Granuloma Umbilikalis Pada Bayi - Cah Kesesi AyuTea

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .


Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?

Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.

Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tetangga saya ada yang punya bayi, tali pusarnya belum kering terus ketika ditempel kain kassa lengket dia tarik begitu saja dan keluar darahnya, akhirnya bayinya meninggal karena pendarahan.  Na’udzibillah banget. Karena adanya cerita seperti itu, otomatis saya ketakutan kan, ya.

Agar tidak terus menerus khawatir, Saya pun memutuskan untuk pergi ke puskesmas, bertemu dengan bidan yang membantu persalinan saya. Saya konsultasi, dan jawaban bidan katanya tidak apa-apa. Itu wajar, katanya, dan bu bidan menasehati saya supaya tetap menjaga kebersihan pusarnya Nooha.
Dari penjelasan bu bidan, saya sedikit merasa lega dan merasa tenang saat kembali pulang ke rumah.

Beberapa hari kemudian, Pusar Nooha juga sudah bagus, kering, daging tumbuhnya mengecil.

Kata bidan, selama bayi tidak rewel, tidak demam, di sekitaran pusarnya tidak memerah dan bernanah, itu tidak berbahaya. Tetapi karena ini pertama kali saya alami, tentu khawatir membuat saya khawatir. Jaman kakak Noofa puput, pusarnya langsung oke, jadi nggak ada granuloma umbilikalis pada pusar bayi kak Noofa.

Oiya, saya bertanya ke teman-teman saya di whats app, berbagai jawaban saya dapatkan sebagai referensi dan saya tampung. Selain itu saya juga baca-baca beberapa artikel terkait, nyari obat herbal untuk granuloma umbilikalis banyak juga yang jual. Tapi saya nggak beli. Hehehe.

Sampai pada akhirnya waktu saya bertanya dengan mbak Putri, salah satu admin grup facebook Room For Children memberikan link postingan dia tentang Granuloma Umbilikalis ini. Setelah saya baca saya sedikit tenang, tenangnya kenapa? Karena Nooha tidak rewel, tidak demam seperti yang sudah saya tulis di atas.

Dan ternyata Sebulan kemudian, tepatnya bulan Maret lalu, ‘daging tumbuh’ di pusar Nooha tumbuh lagi dan makin hari makin besar, dan kalau biasanya meleleh, ini nggak meleleh, tetapi makin besar.

Duh saya kembali khawatir dan takut ini berbahaya, akhirnya saya ke puskesmas lagi dan minta surat rujukan ke dokter spesialis anak. Keesokan harinya, saya ke rumah sakit diantar suami. Setelah sekitar 3 jam menunggu dokter anak tiba, giliran saya masuk dan bertemu dokter. Lalu apa yang terjadi?????

“anak ibu Kenapa, Bu?” tanya dokter

“Ini dok, saya mau konsultasi tentang tali pusar anak saya, kok seperti ada daging tumbuhnya, ya, dok? Bahaya nggak ya, dok?”

Si dokter itu masih saja duduk di kursinya, saya membaringkan Nooha di kasur di samping meja kerja dokter. Sang dokter tidak beranjak dari kursi hanya melirik sebentar dan langsung menulis rujukan untuk dibawa ke poli bedah umum, sembari menuliskan resep obat. Nampaknya si dokter udah pengen cepet-cepet pulang, nih. Mau malam mingguan kali, ya. Bhahaha..

“Saya berikan rujukan ke bedah umum ya, Bu. Supaya dicutting. Itu tidak apa-apa, dikasi betadine aja” jawab dokter itu sambil memberikan rekam medis dan surat rujukan.

“Ini nanti dibawa ke kasir, dan ini untuk ambil obat, kalau rujukannya ini nanti ke bagian BPJS ya, Bu, ada di samping tempat pendaftaran” kata mas perawat asisten dokter.

Tanpa menyentuh kulit Nooha, si dokter langsung bilang begitu, aslinya kesel juga di hati. Hiks. Setelah itu saya keluar dari ruangan menuju kasir dan apotik. Saya diberi vitamin berupa kalsium, dan yang saya tangkap dari apa yang saya baca vitamin itu nggak boleh diberikan kepada anak di bawah 1 tahun. Sedangkan Nooha usia 2 bulan waktu itu. Iiihh... gemes banget. Vitaminnya nganggur juga sampai sekarang. Hihihi

Setelah selesai urusan di apotik, saya ke bagian BPJS untuk menindaklanjuti rujukan saya dari poli anak ke poli bedah. Karena saya pakai BPJS, dan jatah BPJS untuk rawat jalan kan hanya untuk satu poli saja dalam sehari, saya disuruh kembali lagi ke rumah sakit 2 hari kemudian, atau lusanya. Lagipula pikir saya kalaupun boleh langsung dua poli dalam sehari, saya nggak akan bawa Nooha ke poli bedah untuk dilakukan tindakan bedah kecil untuk memotong daging itu. Saya milih pulang untuk mencari solusi lain. Nggak tega dong ya kalau bayi 2 bulan harus operasi, ya walaupun katanya hanya operasi kecil. Tetep nggak tega!

Sampai di rumah saya uring-uringan, kok ya bisa ya dokter nggak ngelihat pasiennya tapi main nulis rujukan ke poli lain. Ya sih, dokternya mungkin sudah banyak pengalaman, tapi beneran kesel rasanya. Hahaha. Saya ngadu saja sama mbak Putri, terus mbak Putri cuma bilang “sabar, ya, Mbak. Coba saja diberi Albothyl. Insya Allah bisa menyembuhkan Granumola. Apapun deh, yang penting jangan operasi!

Intinya saya mau bikin santai dengan berusaha tetep positif thinking. Manut dengan mbak Putri, saya pun beli Albothyl di apotik dekat rumah. Setelah saya baca tentang Albothyl ini, saya yakin kayaknya memang Albothyl bisa menyembuhkan granuloma, kenapa? Yaa sependek pengetahuan saya di sana ada tulisan granulasi-granulasinya. Haha..

Saya tetesi satu tetes ke pusar Nooha sehabis mandi, saya diamkan selama dua menit sambil saya kipas-kipas. Daging tadi yang semula warna merah berubah menjadi putih pucat, sepertinya memang mematikan jaringan penyebab granuloma tersebut. Besoknya meleleh dan kering. Saya memberikan Albothyl seminggu 3 kali. Dan Alhamdulillah hanya 3 kali saja saya teteskan, dan kemudian saya evaluasi selama seminggu kemudian, daging tumbuhnya mengecil dan tidak tumbuh lagi. Alhamdulillah!

Namun apabila ada kemungkinan tumbuh lagi, setidaknya saya sudah menemukan obatnya. Hihihi

Granuloma Umbilikalis itu apa si? Kalau kata orang dulu, udelnya bodong. Hihihi
Baiklah, berikut saya kutipkan dari keterangan dari dokter Hemanto, SpB, SpBA tentang granuloma umbilikalis yang saya ambil dari Grup Facebook Room For Children.

Apakah yang dimaksud “daging” tumbuh pada pusar ?
“Daging” tumbuh pada pusar, sebenarnya bukan daging semacam otot di badan kita, tapi merupakan jaringan dibawah kulit yang tidak tertutup lapisan epitel (kulit ari), setelah lepasnya tali pusat. Istilah medisnya dinamakan Granuloma Umbilikalis.


Bagaimana terjadinya Granuloma umblikalis ?
Setelah lepasnya tali pusat, akan terdapat sedikit daerah di pusar yang terbuka dan belum tertutup kulit.  Kadang kadang akan tumbuh jaringan granuloma yang mengandung jaringan ikat fibroblas dan pembuluh darah kapiler. Ukuran granuloma mulai 1 milimeter sampai dengan sekitar 10 miliimeter, seperti bertangkai.

Granuloma

Bagaimana mengobati  granuloma  ?
Granuloma umbilikalis diobati dengan cara kauterisasi yaitu mengoleskan cairan yang mengandung “silver nitrat” yang mempunyai efek “membakar”. Bisa juga dengan obat  luar lainnya yang berfungsi menciutkan granuloma. Bila granulomanya panjang  bisa dilakukan pemotongan dan diikat dengan benang yang diserap tubuh.


Mengapa granuloma “bandel” sering kambuh lagi ?
Apabila diobati dengan cairan yang mengandung silver nitrat, dan sudah dipotong tumbuh lagi atau tidak ada respon sama sekali, dipikirkan adanya hubungan dengan usus dibawahnya.


Apa yang disebut Omphalitis ?
Omphalitis adalah infeksi didaerah pusat, akibat adanya bakteri Staphylococcus aureus , Streptococcus  atau  Clostridium tetani pyogenes, dan juga bakteri  gram negatif. Manifestasi omphalitis adalah adanya nanah di pusar dan sekitarnya ditandai kulit sekitarnya kemerahan.


Bagaimana cara mengobati  omphalitis ?
Selain bayi harus dirawat, diberikan obat antibotik, bila terjadi kantung nanah harus dikeluarkan (drainase).


Apa penyebab gruloma yang tidak bisa hilang, setelah diobati ?
Apabila granoloma bandel  tidak bisa hilang, granuloma disebabkan kelainan bawaan lahir akibat adanya sisa saluran omphalomesenteric (saluran yang menghubungkan usus janin ke talipusat ). Lihat gambar*


Bagaimana cara mengobati  granuloma akibat sisa saluran omphalomesnteric  ?
Harus diputus “akarnya” dengan operasi.


Apa artinya granuloma berbau feses ?
Granuloma yang keluar cairan bebau feses, artinya ada hubungan antara usus dan pusat.


Apa artinya grnuloma berbau pesing ? 
Artinya ada hubungan antara kandung kemih ke pusar, terdapat sisa saluran Urachus yang tidak menutup.


Sumber : Room For Children
Alhamdulillah berarti yang Nooha alami tidak berbahaya, Insya Allah. Karena saya sempat takut kalau itu hernia. Iihh.. pikirannya ke mana-mana banget, ya. Hihihi

Simak video ini ya..


Intinya dari obrolan dengan mbak Putri dan dari bacaan yang saya baca, merawat tali pusat bayi agar tetap bersih, disabunin kalau mandi, terus dilap menggunakan handuk lembut atau kain kassa. Tidak usah dikasih betadine dan ditutup kassa, ya. Hanya dilap saja supaya kering. Bila diperlukan diberi obat luar dan insya Allah 2 minggu sembuh. Tapi kasus yang sampai anaknya besar masih tumbuh granulomanya, berarti waspada mungkin akarnya belum hilang. Nah kalau yang seperti ini memang harus ada tindakan bedah kecil, ya.
Semoga apa yang saya alami ini menjadi pelajaran dan pengalaman untuk kemudian hari. Semoga manfaat!

Teman-teman ada yang pernah punya pengalaman serupa? Share yuk.

3 comments:

  1. Sama anku jug umur 1bln 12 hri sam kasux abotil susah jd sulusinya ap lg selain abothi

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama anak ku jg gitu, skrg umur anak ku baru 40 hari,,, solusi obt yh selain albotyl apa lg

      Delete
  2. Albothyl amankah Bun,bknkah dilarang pemakaiannya?bayi Qu jga 1bln 7 HR ada daging tumbuh.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)