Skip to main content

Purwokerto yang Selalu Kurindu

Saya mengenal kota Purwokerto aka Banyumas belum terlalu lama. Mengenal di sini adalah mengenal dalam arti menapakkan kaki di atas tanah bumi Purwokerto. Tahun 2009 lalu, di mana Om saya menikahi seorang perempuan baik hati asli kota mendoan ini. Pertama kali ke sini saya terkesan sekali, betapa tidak, julukan kota di dalam kota membuat saya pernah dibuat bingung. Purwokerto sebenarnya kota kecil. Bingung! Karena saya dulu pernah kesasar waktu motoran bareng adik saya. Lampu bangjonya banyak banget, perempatannya apalagi. Kalau orang ke sini pertama kali, pasti akan sependapat dengan saya. Kecuali, orang itu nggak bingungan kaya saya. Hahaha.

Dari pengalaman seperti itu, ditambah lagi saya memang tipikal orang yang tidak mudah hafal arah jalan, setiap kali saya pengen ke Purwokerto, saya pasti harus mengabari saudara atau teman untuk saya repotin. Hehe.. Iya! Saya minta untuk menjadi teman setia saya mengelilingi kota kecil ini. Beruntung sekali, setiap kali ada niatan untuk silaturahmi, di situ ada saja kemudahaan yang diberikan Allah.


Dulu, waktu saya masih kuliah S1 di IAIN Walisongo Semarang, saya naik bus atau travel ke Purwokerto, nanti pasti dijemput teman dan nginep juga di kos teman. Jaman dulu saya nggak berani tidur di hotel, karena dulu dalam image saya, hotel itu menyeramkan. Hihi. Ditambah lagi, dulu saya sendirian, merasa takut saya kalau harus bermalam sendirian di hotel. Hahaha..

Dan hari ini, kesekian kalinya saya ke Purwokerto, lagi-lagi saya calling-calling temen blogger. Yaps. Karena saya sekarang blogger, hihihi. Mbak Olipe namanya, seorang yang mengabdikan dirinya untuk kegiatan sosial. Kali ini saya ngrepotin mbak Olipe. Alhamdulillah tadi sampai Purwokerto dengan selamat. Walaupun sempat hujan deras. Begitu sampai di rumah mbak Olipe, kami disuguhi teh panas, kopi panas, dan brownies. Lumayan bisa untuk menghangatkan badan, juga mengisi perut, karena musim hujan itu biasanya bikin perut mudah lapar. #laperan :)

Saya ke kota penuh kenangan ini bukan dalam rangka piknik, melainkan mengantar adik saya yang besok mau try out ujian kompetensi untuk pendidikan profesi perawat di Unsoed. Jadi, hanya semalam saja saya di sini, dan saya akan memanfaatkan waktu luang saya untuk muter-muter. Heehehehe..


Tadi sore, setelah sampai di rumahnya Mbak Olipe, istirahat bentar, terus diajak mbak Olipe jalan-jalan ke Cafe WaPiSa atau Warung Pinggir Sawah. Mau tahu kelanjutaannya? Insya Allah akan saya posting. Karena saya lupa bawa cash-cashan kamera, jadi kameranya mati. Nggak bisa hunting foto deh.. :(

Well, gak apa-apa. Next time saya bisa main ke sini lagi. Kopdar blogger lagi? Pokoke asyik!


Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi..  Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya i ni cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu a