Skip to main content

6 Kegiatan yang Biasa Dilakukan Saat Libur di Rumah



Membicarakan tentang liburan, tentu setiap orang ingin liburan ke tempat-tempat yang menarik dan menyenangkan. Kalau diadakan voting tentu banyak yang akan memilih Bali, Lombok, Raja Ampat, Ancol, Bandung, dan kota-kota wisata terkenal lainnya sebagai tempat untuk mengisi liburan keluarga. Tapi semua itu kan butuh biaya banyak, dan juga memerlukan waktu yang lama, rugi dunk kalau liburan jauh-jauh tapi cuma sehari, ya kaaan?

Berbica soal liburan, memang saat ini saya bisa dikatakan jarang berlibur ke tempat-tempat wisata apalagi sejak berkeluarga dan memiliki anak kecil. Hari-hari libur biasanya di rumah saja berkumpul bersama keluarga kecil di Kesesi Pekalongan. Atau kalau nggak ketika ada waktu libur tanggal merah berdekatan dengan hari minggu, biasanya saya usahain ke Semarang untuk berlibur bersama suami, maklum suami bekerja di Semarang.

Suami memang setiap weekend mengusahakan untuk pulang ke Kesesi, tepatnya setiap hari Jum’at sore atau nggak ya malamnya baru sampai rumah. Alasannya sihhh kangenn sama  anak, sama istri juga tentunya hehehe. Biasanya ketika weekend kami mengisi liburan di rumah dengan hal-hal positif yang bisa semakin meningkatkan keharmonisan kehidupan berkeluarga kami. Biasanya kegiatan yang saya dan suami lakukan ketika liburan diantaranya:


1.   Mengantar si kecil ke sekolah. Sekolah Noofa memang sampai hari Sabtu, karena suami biasanya Jum’at malam sudah pulang dari Semarang maka keesokan harinya bisa mengantar Noofa ke sekolah. Kalau hari-hari biasa, saya yang mengantar sekalian saya berangkat untuk mengajar. Namun kalau hari Sabtu pasti Noofa minta diantar umi dan abi. Sebagai orang tua yang baik tentu tidak mau membuat kecewa anak, maka saya dan suami biasanya mengantar Noofa ke Sekolah dan pulangnya juga kami jemput berdua.
2. Bersama-sama mencuci baju. Kegiatan ini rutin kami lakukan ketika suami berada di rumah, kami berdua saling membagi pekerjaan tersebut, saya mencuci baju dengan mesin cuci sedangkan suami menjemurnya ketika cucian sudah diangkat dari mesin cuci. Kegiatan ini biasanya kami lakukan di  pagi hari.
3.  Setelah mencuci, kegiatan yang kami lakukan adalah bersih-bersih rumah. Abi Noofa biasanya yang menyapu dan saya bertugas mengepel. Yaa mumpung libur dan ada suami maka kegiatan bersih-bersih rumah bisa kami lakukan bersama-sama. Ibarat pepatah, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, betul nggak?

4.  Liburan di rumah tidak kalah menyenangkan lho, apabila diisi dengan kegiatan yang positif, asal bersama keluarga rasanya membahagiakan. Semisal yang saya lakukan setiap Sabtu sore, saya, suami dan Noofa biasanya rutin jalan-jalan sore naik motor berkeliling desa kami dengan catatan asal tidak hujan. Tempat yang kami tuju biasanya adalah jempatan panjang Kesesi dan juga Bendungan Kaliwadas. Kedua tempat tersebut memang selalu ramai dikunjungi orang-orang saat  sore hari apalagi saat sabtu. Khusus di bendungan Kaliwadas kami bisa melihat orang yang sedang mancing, bermain sepakbola di tepian bendungan, juga bisa melihat secara langsung orang-orang yang mencuci dan mandi di sepanjang aliran sungai irigasi dari bendungan Kaliwadas.
5.  Kalau hujan, pengganti jalan-jalan sore kami adalah main di rumah, mainnya sambil belajar. Menemani Noofa belajar menulis, menggambar dan mewarnai. Kalau sudah bosan, biasanya Noofa minta dibacain cerita dari buku-buku cerita yang dia punya. 

6. Setelah jalan-jalan muter-muter desa tercinta biasanya kami sekeluarga akan mengakhiri acara jalan-jalan dengan makan sore. Warung makan langganan kami adalah warung sederhana milik mak Saroh, di sana biasanya kami makan sego megono, ditemani dengan sambal dan mendoan panas dengan minumnya es kolak. Sungguh nikmat sekali rasanya.

Itulah kegiatan yang biasa saya lsayakan untuk mengisi liburan, bagaimana dengan teman-teman, liburan di rumah biasanya melsayakan apa????.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.