Skip to main content

Tips Liburan Murah Meriah Ala Noorma

Haii haii haii.. Apa kabar semuanya? Tak terasa wiken sudah mau habis (makanan kaleeeee haha). Besok sudah Senin lagi dan kita semua kembali ke aktifitas mingguan seperti hari-hari biasa. Tapi, akan ada wiken-wiken selanjutnya, kok. So, jangan khawatir, kalau ada yang belum puas liburan di wiken ini, bisa dilanjutin di wiken berikutnya. Ok!


Bicara soal liburan, kamu paling suka pergi ke mana? Ke rumah saudara? Ke pantai? Ke gunung? Ke cafe? Ke Mall? Ke Jembatan? Atau ke Perpustakaan? Hihihi. Setiap orang pasti punya rencana untuk liburan, ya. Tapi, kalau nggak punya duit, gimana donk? Bete pasti yak kalau pas liburan pengen keluar ke suatu tempat tapi nggak ada duit. Eiits.. Jangan manyun gitu duonk.. Nih, saya punya tips liburan yang murah meriah, tentunya ala Noorma, duonk, ya. Dan ini based on my experience, loh.


Yang pertama, niat. Niatnya yang ikhlas, ya. Hehe. Jadi niatin liburan biar hati dan pikiran seneng tanpa keluar banyak duit lillahi ta'alaa.

Kedua, ajak temen biar rame. Mengajak temen, selain biar rame juga bisa ngirits loh, jadi nanti kamu dan temen-temen kamu bisa iuran buat beli makanan dan minuman untuk dibawa ke suatu tempat. Semakin banyak temen, semakin kecil pengeluaran kita. Coba deh buka kalkulatornya.

Ketiga, pergi liburan ke tempat wisata / ke tempat yang gratis. Masih banyak kok tempat buat hang out yang free, atau paling tidak kita cuma ngeluarin uang buat biaya parkir aja. Kalau bingung tempatnya di mana, datang saja ke Kesesi, nanti saya beri tahu. :)

Ke empat, sebisa mungkin usahakan perut sudah terisi makanan. Yups, kalau perut kenyang dari rumah. Jadi nggak banyak jajan di tempat wisata.

Ke lima, pergi berlibur ke rumah saudara. Udah dapat pahala karena menyambung tali silaturahim, manjangin umur, rezeki bertambah pula. Asyik, kan?

Ke enam, pilih tempat wisata yang bisa dijangkau dengan jalan kaki. Wkwkwkk.. Ini mah kebangetan ngiritsnya, yak. Loh, tapi kan banyak juga temen-temen yang rumahnya deket tempat wisata. Atau paling tidak yang bisa dijangkau dengan naik sepeda, atau bisa dengan sepeda motor yang jaraknya bisa pake bensin satu liter buat bolak balik.

Ke tujuh, pergi ke tempat wisata yang dekat dengan rumah teman. Ini pengalaman saya bangetttz. Jadi saya punya banyak temen yang rumahnya dekat dengan tempat wisata, baik pegunungan maupun pantai. Kalau saya pengen ke Guci, misalnya. Saya tinggal bilang ke temen itu, kalau saya mau ke Guci. Nanti janjian waktunya disesuaikan, yang pasti wiken. Dengan begitu, saya bisa masuk ke tempat wisata itu dengan free karena masuknya sama yang 'tuan rumah'. Hehe. Trust me, it works!

Ke delapan, pastikan kondisi badan sedang sehat. Karena kalau misal saja kamu masuk angin saja, liburan kamu pasti nggak bakalan seneng. Yang ada nanti malah kerokan, keluar uang lagi lebih banyak buat beli obat, jamu, dan lain sebagainya.

Itu saja tips Liburan Murah Meriah Ala Noorma. Iya, emang ala saya sendiri. Pengalaman sendiri loh ya.. Hihihi.

Adakah tips dari teman-teman yang lebih murah lagi?? Share yuk..

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Mencetak Kemasan Makanan di Uprint untuk Usaha Snack

Halo, Assalamu’alaikum.. Apa kabar, Februari udah berjalan satu pekan, nih, dan di beberapa mini market udah mulai banyak bertebaran promosi coklat dan segala macam yang berhubungan dengan valentine. Saya sendiri sih enggak pernah merayakan hari Valentine secara khusus, ya. karena menurut saya semua hari sama saja, saya selalu memberikan rasa sayang dan cinta kepada pasangan... pun dengan sesama, eaaa... Kamu pernah ngeh nggak kalau kemasan masakan untuk coklat, kue, permen menjelang Valentine itu lucu-lucu. Saya sih selalu ngeh, bahkan beberapa kali pernah kepincut dan membeli coklat karena suka dengan kemasannya. Kalau Valentine begini mah kebanyakan kemasan warna pink gitu, ya. Tapi ada juga beberapa coklat yang kemasannya selain warna pink. Ngomongin masalah kemasan. Saya jadi ingat teman saya yang buka usaha kuliner snack/jajanan. Tapi dia bingung soal design kemasannya. Namanya usaha kuliner begitu kan hal yang pertama dipikirkan tentu soal personal bran