Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 

Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet PIN dan nominal uang yang hendak aku ambil, ada peringatan muncul di layar mesin ATM itu, kurang lebih seperti ini:

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .


Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?

Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.

Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tetangga saya ada yang punya bayi, tali pusarnya belum kering terus ketika ditempel kain kassa lengket dia tarik begitu saja dan keluar darahnya, akhirnya bayinya meninggal karena pendarahan.  Na’udzibillah banget. Karena adanya cerita seperti itu, otomatis saya ketakutan kan, ya.

Agar tidak terus menerus khawatir, Saya pun memutuskan untuk pergi ke puskesmas, bertemu dengan bidan yang membantu persalinan saya. Saya konsultasi, dan jawaban bidan katanya tidak apa-apa. Itu wajar, katanya, dan bu bidan menasehati saya supaya tetap menjaga kebersihan pusarnya Nooha.
Dari penjelasan bu bidan, saya sedikit merasa lega dan merasa tenang saat kembali pulang ke rumah.

Beberapa hari kemudian, Pusar Nooha juga sudah bagus, kering, daging tumbuhnya mengecil.

Kata bidan, selama bayi tidak rewel, tidak demam, di sekitaran pusarnya tidak memerah dan bernanah, itu tidak berbahaya. Tetapi karena ini pertama kali saya alami, tentu khawatir membuat saya khawatir. Jaman kakak Noofa puput, pusarnya langsung oke, jadi nggak ada granuloma umbilikalis pada pusar bayi kak Noofa.

Air Susu Ibu dan ASI Booster Tea

Saya adalah seorang ibu dua anak perempuan yang cantik-cantik. Usia kakak 4 tahun 6 bulan, dan usia adik baru 2 bulan 3 minggu. Sejak punya anak pertama, saya bertekad kuat untuk bisa memberikan air susu ibu secara eksklusif selama 6 bulan pertama, kemudian dilanjutkan hingga dua tahun. Namun, faktanya, kakak dulu pernah kecolongan dikasih bubur bayi instan oleh yang momong dia. Akhirnya kakak menjadi diare. Sediiih sekali dulu rasanya, ditinggal kuliah, sudah susah payah saya memerah asi dan memberikannya kepada yang momong kakak buat persediaan kakak selama saya tinggal, eh waktu pulang asi perah saya masih utuh, dan kakak dikasih bubur. Meskipun sedikit dan hanya sekali, tapi tetep saja, ibarat air jernih menjadi keruh. Pengen eksklusif, jadi batal, meskipun itu hanya sekali kecolongan. Hiks.

Saya sangat percaya Air Susu Ibu (ASI) sangat penting untuk perkembangan bayi, terutama untuk bayi yang baru lahir. Makanya untuk anak ke dua saya ini saya benar-benar kenceng banget agar bisa memberikan asi eksklusif, saya memilih untuk meminimalisir meninggalkan adik supaya nggak kecolongan lagi.

ASI sendiri memiliki banyak kandungan di dalamnya sehingga dapat membuat bayi memperoleh banyak asupan yang sesuai jika dibandingkan dengan meminum susu formula buatan pabrik-pabrik. Bayi usia 0 – 6 bulan sangat membutuhkan asupan nutrisi yang banyak. Dan air susu yang memiliki banyak kandungan nutrisi adalah ASI. Ibu-ibu pasca melahirnya seharusnya bisa memberikan ASI-nya untuk bayi-bayinya. Kecuali apabila ada masalah dengan kesehatan, ada Ibu yang tidak bisa memberikan asinya. Dan menurut pengakuan teman saya yang tidak bisa menyusui karena asinya tidak keluar akibat kelainan hormon, dia sangat sedih, tercabik hatinya, sakit! Melihat bayinya menyusu susu formula.

Sejatinya banyak faktor yang mempengaurhi produksi ASI. Salah satunya adalah kondisi hormon seorang Ibu. Produksi ASI di dalam tubuh bergantung terhadap dua hormon yaitu prolaktin dan oksitosin. Hormon Prolaktin untuk produksi ASI. Sedangkan untuk hormon oksitosin untuk proses pengelauran ASI. Semakin banyak nutrisi yang masuk ke Ibu maka semakin banyak hormon prolaktin yang dihasilkan, semakin banyak prolaktin maka akan semakin banyak pula produksi air susunya. 


 
Oleh karena itu banyak yang bilang, ibu menyusui harus banyak makan makanan yang kaya akan nutrisi, ini bertujuan untuk memperlancar produksi ASI.

Hormon Oksitosin bekerja tergantung pada sering atau tidaknya puting susu dihisap oleh bayi. Semakin sering dihisap maka akan semakin banyak produksi hormon oksitosin dan ini sangat berpengaruh terhadap lancarnya ASI yang keluar. Ada yang bilang Hormon oksitosin ini adalah hormon kasih sayang, karena berhubungan dengan susasana hati dan perasaan seorang ibu pada saat meyusui bayinya.

Kedua hormon ini bisa terus berproduksi di dalam tubuh seorang Ibu menyusui apabila seorang ibu makan makanan bergizi, seorang ibu yang memenuhi kebutuhan nutrisi tubuhnya akan lancar asinya. Makan makanan gizi seimbang seperti sayur, buah, dan banyak minum air putih.

Selain makan makanan bergizi, Ibu menyusui harus meningkatkan frekuensi menyusui, bisa juga dengan memompa atau memerah asi. Hal ini tentu saja bertujuan untuk menciptakan produksi asi semakin melimpah. Semakin jarang ibu menyusui maka semakin sedikit asi yang diproduksi, begitupun sebaliknya.

Menghindari sesuatu yang dapat mengganggu psikologis ibu. Ibu yang stres, misalnya, ini akan berpengaruh pada produksi asi. Faktor kejiwaan menjadi salah satu penyebab berkurangnya ASI dan ini berakibat buruk pada bayi karena jumlah asi yang dihisap sedikit. Maka seorang ibu diharapkan selalu dalam keadaan rileks, tenang, dan bahagia.

Merawat payudara, dengan cara memijat-mijat payudara dan membersihkannya dengan menggunakan air hangat. Ibu menyusui itu nggak usah takut payudaranya lembek dan gak kencang lagi. Karena memberikan ASI jauh lebih penting. Nanti, ada saatnya perawatan lebih ke dokter spesialis supaya payudara bisa kencang kembali seperti saat belum menyusui. Hehe

Konsumsi ASI booster, ini juga bisa membantu memperbanyak produksi ASI. Booster yang dipilih haruslah yang dibuat dari bahan alami. Ada banyak ASI booster yang dijual di pasaran, tapi saya punya satu produk asi booster yang sangat recomended. Namanya ASI BOOSTER TEA.

ASI Booster Tea merupakan minuman teh pelancar ASI alami. Poduk ini asli buatan Indonesia dan pertama di Indonesia yang bisa meningkatkan jumlah ASI hingga 900% dalam waktu 24 Jam.

Dikutip dari website Nakibu, beberapa keunggulan ASI Booster Tea antara lain :

  • Dapat melancarkan ASI hingga 900% dalam waktu 24 Jam – 72 jam 
  • Terbuat dari 100% bahan herbal seperti Fenugreek seed, fenugreek powder, FENNEL SEEDS,Fennel powder, ANISE, cinnam venum, alpinia powder, dan habbatussauda sehingga aman untuk ibu dan bayi  
  • Lebih ekonomis, tanpa konsumsi susu formula ASI ibu Insya Allah lancar dan sehat.  
  • Asi Booster Tea diracik secara tidak main-main, dengan komposisi takaran bahan yang benar-benar tepat dan presisi sehingga begitu ampuh melimpahkan asi sekaligus benar-benar aman bagi ibu & bayinya.  
  • Harganya terjangkau, satu botol IDR 120k dan untuk dikonsumsi selama satu bulan.  
  • Produk sudah dikonsumsi oleh jutaan ibu menyusui.
Dari keunggulan yang dipunyai ASI Booster Tea tersebut, maka produk ini menjadi pilihan tepat untuk para Ibu menyusui yang ingin mempunyai ASI banjir. 

Lalu, Bagaimana cara mengkonsumsi ASI Booster Tea ini? Gampang saja.. 


1.   Rebus 1 sdm dengan 2 gelas (500 ml)air atau 2 sdm dengan 3 gelas (750 ml) air selama 30 menit api sedang/kecil, tunggu sampai berubah warna menjadi lebih pekat/kekuningan, kemudian saring.
2.  Dibagi menjadi 2-3 gelas untuk 2-3 kali sehari (pagi dan sore atau pagi, siang dan sore)
3.  Boleh ditambah pemanis seperti gula batu, atau bisa juga dikombinasikan dengan madum supaya lebih enak rasanya.
4.   Perah ASI 2 jam sekali. Lebih baik lagi jika sering disusui langsung
5.  Perah selama 30 menit, bisa dibagi 15 menit pertama, kemudian beberapa saat lagi lanjutkan 15 menit terakhir
6.   Setidaknya dalam sehari 8-12 kali menyusui/perah.
7.   Hasil perahan akan lebih banyak saat terjadi LDR (Let Down Reflex), maka bisa juga perah ASI pada payudara yang lain saat menyusui
8.   Jaga asupan nutrisi, penuhi pedoman umum gizi seimbang
9.   Olahraga secara teratur
10. Produk ini sangat disarankan untuk Ibu menyusui, tetapi tidak disarankan untuk ibu hamil

Semoga bermanfaat, ya. Yuk, Semangat ngASI!

Curhat tentang Cemburunya Kakak kepada Adiknya



Assalamu’alaikum sahabat semua.. semoga sehat wal afiyat selalu, yaa.....  Amin..


Sebelumnya saya mau tanya dulu ah, yang sudah punya dua anak atau lebih dengan jenis kelamin sama-sama cewek atau sama-sama cowok, baju kakaknya waktu bayi yang masih layak pakai diturunin ke adiknya nggak? Atau.. selain baju, mungkin mainannya? Kasurnya? Lemarinya? Bak mandinya?


Saya lagi bingung, nih. Jadi gini, kakak Noofa nggak bolehin kalau baju-bajunya dia waktu bayi dipakai adiknya. Dia bilang itu baju bayi punya Noofa, adik nggak boleh pakai.
“Adik beli sendiri aja” kata Noofa gitu.

Rasa cemburunya dia masih belum bisa ‘sembuh’ nih. Kemaren aja, saya udah jahitin kerudung Noofa karena masih agak lebar, pikir saya kan biar nggak usah beli kerudung, lagipula itu kerudung udah kecil banget kalau dipakai Noofa. *Yaa iyalah, kerudung waktu Noofa bayi*.. Ehhh, pas ketahuan si Noofa, langsung diambil kerudungnya dan ‘gak boleh dipakai adik Nooha. Hhffft!

Adik memang belum punya kerudung sendiri karena saya belum membelikannya, kemaren pas mau pergi ke acara kopdar Blogger Semarang akhirnya adik Nooha nggak jadi pakai kerudung tapi pakai bandana. Hihihi *Nggak papa yaa Nok ayu.. nanti Umi belikan kerudung buat adik*

Selain baju dan kerudung, ternyata Noofa juga belum ‘ikhlas’ kasur bayinya dipakai adik, padahal udah lamaaa banget kan Noofa nggak pakai lagi, ehh tapi pas kasur itu mau dipakai buat bobok adik, begitu ketahuan Noofa langsung diambil dan kasurnya dipakai dia tidur, sampai sekarang. Padahal jelas banget itu kasur kekecilan ditidurin dia. Hahaha. Ada-ada aja itu anak!

Ibu saya bilang, itu efek cemburu dan takut kalau perhatian saya dan abinya berkurang dengan memberikan barang-barang dia ke adiknya seakan-akan kami lebih sayang adik, padahal kah enggak gitu maksudnya. *____*

 

Padahal saya sudah memberi pengertian ke kakak akan pentingnya berbagi, apalagi berbagi dengan adik sendiri. Soal pakaian, banyak banget baju dia yang masih bagus-bagus. ‘Kan nggak mungkin juga kalau dipakai lagi sama Noofa. Saya kan pengen hemat financial, kecuali kalau adik berjenis kelamin cowok, beda lagi ceritanya. Nggak mungkin dong bayi cowok dipakein rok. Haha.

Soal lungsuran ini, bukan berarti adik tidak memiliki baju bayi sendiri lho ya, saya juga sudah membelikan baju baru buat adik, akan tetapi jumlahnya memang masih terbatas, tapi kalau mainan, udah nggak tahu pada ke mana mainan Noofa jaman bayi. Paling nanti saya beli lagi mainan buat adik Nooha sesuai usianya.

PR saya adalah memberi pengertian kepada kakak Noofa agar mau dan merasa ikhlas berbagi dengan adik Nooha. Hal tersebut sebagai bagian untuk mendidik kakak Noofa supaya lebih dewasa dengan kehadiran adik. Rasa cemburu yang dimiliki oleh kakak jelas merupakan hal yang wajar, karena sebelum kehadiran adik, kakak seakan menjadi putri raja yang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari saya dan suami 100 % hanya untuk dia. Namun saat ini dengan hadirnya adik tentu saja perhatian dan kasih sayang yang kakak terima menjadi terbagi dengan adik, *Percayalah, Nak.. kami sayang kak dan adik, sama-sama 100%*

Oiya, memang katanya wajar yaa kalau punya anak sama-sama perempuan terus cemburu gitu? Apa kakak Noofa masih terbilang ‘masih kecil’ untuk mempunyai adik? Kalau kata tetangga, rasa cemburu itu bisa dikendalikan namun setiap anak beda-beda masa cemburunya itu. Karena penasaran, saya bertanya sama ibu saya soal cemburu ini, ternyata saya juga dulu kaya gitu sama adik saya. Haha. Sifat saya nurun ke Noofa :P terus apa yang Ibu saya lakukan waktu itu?

“Awalnya, ibu membelikan barang apapun serba dua, serba kembar. Sandal kembar, baju kembar, mainan kembar, sepatu kembar, bahkan sampai beli perhiasan juga kembar. Tujuannya supaya kamu dan adik ‘gak rebutan. Tapi ternyata sama aja, udah punya sendiri-sendiri tetep iri-irian. Kamu yang nggak mau ngalah!” begitu ibu bercerita. Hahaha.. ternyata kecil saya begitu toh? Kalau mendengar cerita ibu gitu saya malah jadi malu, ternyata lebih parah saya dibanding Noofa. Hehehe..

“Tapi Bapak bilang kalau seperti itu yaa percuma saja karena ntarnya anak-anak nggak ngerti konsep berbagi, akhirnya setelah saya sekolah SD, ibu nggak beli serba kembar lagi, misalnya mainan yaa beli mainan semau anaknya. Ntar boleh saling pinjem. Bapak juga adil, adil di sini bukan berarti memberi apa saja dengan barang yang sama, tetapi memberikan apa-apa disesuaikan dengan kebutuhan”. Lanjut ibu bercerita. “nanti juga setelah gede, ngerti sendiri” lanjut Ibu. Haha. Iya lah kalau udah gede kan udah bisa ngerti dan mikir.

Tapi nggak ada salahnya mencoba supaya sejak dini bisa berbagi tanpa ada air mata kakak Noofa. Soalnya kalau sudah nggak boleh, kakak Noofa mesti pakai jurus nangis. Huhuhu. Apa karena saya terlalu memanjakan kakak Noofa, ya?

Atau temen-temen punya pengalaman yang serupa, pliiisss bantu saya dong. Gimana caranya supaya cemburunya kakak cepet ‘sembuh’. Share yaa di komentar. Makasiihh..