.

Keempat, jangan membiasakan berhutang, karena hutang justru akan menambah beban dan kewajiban kita. Jika terpaksa menghutang, hutanglah yang produktif artinya yang bisa digunakan untuk modal usaha dan bisa menghasilkan keuntungan untuk membayar hutang tersebut sekaligus untuk membesarkan usaha kita.

Kelima, berinvestasi tidak bisa instan. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui yaitu belajarlah tentang ilmu investasi, jangan tergoda pada sales investasi, jangan mau berinvestasi dengan untung besar resiko kecil karena itu tidak masuk akal.

Keenam, belajar investasi yang mudah bisa bergabung dengan Manulife melalui Reksa Dana Manulife. Karena disitu akan mendapatkan berbagai pengetahuan dasar tentang cara berinvestasi yang baik.

Setelah sharing tentang investasi selesai, acara kemudian dilanjutkan tentang pengetahuan seputar Reksa Dana Manulife Semarang disampaikan langsung oleh Mas Surya.



Acara selesai dan di akhir ditutup dengan foto bareng peserta, Pak Legowo serta tim dari Manulife Semarang. Alhamdulillah, sesi awal kopdar kami selesai hari itu, nah, kami masih punya 3 waktu lagi untuk menyempurnakan kopdar Investarian ini. nantinya, tulisan tentang reksa dana manulife akan continu di blog ini. kita akan belajar bareng tentang investasi jangka panjang dengan reksa dana di manulife. 

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.