Air Susu Ibu dan ASI Booster Tea

Saya adalah seorang ibu dua anak perempuan yang cantik-cantik. Usia kakak 4 tahun 6 bulan, dan usia adik baru 2 bulan 3 minggu. Sejak punya anak pertama, saya bertekad kuat untuk bisa memberikan air susu ibu secara eksklusif selama 6 bulan pertama, kemudian dilanjutkan hingga dua tahun. Namun, faktanya, kakak dulu pernah kecolongan dikasih bubur bayi instan oleh yang momong dia. Akhirnya kakak menjadi diare. Sediiih sekali dulu rasanya, ditinggal kuliah, sudah susah payah saya memerah asi dan memberikannya kepada yang momong kakak buat persediaan kakak selama saya tinggal, eh waktu pulang asi perah saya masih utuh, dan kakak dikasih bubur. Meskipun sedikit dan hanya sekali, tapi tetep saja, ibarat air jernih menjadi keruh. Pengen eksklusif, jadi batal, meskipun itu hanya sekali kecolongan. Hiks.

Saya sangat percaya Air Susu Ibu (ASI) sangat penting untuk perkembangan bayi, terutama untuk bayi yang baru lahir. Makanya untuk anak ke dua saya ini saya benar-benar kenceng banget agar bisa memberikan asi eksklusif, saya memilih untuk meminimalisir meninggalkan adik supaya nggak kecolongan lagi.

ASI sendiri memiliki banyak kandungan di dalamnya sehingga dapat membuat bayi memperoleh banyak asupan yang sesuai jika dibandingkan dengan meminum susu formula buatan pabrik-pabrik. Bayi usia 0 – 6 bulan sangat membutuhkan asupan nutrisi yang banyak. Dan air susu yang memiliki banyak kandungan nutrisi adalah ASI. Ibu-ibu pasca melahirnya seharusnya bisa memberikan ASI-nya untuk bayi-bayinya. Kecuali apabila ada masalah dengan kesehatan, ada Ibu yang tidak bisa memberikan asinya. Dan menurut pengakuan teman saya yang tidak bisa menyusui karena asinya tidak keluar akibat kelainan hormon, dia sangat sedih, tercabik hatinya, sakit! Melihat bayinya menyusu susu formula.

Sejatinya banyak faktor yang mempengaurhi produksi ASI. Salah satunya adalah kondisi hormon seorang Ibu. Produksi ASI di dalam tubuh bergantung terhadap dua hormon yaitu prolaktin dan oksitosin. Hormon Prolaktin untuk produksi ASI. Sedangkan untuk hormon oksitosin untuk proses pengelauran ASI. Semakin banyak nutrisi yang masuk ke Ibu maka semakin banyak hormon prolaktin yang dihasilkan, semakin banyak prolaktin maka akan semakin banyak pula produksi air susunya. 


 
Oleh karena itu banyak yang bilang, ibu menyusui harus banyak makan makanan yang kaya akan nutrisi, ini bertujuan untuk memperlancar produksi ASI.

Hormon Oksitosin bekerja tergantung pada sering atau tidaknya puting susu dihisap oleh bayi. Semakin sering dihisap maka akan semakin banyak produksi hormon oksitosin dan ini sangat berpengaruh terhadap lancarnya ASI yang keluar. Ada yang bilang Hormon oksitosin ini adalah hormon kasih sayang, karena berhubungan dengan susasana hati dan perasaan seorang ibu pada saat meyusui bayinya.

Kedua hormon ini bisa terus berproduksi di dalam tubuh seorang Ibu menyusui apabila seorang ibu makan makanan bergizi, seorang ibu yang memenuhi kebutuhan nutrisi tubuhnya akan lancar asinya. Makan makanan gizi seimbang seperti sayur, buah, dan banyak minum air putih.

Selain makan makanan bergizi, Ibu menyusui harus meningkatkan frekuensi menyusui, bisa juga dengan memompa atau memerah asi. Hal ini tentu saja bertujuan untuk menciptakan produksi asi semakin melimpah. Semakin jarang ibu menyusui maka semakin sedikit asi yang diproduksi, begitupun sebaliknya.

Menghindari sesuatu yang dapat mengganggu psikologis ibu. Ibu yang stres, misalnya, ini akan berpengaruh pada produksi asi. Faktor kejiwaan menjadi salah satu penyebab berkurangnya ASI dan ini berakibat buruk pada bayi karena jumlah asi yang dihisap sedikit. Maka seorang ibu diharapkan selalu dalam keadaan rileks, tenang, dan bahagia.

Merawat payudara, dengan cara memijat-mijat payudara dan membersihkannya dengan menggunakan air hangat. Ibu menyusui itu nggak usah takut payudaranya lembek dan gak kencang lagi. Karena memberikan ASI jauh lebih penting. Nanti, ada saatnya perawatan lebih ke dokter spesialis supaya payudara bisa kencang kembali seperti saat belum menyusui. Hehe

Konsumsi ASI booster, ini juga bisa membantu memperbanyak produksi ASI. Booster yang dipilih haruslah yang dibuat dari bahan alami. Ada banyak ASI booster yang dijual di pasaran, tapi saya punya satu produk asi booster yang sangat recomended. Namanya ASI BOOSTER TEA.

ASI Booster Tea merupakan minuman teh pelancar ASI alami. Poduk ini asli buatan Indonesia dan pertama di Indonesia yang bisa meningkatkan jumlah ASI hingga 900% dalam waktu 24 Jam.

Dikutip dari website Nakibu, beberapa keunggulan ASI Booster Tea antara lain :

  • Dapat melancarkan ASI hingga 900% dalam waktu 24 Jam – 72 jam 
  • Terbuat dari 100% bahan herbal seperti Fenugreek seed, fenugreek powder, FENNEL SEEDS,Fennel powder, ANISE, cinnam venum, alpinia powder, dan habbatussauda sehingga aman untuk ibu dan bayi  
  • Lebih ekonomis, tanpa konsumsi susu formula ASI ibu Insya Allah lancar dan sehat.  
  • Asi Booster Tea diracik secara tidak main-main, dengan komposisi takaran bahan yang benar-benar tepat dan presisi sehingga begitu ampuh melimpahkan asi sekaligus benar-benar aman bagi ibu & bayinya.  
  • Harganya terjangkau, satu botol IDR 120k dan untuk dikonsumsi selama satu bulan.  
  • Produk sudah dikonsumsi oleh jutaan ibu menyusui.
Dari keunggulan yang dipunyai ASI Booster Tea tersebut, maka produk ini menjadi pilihan tepat untuk para Ibu menyusui yang ingin mempunyai ASI banjir. 

Lalu, Bagaimana cara mengkonsumsi ASI Booster Tea ini? Gampang saja.. 


1.   Rebus 1 sdm dengan 2 gelas (500 ml)air atau 2 sdm dengan 3 gelas (750 ml) air selama 30 menit api sedang/kecil, tunggu sampai berubah warna menjadi lebih pekat/kekuningan, kemudian saring.
2.  Dibagi menjadi 2-3 gelas untuk 2-3 kali sehari (pagi dan sore atau pagi, siang dan sore)
3.  Boleh ditambah pemanis seperti gula batu, atau bisa juga dikombinasikan dengan madum supaya lebih enak rasanya.
4.   Perah ASI 2 jam sekali. Lebih baik lagi jika sering disusui langsung
5.  Perah selama 30 menit, bisa dibagi 15 menit pertama, kemudian beberapa saat lagi lanjutkan 15 menit terakhir
6.   Setidaknya dalam sehari 8-12 kali menyusui/perah.
7.   Hasil perahan akan lebih banyak saat terjadi LDR (Let Down Reflex), maka bisa juga perah ASI pada payudara yang lain saat menyusui
8.   Jaga asupan nutrisi, penuhi pedoman umum gizi seimbang
9.   Olahraga secara teratur
10. Produk ini sangat disarankan untuk Ibu menyusui, tetapi tidak disarankan untuk ibu hamil

Semoga bermanfaat, ya. Yuk, Semangat ngASI!

Curhat tentang Cemburunya Kakak kepada Adiknya



Assalamu’alaikum sahabat semua.. semoga sehat wal afiyat selalu, yaa.....  Amin..


Sebelumnya saya mau tanya dulu ah, yang sudah punya dua anak atau lebih dengan jenis kelamin sama-sama cewek atau sama-sama cowok, baju kakaknya waktu bayi yang masih layak pakai diturunin ke adiknya nggak? Atau.. selain baju, mungkin mainannya? Kasurnya? Lemarinya? Bak mandinya?


Saya lagi bingung, nih. Jadi gini, kakak Noofa nggak bolehin kalau baju-bajunya dia waktu bayi dipakai adiknya. Dia bilang itu baju bayi punya Noofa, adik nggak boleh pakai.
“Adik beli sendiri aja” kata Noofa gitu.

Rasa cemburunya dia masih belum bisa ‘sembuh’ nih. Kemaren aja, saya udah jahitin kerudung Noofa karena masih agak lebar, pikir saya kan biar nggak usah beli kerudung, lagipula itu kerudung udah kecil banget kalau dipakai Noofa. *Yaa iyalah, kerudung waktu Noofa bayi*.. Ehhh, pas ketahuan si Noofa, langsung diambil kerudungnya dan ‘gak boleh dipakai adik Nooha. Hhffft!

Adik memang belum punya kerudung sendiri karena saya belum membelikannya, kemaren pas mau pergi ke acara kopdar Blogger Semarang akhirnya adik Nooha nggak jadi pakai kerudung tapi pakai bandana. Hihihi *Nggak papa yaa Nok ayu.. nanti Umi belikan kerudung buat adik*

Selain baju dan kerudung, ternyata Noofa juga belum ‘ikhlas’ kasur bayinya dipakai adik, padahal udah lamaaa banget kan Noofa nggak pakai lagi, ehh tapi pas kasur itu mau dipakai buat bobok adik, begitu ketahuan Noofa langsung diambil dan kasurnya dipakai dia tidur, sampai sekarang. Padahal jelas banget itu kasur kekecilan ditidurin dia. Hahaha. Ada-ada aja itu anak!

Ibu saya bilang, itu efek cemburu dan takut kalau perhatian saya dan abinya berkurang dengan memberikan barang-barang dia ke adiknya seakan-akan kami lebih sayang adik, padahal kah enggak gitu maksudnya. *____*

 

Padahal saya sudah memberi pengertian ke kakak akan pentingnya berbagi, apalagi berbagi dengan adik sendiri. Soal pakaian, banyak banget baju dia yang masih bagus-bagus. ‘Kan nggak mungkin juga kalau dipakai lagi sama Noofa. Saya kan pengen hemat financial, kecuali kalau adik berjenis kelamin cowok, beda lagi ceritanya. Nggak mungkin dong bayi cowok dipakein rok. Haha.

Soal lungsuran ini, bukan berarti adik tidak memiliki baju bayi sendiri lho ya, saya juga sudah membelikan baju baru buat adik, akan tetapi jumlahnya memang masih terbatas, tapi kalau mainan, udah nggak tahu pada ke mana mainan Noofa jaman bayi. Paling nanti saya beli lagi mainan buat adik Nooha sesuai usianya.

PR saya adalah memberi pengertian kepada kakak Noofa agar mau dan merasa ikhlas berbagi dengan adik Nooha. Hal tersebut sebagai bagian untuk mendidik kakak Noofa supaya lebih dewasa dengan kehadiran adik. Rasa cemburu yang dimiliki oleh kakak jelas merupakan hal yang wajar, karena sebelum kehadiran adik, kakak seakan menjadi putri raja yang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari saya dan suami 100 % hanya untuk dia. Namun saat ini dengan hadirnya adik tentu saja perhatian dan kasih sayang yang kakak terima menjadi terbagi dengan adik, *Percayalah, Nak.. kami sayang kak dan adik, sama-sama 100%*

Oiya, memang katanya wajar yaa kalau punya anak sama-sama perempuan terus cemburu gitu? Apa kakak Noofa masih terbilang ‘masih kecil’ untuk mempunyai adik? Kalau kata tetangga, rasa cemburu itu bisa dikendalikan namun setiap anak beda-beda masa cemburunya itu. Karena penasaran, saya bertanya sama ibu saya soal cemburu ini, ternyata saya juga dulu kaya gitu sama adik saya. Haha. Sifat saya nurun ke Noofa :P terus apa yang Ibu saya lakukan waktu itu?

“Awalnya, ibu membelikan barang apapun serba dua, serba kembar. Sandal kembar, baju kembar, mainan kembar, sepatu kembar, bahkan sampai beli perhiasan juga kembar. Tujuannya supaya kamu dan adik ‘gak rebutan. Tapi ternyata sama aja, udah punya sendiri-sendiri tetep iri-irian. Kamu yang nggak mau ngalah!” begitu ibu bercerita. Hahaha.. ternyata kecil saya begitu toh? Kalau mendengar cerita ibu gitu saya malah jadi malu, ternyata lebih parah saya dibanding Noofa. Hehehe..

“Tapi Bapak bilang kalau seperti itu yaa percuma saja karena ntarnya anak-anak nggak ngerti konsep berbagi, akhirnya setelah saya sekolah SD, ibu nggak beli serba kembar lagi, misalnya mainan yaa beli mainan semau anaknya. Ntar boleh saling pinjem. Bapak juga adil, adil di sini bukan berarti memberi apa saja dengan barang yang sama, tetapi memberikan apa-apa disesuaikan dengan kebutuhan”. Lanjut ibu bercerita. “nanti juga setelah gede, ngerti sendiri” lanjut Ibu. Haha. Iya lah kalau udah gede kan udah bisa ngerti dan mikir.

Tapi nggak ada salahnya mencoba supaya sejak dini bisa berbagi tanpa ada air mata kakak Noofa. Soalnya kalau sudah nggak boleh, kakak Noofa mesti pakai jurus nangis. Huhuhu. Apa karena saya terlalu memanjakan kakak Noofa, ya?

Atau temen-temen punya pengalaman yang serupa, pliiisss bantu saya dong. Gimana caranya supaya cemburunya kakak cepet ‘sembuh’. Share yaa di komentar. Makasiihh..

Priceza: Belanja Online Nggak Takut Kemahalan

Hallo haii haii.. Assalamu’alaikum... 

Siapa yang suka belanja online, ngacuuuuung?!

“akuuu...”

Hahaha.. aku emang sampai sekarang sukaaa banget belanja online. Bahkan tadi pagi aja aku baru transfer sejumlah uang untuk bayar barang yang aku order dari salah satu toko online. Hihihi..

Percaya atau tidak, semakin ke sini semakin banyak orang yang memilih berbelanja via toko online ketimbang toko offline. Menurutku sih karena lebih praktis. Tetapi bila untuk keperluan mendadak, belanja ke toko langsung yang paling tepat. Hihihi. Jadi memang harus disesuaikan dengan kebutuhan. Betul, tidak?

Kalau aku nih ya, misal ada keperluan mendadak seperti beli barang yang akan digunakan hari itu juga, biasanya aku beli di toko konvensional, tetapi sebelum ke toko tersebut, aku kepoin beberapa toko online langganan untuk cek harga. Maksudnya supaya aku bisa mengira-ngira berapa banyak uang yang harus aku siapkan untuk membayar barang yang hendak aku beli. Misal kemaren waktu aku mau beli botol kaca untuk tempat ASI, aku kepoin toko bayi online langgananku. Setelah sudah tahu kisaran harganya, aku langsung pergi ke toko bayi langgananku dan membeli botol asi kaca. Aku memilih beli di toko offline karena aku mau pakai botol asi itu hari itu juga.

Pernah juga waktu aku mau beli cooler box, aku kepoin toko online lain seperti tokopedia, lazada, shopee, dan masih banyak lagi. Aku  catat harganya satu-satu, terus aku pilih yang paling murah dan tentunya memilih toko online yang punya reputasi bagus dan good review. Saat itu aku juga sebenarnya aku udah survei harga di toko online langgananku. Hehehe.. jadi waktu nemu barang di toko online dengan merk yang sama tapi harganya lebih murah, aku gak pakai pikir panjang. Langsung beli cooler box dari tokopedia. Hahaha.

Hobi bandingin harga sebelum belanja ini sudah aku lakukan sejak dulu, sejak aku mulai suka belanja online. Tujuannya tentu supaya aku bisa mendapatkan barang yang aku inginkan dengan harga yang murah. Namun, cara yang aku lakukan dulu sangat konvensional. Saya instal banyak aplikasi toko online di HP aku kemudian cari barang yang aku cari, mengetiknya satu persatu di setiap aplikasi. Kemudian aku tulis di kertas atau kalau males nulis aku screenshut layarnya. Sampai aku menemukan harga paliiing murah. Hihihi.. ribet, ya? Nggak apa-apa si, ribet. Yang penting aku puas karena mendapatkan barang yang aku inginkan.
 
versi PC

E tapi setelah ada priceza, aku udah gak ribet pakai cara konvensional gitu lagi. Udah pada tahu belum apa itu priceza? Yang demen belanja dan suka bandingin harga  harus tahu donk, ya.

Priceza adalah situs online pembanding harga yang jadi referensi aku untuk belanja online. Priceza.co.id bisa dibuka dari smartphone dan juga PC. Situs warna orange ini bikin seger mata saat stalker harga barang incaran. Hahaha. Priceza indonesia ada aplikasi mobile-nya juga loh, jadi pengguna IOS dan android bisa mudah instal aplikasi ini, gratis!
 
versi mobile
Setelah terpasang di smartphone, kamu tinggal buka aja. tampilan navigasinya sangat friendly. Aplikasi Priceza kini lebih baik! Jadi lebih mudah banget buat cari barang yang kamu incar. Misal mau cari handphone asus zenfone 3 max, kamu bisa ketik di kolom cari “asus zenfone 3 max” nanti akan muncul banyak pilihan, tinggal pilih sesuai keinginan. Di sana akan langsung muncul beberapa toko online rekomendasi lengkap dengan harga dan review serta ratingnya. Jadi, kamu bisa dengan mudah menemukan toko yang menjual HP tersebut dengan harga yang bersahabat dengan kantong kamu. Mudah, kan?






Buat aku, aplikasi ini sangat membantu banget. Hasrat belanjaku terpenuhi dengan tanpa sesal mendalam karena harga kemahalan. Hihihi. Karena dengan prizeza ini, belanja online nggak takut kemahalan.

Bagaimana? Masih mau pakai cara konvensional kaya aku dulu? Duuh, jadul banget. Buang-buang waktu dan boros kuota. Hahaha.. So, buat temen-temen yang belum download aplikasinya mendingan download aplikasinya sekarang!

Oiya, kalau kamu pengguna  iphone, download aplikasi priceza via app store dan pengguna android bisa download aplikasi priceza via googleplay.

Udah dulu ya, aku mau cari baju bayi buat adik Nooha dulu di priceza. Sampai jumpa di postingan berikutnya. 

Selamat belanja, #ehh! Assalamu’alaikum.

Pertama Kali Berkunjung ke Bali? Simak Basic Tips Berikut Ini, Yuk!

Meski gaung kemahsyuran Bali dari sisi pariwisata sudah lama terdengar, nyatanya masih banyak masyarakat Indonesia sendiri yang belum pernah menjejakkan langkahnya di Pulau Dewata. Bahkan, ada pula yang sudah cukup sering melancong ke berbagai wilayah di Indonesia, tetapi belum berkesempatan mencicipi keelokan alam dan budaya Bali.
Namun, tentu saja hal tersebut bukan suatu masalah, karena selalu ada kesempatan untuk bisa berkunjung ke sana. Nah, jika Kamu adalah salah seorang yang sedang merencanakan liburan ke Bali, beberapa tips berikut ini patut Kamu simak.
 Ke Mana Harus Pergi?
 
Bali memang sangat luas. Pulau ini terdiri atas delapan kabupaten dan satu kota. Masing-masing wilayahnya memiliki objek wisata yang menarik dikunjungi.Kamu tidak akan mungkin bisa menjejaki setiap jengkal eksotisme Bali hanya dalam hitungan hari.
Ada banyak hal yang ditawarkan Pulau Seribu Pura ini. Pantai, pura, museum, tempat makan, dan masih banyak lainnya.
Agar perjalanan Kamu dalam waktu yang terbatas dapat berkesan dan memuaskan, ada dua opsi yang dapat Kamu pilih: mengeksplorasi Bali berdasarkan wilayahnya—seperti menjelajahi dan mengupas tuntas wilayah Ubud-Gianyar, atau menjelajahinya berdasarkan jenis wisata yang diinginkan misalnya wisata pantai, wisata kuliner, atau wisata budayanya .

Di Mana Harus Menginap?


Pertanyaan ini tentu sebaiknya disesuaikan dengan destinasi yang Kamu pilih. Jika Kamu memilih Kuta sebagai destinasi utama, Kamu bisa memilih penginapan yang berada di sekitar sana.
Di kawasan ini, Kamu tidak perlu bingung. Berbagai kelas penginapan dengan kisaran harga yang bervariasi, berjajar di sepanjang jalan, .
Jika destinasi wisata Kamu terpencar, ada baiknya Kamu mencari penginapan yang terletak di antara keduanya. Ada banyak penginapan yang tersedia di kawasan Denpasar, salah satunya Harris Hotel Bali.
Selain letaknya yang strategis di Kota Denpasar, fasilitas dan harga yang ditawarkan pun sangat menarik. Untuk penawaran terbaik, Kamu bisa memesan kamar di Harris Hotel Bali via Traveloka.
 Adakah Waktu Tertentu yang Sebaiknya Dipilih?
 
Bali tetap ramai sepanjang tahun, kecuali pada saat Nyepi. Saat hari raya ini, seluruh umat Hindu di Bali harus melakukan empat pantangan yang dikenal dengan sebutan Catur Brata Penyepian.
Mereka tidak diperkenankan untuk menyalakan api, bekerja, bepergian, dan menikmati hiburan. Dengan demikian, tentu pulau ini akan menjadi lengang dan sepi.
Sebaiknyanya,hindari berpelesir ke Bali saat musim liburan. Turis domestik–khususnya anak sekolah–biasanya kerap menjadikan periode liburan untuk berwisata ke Bali dengan rombongan menggunakan bus.
Selain itu, hindari pula saat musim dan cuaca sedang buruk. Selain penerbangan dan penyeberangan yang kerap terganggu, Kamu juga tentu ingin menikmati Bali di bawah hangatnya terik mentari, bukan?
 Apa yang Harus Diperhatikan dan Dipersiapkan?


Source: puttingmetogether.stfi.re
1.     Memilih tempat makan
Bagi wisatawan muslim khususnya, Kamu harus dapat lebih jeli dalam memilih tempat makan. Seperti yang kita tahu, penduduk mayoritas Bali tidak memeluk agam Islam, dan wisatawan yang datang pun beragam. Namun tenang, tidak sedikit rumah makan yang menyediakan masakan halal–Kamu hanya perlu lebih cermat dan mau bertanya.
2.     Jangan menginjak banten
Kamu akan menemukan banyak banten di Bali. Banten merupakan sajen yang diwadahi oleh janur dan biasa diletakkan di pintu masuk atau jalan-jalan yang sering dilalui orang. Untuk itu, perhatikan langkah Kamu selama menjajaki tanah Bali.
Lantas bagaimana jika terlanjur menginjak? Jika Kamu menginjak banten di depan pemilik tempat atau warga sekitar, Kamu sebaiknya segera berkata maaf. Namun tentu saja, Kamu tidak sebaiknya dengan sengaja menginjak banten.
3.     Sesuaikan busana dengan destinasi tujuan
Tidak masalah jika Kamu berpakaian terbuka saat mengunjungi pantai atau objek wisata alam terbuka lainnya. Namun jika tujuan Kamu adalah objek wisata yang disakralkan, seperti Pura Uluwatu, Pura Besakih, dan semacamnya, Kamu harus menghormati dan mengikuti aturan. Kamu dapat menggunakan kain untuk menutup bagian yang terbuka.
4.     Sewa sepeda motor
Cara terbaik untuk menikmati Bali adalah dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor. Apabila lokasi wisata dan tempat Kamu menginap tidak terlalu jauh, Kamu bisa berjalan kaki. Namun apabila jarak penginapan dan objek wisata tujuan atau jarak antardestinasi cukup jauh, Kamu bisa menyewa sepeda motor.
Selain lebih cepat, tentu akan lebih hemat dibandingkan harus menggunakan taksi atau menyewa mobil. Jangan lupa untuk mencari informasi lebih dulu mengenai harga sewa dan jangan takut untuk menawar.
5.     Cari penginapan tanpa over budget
Sesuaikan penginapan dengan anggaran yang dimiliki. Pkamui-pkamuilah menyusun rencana perjalanan dan anggaran. Terutama jika Kamu berkunjung untuk beberapa hari, pilihlah penginapan dengan harga yang tidak terlalu tinggi namun tetap nyaman dan apik, seperti Harris Hotel Bali.
Itulah beberapa tips mendasar bagi Kamu yang akan mendatangi Bali untuk kali pertama. Semoga membantu dan happy traveling!