Skip to main content

Indihome Gathering & Community 2018 (Digital Preneur)

Assalamu'alaikum sahabatku semua..

Hallo.. apa kabar? Semoga Kamis manis selalu happy yaa.. seperti saya yang happy banget pagi ini, bisa bersama-sama dengan teman-teman baru di acara Gathering & Community Digital Preneur 2018 bareng sama Indihome di Hotel Santika Pekalongan.

Oiya saya lagi nyobain posting blog pake HP oppo F7 nih. Lumayan juga buat ngeblog. Hehehe

Senang rasanya bisa menjadi salah satu  tamu undangan yang langsung mendapatkan undangan dari indihome mewakili Komunitas Blogger Pekalongan. Saya posting ini sembari nunggu acara mulai. Jadi belum dimulai sampe hampir jam 9. Hehe. Masih nunggu peserta lain registrasi di depan. Karena memang registrasinya jam 8 s/d 9 pagi.

Terlihat di ballroom ini ada 11 meja lingkar untuk tamu undangan. Dan baru ada enam meja yang terisi. Sembari nunggu tamu yang lain, saya dan tamu undangan yang sudah hadir menikmati coffee break dulu.


Di meja sebelah pak Sri Budi dari Kominfo sudah hadir. Ada juga dari pengusaha Batik Bulan dan batik pesisir yang menjadi seni batik tulis di Pekalongan. Selain itu dari pihak telkom indihome juga menemani ngobrol santai sebelum acara dimulai.

Kami di sini hadir untuk gathering dan bincang-bincang tentang digital preneur. Saat ini dunia digital memang menjadikan segalanya menjadi mudah. Dunia digital seolah menjadi dunia besar. Mengguna internet semakin masif dan kita ditantang untuk menjadi pengguna internet yang positif.

Hidup di zaman now kita tidak bisa menolak kalau kita memang hidup di jaman digital. Suka tidak suka, mau tidak mau kita harus menghadapi hidup di jaman serba digital. Dan agar tidak ketinggalan, kita bisa mengikuti jaman digital ini. Dengan cara memanfaatkan internet untuk sesuatu yang positif. Bagaimana caranya? Dengan cara menggunakan media internet untuk mencari informasi positif, untuk berbisnis, dan untuk menyampaikan informasi lainnya. Dan yang terpenting untuk komunikasi dan silaturahim dengan kerabat dekat.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi..  Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya i ni cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu a