Mau Liburan Hemat? Pesan Paket Tiket + Hotel Saja di Traveloka


Bismillah,

Assalamu’alaikum.

Mau Liburan Hemat? Pesan Paket Tiket + Hotel Saja diTraveloka. Sudah musim ujian sekolah nih, itu berarti sebentar lagi musim liburan, yeay!

Musim liburan tahun ini mau ke mana? Kalau suami pengennya liburan nanti kita semua di Blora saja, karena Ibu mertua saya Insya Allah tahun ini berangkat haji. Jadi supaya liburan nanti kita sekeluarga bisa ber-quality-time lebih lama sebelum nantinya Ibu mertua lama di Makkah. Tapi saya kok pengen banget liburan ke luar negeri, ya? Sampai saat ini saya belum pernah sekalipun ke luar negeri, Hihihi.

Saya pengen liburan ke luar negeri gara-gara lihat postingan foto di akun instagram temen. Saya sih bisa bilang dia beruntung banget, mainnya ke luar negeri mulu. Bulan Desember lalu ke Jepang, Februari ke Australia, eh sekarang dia lagi di Hongkong. Luar negeri bagi dia sudah menjadi biasa saja. Makanya saya sampai ter-impi-impi bisa ke sana liburan nanti.

Negara yang saat ini menjadi wishlist saya adalah HONG KONG, kenapa Hong Kong? Karena di sana ada teman saya yang nantinya bisa saya repotin, hahaha.. enggak, ding. Becanda. Hong Kong itu tidak terlalu luas. Jadi kalau kita ke sana kita bisa mengunjungi semua tempat wisata walau dalam waktu yang singkat. Selain itu Hong Kong merupakan pusat perdagangan di seluruh dunia. Menurut informasi yang saya baca pelabuhan-pelabuhan yang ada di sana menjadi pusat ekspor dan impor kawasan Asia Timur termasuk Korea dan Jepang. Berarti banyak macam barang cindera mata yang bisa dibeli di sana, dengan syarat cukup uang sakunya. Hihihi.

Oiya, ada beberapa destinasi wisata menarik yang bisa dikunjungi, ini juga hasil whats app-an dengan teman saya, diantaranya: 

1. Victoria Peak
credit: thepoortraveler


Victoria Peak atau Puncak Victoria adalah salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan saat ke Hong Kong. Di sana, pengunjung bisa melihat pemandangan Hong Kong dari ketinggian. Kata teman saya yang di Hong Kong, kalau sudah di puncak, kita bisa berkeliling dan menikmati pemandangan hijau yang indah. Kita juga bisa melihat banyak gedung tinggi berlatar belakang laut. Terus, kalau malam hari, katanya pemandangan akan berganti dengan kerlap-kerlip lampu warna-warni.

2. Kuil Wong Tai Sin 



credit: wikipedia
Kuil Wong Tai Sin adalah kuil yang dibangun untuk menyembah dewa dari penganut Tao bernama Wong Tai Sin. Pergi ke kuil ini akan menjadi wisata religi, di sana kita disuguhi kemegahan arsitektur khas Tiongkok.

3. Ocean Park


 

Ocean Park. Naaahh kalau tempat ini kawasannya sangat luas. Kata teman saya bisa seharian di sini, di sana ada akuarium raksasa dengan banyak spesies ikan. Selain itu, ada panda lucu yang bermain di dalam kandang. 4. Hong Kong Disneyland Park


Wahana keren dengan banyak karakter Disney. Seperti Istana kerajaan yang terinspirasi dari dongeng. Wahana ini yang paling disukai kakak Noofa waktu saya perlihatkan foto-foto tentang DisneyLand Park. Tenang, ya, kak. Berdoa yang kenceng biar liburan kita bisa ke sana bareng-bareng. Aamiin.

Liburan ke Hong Kong tentu bukan liburan yang murah, bukan? Kita butuh banyak uang untuk ini dan itu. Selain uang akomodasi, tentunya kita butuh uang untuk makan di sana. kalau sendirian ala-ala backpacker sih, mungkin enggak terlalu bikin was-was, ya. Apalagi kalau di sana punya kerabat yang bisa kita singgahi. Tapi rencana liburan dengan keluarga, kita pasti harus penyiapkan segala keperluan dengan baik. Nyari tiket pesawat yang murah dan penginapan yang nyaman. Nyatanya, susah juga menyesuaikan bugdet untuk tiket pesawat dan penginapan. Pengennya sih, saya bisa mendapatkan harga tiket pesawat yang murah, tiket promo misalnya, dan juga penginapan yang murah tapi nyaman. Pokoknya yang serba murah, lah. Hahaha!

Traveloka ada Paket tiket pesawat + hotel ke Hong Kong?

Ini seperti pucuk dicinta ulampun tiba, ya. Pas lagi pengen ke Hong Kong, pas banget Traveloka ada paketan. Biasanya yang namanya paket itu lebih murah daripada beli terpisah-pisah. Seperti makan di cafe atau waralaba, uang 10.000 rupiah bisa dapat paket lengkap; ada nasi, ayam goreng, lalapan, sambal, dan es teh. hahaha. (iki opo to, malah ngomongin makanan).


Saya coba booking paket tiket pesawat + hotel ke Hong Kong yang tersedia di Traveloka, tinggal ketik detail penerbangan dan detail tujuan (hotel). Kemudian klik cari paket, dan hasilnya ada banyak sekali penawaran yang ditawarkan di sana. Tinggal pilih saja yang sesuai dengan kemauan kita. Harga yang tercantum di sana harga per orang, baru kalau sudah cocok dengan bugjet kita, klik pesan. Istimewanya paket tiket hotel traveloka ini adalah kemudahan yang kita dapatkan dan tentunya lebih hemat waktu dibanding dengan pesan secara terpisah. 






Setelah itu akan ada ringkasan totalan pesanan yang harus dibayar. Dan kamu tahu? Harga paket lebih murah! Harganya lebih hemat dibanding dengan pesan sendiri-sendiri. Jelas ini sangat menguntungkan bagi saya atau calon traveler lain karena sisa uang bisa digunakan untuk hal lain yang sifatnya urgent. 


Kalau sudah sreg dengan pilihan kita, isi data lengkap sesuai KTP, review pesanan jika ada kesalahan bisa langsung direvisi, setelah cek semua sudah benar kemudian pembayaran. Alhamdulillah Traveloka sudah support dengan banyak metode pembayaran. Diantaranya pembayaran via credit card, atm bersama, prima, alto, cimb clicks, mandiri clickpay, bca clickpay, mandiri debit, bahkan yang paling mudah adalah bisa membayar di indomaret, alfamart atau alfamidi. Kalau saya biasanya urusan bayar-membayar lebih suka via indomaret, alasannya kalau bayar di indomaret itu bisa verifikasi secara otomatis. 


Selain Hong Kong, ada banyak paket tiket hotel yang bisa kita dapatkan di traveloka, untuk tujuan domestik seperti ke Bali dan Yogyakarta. Untuk Luar negeri, bisa juga ke Kuala Lumpur, Singapore, Bangkok, Tokyo, Beijing, dan Sydney.

Liburan menyenangkan, pesan tiket sekaligus lebih bagus, bukan?

Kalau kamu, punya rencana liburan ke mana? Share di kolom komentar, ya.

Kenangan Masa Kecil: Sering Diajak Bapak


Asslamu’alaikum temen-temen blogger semua.. apa kabar?

Semoga selalu dalam keadaan sehat dan afiyat, ya. Aamiin..

Temen-temen pasti pernah jadi anak kecil, kan? Pernah  donk ya, kan sekarang udah besar, udah dewasa, sebagaian dari kalian juga sudah berkeluarga dan punya anak, bahkan ada juga yang sudah punya cucu. Hehe..

Oiya.. temen-temen pernah nggak, lihat gambar meme lucu yang di dalam gambar itu ada tulisan “yang pernah ngumpulin bungkus permen karet yosan buat jadi uang-uangan berarti masa kecil kalian bahagia”? atau gambar permainan congklak, gaburan, jengklek, main karet, gambar daun teh-tehan, dan beberapa gambar lain yang dibuat meme. Si meme tersebut  memang sengaja dibuat untuk nostalgia dengan masa kecil kita. Uuhh,, kalau lihat gambar tersebut kita langsung inget masa kecil dan seketika kepala terangguk-angguk setuju.. hihihi..

Apa iya, sih. Masa kecil itu selalu menyenangkan? Enggak juga, nyatanya saya pernah jadi korban bully. Menyakitkan! Bully yang saya dapatkan berupa bully verbal, diejek, dikata-katain, baik ngejek fisik, maupun ngejek hal lain seperti fitnah-fitnah keluarga. Tapi, kali ini saya enggak mau cerita soal bullying, ah. Bikin jadi sesek napas kalau inget. hiks

Namun percaya atau tidak, efek dari bullying itu selain bisa bikin korbannya menjadi anak yang minderan, ternyata juga bisa bikin korbannya menjadi orang yang kuat dan tegar. Tergantung siapa korbannya, bagaimana menanggapinya, dan siapa saja orang-orang di sekeliling korban tersebut. Jika saya kuat hati, kapan-kapan saya tulis, tapi kalau nggak kuat, ya biarlah saya simpen saja sebagai pembelajaran kehidupan bahwasanya memang hidup itu yaa gitu, ada suka ada duka. Karena menjadi korban bully untuk move on nggak semudah membalik telapak tangan.


Lalu “Kenangan masa kecil yang paling membekas di ingatan” saya apa sih? Selain bullying itu sebenarnya banyak, karena Alhamdulillah saya dilahirkan di dalam keluarga yang hangat dan akrab. Bapak ibu saya memposisikan mereka seperti teman bagi saya, sedari kecil saya dibiasakan terbuka, mengutarakan keinginan, bebas berpendapat, dan gak ada rahasia (kalau ada apa-apa ya diomongin). Sehingga walaupun saya pernah menjadi korban bullying, bapak ibu saya terus menyuport saya, meyakinkan saya kalau bullying itu bukan menjadi pengganggu hidup saya. Di situ, saya merasa sangat bersyukur, sehingga sekarang ini saya menjadi seperti sekarang ini. Kalau bukan keluarga yang mendukung, entah bagaimana saya sekarang. J (((yaa walaupun masih cengeng)))

Cerita masa kecil yang paling membekas dalam ingatan saya adalah waktu kecil saya sering diajak bapak pergi, ke mana saja selain urusan dinas seringnya bapak ngajakin saya. Eh tapi pernah juga ding saya ikut ke sekolahan tempat bapak saya ngajar. Malahan di sana saya duduk di kursi guru sembari ngelihatin bapak ngajar. Katanya sih biar saya tahu bagaimana jadi guru itu dan kelak saya bisa jadi guru juga. Hihihi.

Kalau bapak pergi kerja sampingan juga ngajak saya, dulu bapak jadi tukang foto, jadi kalau bapak kerja jadi tukang foto di nikahan orang saya diajak. Atau saat ngajar QIRO’AH, bapak juga ngajak saya. Jadi saya bisa sekalian belajar, kan?

Pernah juga waktu bapak ngisi pengajian di Pemalang, bapak ngajak saya. Dengan begitu saya banyak tahu tentang kegiatan bapak di luar rumah. Pernah saya tanya ke bapak, kenapa saya yang sering diajak kalau bapak pergi. Bapak menjawab supaya saya terbiasa dengan kehidupan luar rumah. Waktu ibu hamil saya, bapak dan ibu transmigrasi ke Lubuk Linggau Sumatra Selatan, katanya punya tujuan supaya saat saya besar nanti saya terbiasa merantau dan jadi anak yang kuat. Hehe.. jawabannya lucu, ya. Tapi harapan bapak dulu sudah terlaksana, kok. Karena lulus SD saya juga sudah belajar merantau, sekolah sambil nyantri di Pondok Pesantren Daaru Ulil Albaab Tegal. Bapak kepengen saya menjadi anak yang mampu mandiri, tidak cengeng, dan tegar. Oiya Justru dengan saya nyantri dan hidup tanpa orang tua, saya bisa belajar menyelesaikan masalah yang saya hadapi sendiri. Di Pondok juga saya jarang sekali mengalami bullying. Paling hukuman-hukuman biasa lah ya, itu juga terjadi karena kesalahan kita sendiri. 

Itu saya sih, singkat cerita tentang masa kecil saya. Sebenarnya sampai sekarang saya segede ini, bapak masih suka ngajak saya pergi, loh. Hehe.. kalau dulu selama di jalan ngobrolnya seadanya, kalau sekarang yaa lebih kompleks lagi. Hehehe..

Kalau Mba Anjar Sundari  dan mba Nia Nurdiansyah  punya kenangan masa kecil apa? Atau teman-teman lainnya punya cerita tentang masa kecil yang paling berkesan, boleh yuuk cerita di kolom komentar. Mungkin pernah mengalami bullying juga?  

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 

Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet PIN dan nominal uang yang hendak aku ambil, ada peringatan muncul di layar mesin ATM itu, kurang lebih seperti ini:

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .


Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?

Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.

Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tetangga saya ada yang punya bayi, tali pusarnya belum kering terus ketika ditempel kain kassa lengket dia tarik begitu saja dan keluar darahnya, akhirnya bayinya meninggal karena pendarahan.  Na’udzibillah banget. Karena adanya cerita seperti itu, otomatis saya ketakutan kan, ya.

Agar tidak terus menerus khawatir, Saya pun memutuskan untuk pergi ke puskesmas, bertemu dengan bidan yang membantu persalinan saya. Saya konsultasi, dan jawaban bidan katanya tidak apa-apa. Itu wajar, katanya, dan bu bidan menasehati saya supaya tetap menjaga kebersihan pusarnya Nooha.
Dari penjelasan bu bidan, saya sedikit merasa lega dan merasa tenang saat kembali pulang ke rumah.

Beberapa hari kemudian, Pusar Nooha juga sudah bagus, kering, daging tumbuhnya mengecil.

Kata bidan, selama bayi tidak rewel, tidak demam, di sekitaran pusarnya tidak memerah dan bernanah, itu tidak berbahaya. Tetapi karena ini pertama kali saya alami, tentu khawatir membuat saya khawatir. Jaman kakak Noofa puput, pusarnya langsung oke, jadi nggak ada granuloma umbilikalis pada pusar bayi kak Noofa.