Skip to main content

Turnamen Bola Volley Tunas Muda VII Tahun 2018 untuk Mendukung Asian Games 2018

Asian Games sudah di depan mata. Seperti yang kita semua tahu, Asian Games tahun 2018 diadakan di Indonesia, tepatnya di Jakarta dan Palembang. Ini merupakan suatu kebanggaan kita semua. Indonesia sudah dua kali ini menjadi tuan rumah untuk perhelatan agung Asian Games, yang pertama tahun 1962, pada saat itu Presiden Soekarno yang menjadi orang nomor satu di Indonesia. Dan yang kedua ini tahun 2018, di mana Pakdhe Joko Widodo yang menjadi presidennya.

Sebagai tuan rumah, kita tentu harus bisa menyambut tamu dengan baik. Dan sebagai warga negara Indonesia, kita bisa mendukung Asian Games dengan banyak cara. Bisa dengan cara mengkampanyekan Asian Games dengan memposting foto banner Asian Games di sosial media, bikin status menginformasikan Asian Games ini di Facebook, nulis tentang Asian Games di blog, mengadakan turnamen-turnamen. Atau kalau ada banyak rezeki dan waktu, kita bisa menjadi pendukung langsung dengan menonton pertandingannya. Wah, pasti seru!


Seperti yang dilakukan masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka menggelar turnamen Bola Voli antar kampung untuk menyemarakkan Asian Games 2018. Turnamen digelar di Lapangan Bola Voli Tunas Muda Padukuhan Keceme, Desa Catur Harjo, Sleman, DI Yogyakarta. Turnamen ini diikuti oleh 44 tim dari Kabupaten Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul dan Magelang.  

Kenapa bola voli yang diturnamenkan? Karena bola Voli merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak diminati anak muda sebelumnya. Namun beberapa tahun ke belakang, perkembangan bola Voli cukup mengalami kemunduran. Sehingga dengan diadakannya turnamen bola Voli ini harapannya mereka dapat memajukan lagi cabang olahraga tersebut dan dengan tujuan menumbuhkan bibit-bibit unggul bola Voli.


Tema kegiatan ini adalah “Dengan semangat Asian Games Tahun 2018 Jakarta Palembang sebagian media menggalang persatuan dan kebersamaan generasi muda yang sehat jasmani dan rohani untuk berprestasi, kompak Optimis Sportif Enerjik Kreatif berdedikasi tinggi, dan disiplpin sebagai generasi penerus bangsa.”

Acara ini dibersamai oleh Bank Mandiri. Rudi As Aturrida, selaku Area Manager Bank Mandiri Yogyakarta mengatakan,  dukungan Bank Mandiri ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung sosialisasi Asian Games 2018 yang akan digelar di Jakarta dan Palembang. Beliau menuturkan bahwa dengan mendukung turnamen semacam ini masyarakat dapat merasa memiliki Asian Games 2018 karena seluruh panitia dan peserta berasal dari masyarakat setempat.


Turnamen bola Voli ini bukan turnamen yang pertama. Melainkan kegiatan ini sudah menjadi kalender unit Karang Taruna Permadi yang ada di Padukuhan Keceme, Caturharjo, Sleman dan saat ini merupakan turnamen yang ke - VII. Dan karena kebetulan tahun 2018 ini menjadi tahun diselenggarakannya Asian Games, maka masyarakat ingin sekalian menggelar sekaligus menyemarakkan Asian Games 2018.

Oiya, sebagai informasi, penyelenggaraan turnamen Bola Voli di Padukuhan Keceme ini diselenggarakan setiap 2 (dua) tahun sekali, dan diikuti oleh seluruh kampung di kabupaten Sleman dan sekitarnya. Antusias masyarakat begitu luar biasa. Nyatanya, turnamen ini mampu menyedot perhatian masyarakat pecinta olah raga bola voli di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Pengunjung yang menonton turnamen ini bisa mencapai 4000 orang.


Turnamen bola voli ini sudah berlansung sejak tanggal 14 Juli 2018 yang lalu dan akan terus berlanjut hingga tanggal 1 September 2018. Sistem pertandingan ini menggunakan sistem gugur, di mana nantinya akan diambil empat tim pemenang baik putra maupun putri. Oiya, selain menggunakan sistem gugur, pertandingan ini juga menggunakan peraturan PBSI yang terbaru, dilengkapi dengan Tata Tertrib dari Panitia.

Hadiah yang diberikan juga sangat ajib. Untuk pemenang putra akan mendapatkan hadiah Rp 7.000.000,- untuk juara I, Rp 5.000.000,- untuk juara II, Rp 4.000.000,-  untuk juara ke III, dan juara ke empat akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 3.000.000,-. Berbeda dengan juara pertama putri akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 5.000.000,-, Juara II sebesar Rp 4.000.000,-, Juara III akan mendapatkan Rp 3.000.000,-, dan juara terakhir akan mendapatkan uang sebesar Rp 2.000.000,-.

Jika Anda ingin menyaksikan turnamen ini, Anda bisa datang langsung ke sana, yaitu di Dusun Keceme Caturharjo Sleman Yogyakarta. Ayo dukung Asian Games 2018 dengan penuh semangat. Jadi Mandiri Indonesiaku, Indonesia Maju dan Jaya.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi..  Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya i ni cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu a