Skip to main content

Masakan China dan Masakan Eropa Andalan Keluarga Ade Anita



Bismillah,

Alhamdulillah Ramadhan sudah memasuki hari ke empat, itu berarti lebaran kurang 26 hari lagi. *apaan sih?* hihihi

Semoga puasa kita semua lancar, ya. Amin.

Betewe, menu buka puasa sahabat semua apa nih? Tiap hari gonta-ganti menu masakan, kan? Saya juga begitu, hari pertama masak sayur soup bakso dan teman-temannya, hari ke dua saya masak soup jagung luget dan teman-temannya, kemaren saya masak sayur asem yang asem banget dan teman-temannya. Teman-teman sayur itu ada tempe goreng, tahu goreng, sambel, kerupuk, dan tumis. Hihihi

Oiya, ngomongin soal masak memasak, saya jadi inget salah satu temen blogger yang cantik dan awet muda. Mbak Ade Anita si empunya blog berjudul Ocehan Ade Anita. Saya pernah membaca salah satu postingannya waktu dia bertemu dengan sang calon suami, kala itu. Dalam percakapan mereka berdua, mbak Ade bilang katanya nggak bisa masak, tetapi si calon suami yang tak lain dan tak bukan adalah seorang dosen di kampus tempat mbak Ade kuliah tetep menerima mbak Ade apa adanya. So sweet, ya.. :)

 
header blog mbak Ade Anita

Nah, yang membuat saya penasaran, kira-kira setelah sekian lama mereka menikah. Apakah mbak Ade tetep nggak bisa masak? Tergelitik iseng saya bertanya langsung ke mbak Ade, kira-kira begini chit-chat kami berdua:

Saya: “hallo, Mbak, apa kabar? Hmm.. mau mau tanya duonk.. hehe..  mbak kan bilang dulu gak bisa masak, sekarang sudah bisa masak belum? Hehehe” Masakan apa saja sih yang jadi andalan keluarga dan dimasak sendiri oleh mbak ade?

Tuh kan iseng banget saya tanya begitu sama mbak Ade, nggak ada maksud apa-apa sih, aslinya kemal (kepo-maksimal) karena saya juga ngelihat rumah tangga Ibu dan Bapak saya, ibu saya memang bisa masak, tetapi yang lebih sering masak di dapur justru Bapak saya. Suami saya juga begitu, dulu, sebelum jadi suami, dia nggak bisa masak sama sekali, setelah menjadi suami dia malah semangat minta diajarin masak. Karena setiap orang bisa berubah, kan? Apalagi soal masak memasak yang sebenernya sangat mudah. Sangat bisa dipelajari, atau beli buku resep kemudian praktik. Iya, kan? Seperti jawaban mbak Ade dari pertanyaan saya di atas.

Mbak Ade: “sekarang sudah bisa masak duonk. waktu mau nikah dulu, aku kan ngasi undangan ke teman2 angkatanku di jurusan kuliah. mereka tanya, mau dikadoin apa? aku minta buku masakan. nah.. mereka ngasih kado buku masakan beneran dan itu gampang-gampang semua buat dipraktekin.”

Kemudian mbak Ade menambahkan:

Tapi, setahun setelah nikah, aku kan ikut suamiku ke Sydney, Australia, nah, pengalaman pertama memasakku jadi bukan masakan Indonesia. Tapi masakan yang aku pelajari di Sydney. Kebetulan, karena ketemu sama mahmud-mahmud (mamah muda) yang pada dasarnya sama2 nggak bisa masak, jadi aku dan mereka belajar masak masakan yang praktis2 aja. Dan masakan Chinese food serta beberapa masaka Eropa itu praktis2 semua. Nah.. jadi, kalo minta aku bikin masakan Indonesia sampe sekarang aku nggak jago. Tapi kalo minta bikin masakan Chinese food atau Eropa food nah... belum tentu jago  juga sih.. wkwkwkwkkw

Anak dan suami pengertian banget kok. mereka nerima apapun masakan yang aku hidangkan di rumah.

Ini salah satu resep andalanku tuh.. tahu goreng gandum.... resepnya ada di http://www.cariangin.com/2016/05/resep-tahu-goreng-gandum.html


Karena pinisirin, saya pun buka link yang dikasih mbak Ade, ternyata resep tahu goreng gandum itu mudah, tetapi saya belum pernah memasak masakan kaya gitu. Hihihi.

Ketika saya bertanya dengan mbak Ade lagi kenapa dia lebih memilih masak masakan China dan Eropa ketimbang masakan Indonesia. Mbak Ade menjawab dengan bahasa guyon khas banyolan mbak Ade. Oiya saya lupa, mbak Ade ini kelihatan awet muda karena orangnya seneng terus, nggak dendaman, suka iseng plus jahil, nggak suka su’udzon,  dan seneng ketawa karena orangnya memang ceria terus.

Saya : “Masakan Cina dan Eropa yang kaya gimana? Sampe skrg masih juga masak masakan sono, mbak?

Mbak Ade : “Iya, sampe sekarang...  Sepertinya iya. Karena suamiku sekarang cepet banget naik kolesterolnya kalau ketemu santan dan jeroan. padahal masakan Indonesia sering pake santan dan jeroan. Jadi aku lebih sering masak yang ringan2 aja... kayak stir fry (tumis2an sederhana di Eropa, bumbunya cuma bawang putih cincang sama garam sama merica lalu kasih peter seli atau daun ketumbar cincang)... salad (potongan sayuran segar yang cuma disiram air panas aja, terus dikasih olive oil, garam, gula), atau olahan cepat ayam (cuma ayam diungkep ama kecap asin, garam, gula, jahe+bawang putih halus.  Kalau yang ini masakan Cina. Kalau nggak ada ayam  yaa bisa diganti dengan tahu atau tempe atau daging yang dipukul pukul dulu biar empuk). Atau bikin pure kentang (perkedel versi Eropa.. kentang rebus dihalusin, dikasih susu cair, merica garam. Hidangkan, deh!. Nanti kalo ada saus barbeque tinggal dikasi aja). Memilih masakan sana karena aku nggak begitu suka ngulek2 aneka bumbu yang rumit...  ribet dan banyak-banyakin cucian. enaknya masakan sono kan nggak banyak bumbunya. jadi dapur nggak cepet kotor. Hahaha.

Nah, kan! Mbak Ade sekarang sudah jago masak. Apalagi bulan Ramadhan kaya gini, mbak Ade pasti semangat nyiapin makanan untuk sahur dan buka untuk keluarganya. Dengan masak masakan yang praktis (bukan masakan siap saji, lho) tentu waktu yang dibutuhkan juga lebih cepat, bumbu yang diperlukan juga nggak ribet dan banyak. Benar juga kata mbak Ade, kalau masak masakan Indonesia, apalagi Jawa dan Padang, kalau bumbunya nggak luget dan banyak, kurang nampol rasanya.

Berbeda dengan suami saya yang sampai sekarang demeeen banget makan lauk sayur bersantan, opor ayam khas Blora yang bumbunya banyak kemiri dan pedes. Kalau saya masaknya kurang pedes katanya kurang sedap.

Memang sih, selera lidah orang berbeda-beda, ya, esok entah kapan waktunya kalau saya bertemu mbak Ade Anita, saya pengen dimasakin tahu goreng gandum yang menjadi masakan andalan mbak Ade dan keluarga, mungkin kita nanti barter masakan ya, mbak. Mbak Ade mau dimasakin apa sama saya? Hehe..

Ingin kenalan dengan mbak Ade Anita?
Ini ada beberapa akun sosial medianya:


 

Facebook: facebook.com/ade.anita.5


Twitter: @adeanita4


Instagram: @adeanita4


Email: adeanit4@yahoo.co.id



Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi..  Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya i ni cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu a

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare. Gambar pinjem dari web iinformasitips