Skip to main content

Cara Mudah Menutup Polis Asuransi yang Dimiliki

Saat ini banyak orang yang mulai melirik investasi melalui polis asuransi. Hal ini terjadi karena berbagai alasan. Pertama investasi melalui asuransi lebih menarik apalagi jika bisa mengikuti promo yang sedang dilakukan oleh perusahaan asuransi. Kedua, asuransi bisa diklaimkan pada saat terjadi sesuat yang kurang menyenangkan. Misalnya sakit atau kecelakaan. Selain itu apabila tidak gunakan, pemilik bisa mengambil kembali uang mereka yang ada di perusahaan asuransi tersebut. Cukup menguntungkan bukan?


Namun dalam perjalanannya sering kali pemilik asuransi enggan untuk melanjutkan investasi mereka pada perusahaan asuransi. Alasan mereka menghentikan investasi pada asuransi berbeda-beda. Ada yang karena alasan finansial dan ada juga yang disebabkan oleh pelayanan perusahaan asuransi yang kurang memuaskan. Apakah Anda merupakan salah satu orang yang ingin menghentikan investasi asuransi? Jika benar sebaiknya Anda mengetahui cara untuk menutup polis yang Anda miliki di perusahaan asuransi. Bagaimanakah caranya? Berikut informasinya untuk Anda.

Cara yang bisa dilakukan untuk menutup polis Anda adalah sebagai berikut:

  • Datangi agen atau kantor asuransi yang menjadi langganan Anda.
  • Mohon kepada staff yang berkaitan untuk melayani permohonan penghentian polis.
  • Setelah itu biasanya Anda akan diberikan formulir penghentian langganan asuransi. Isikan data pada formulir itu sebenar-benarnya. Termasuk isikan nomor rekening bank aktif yang masih Anda miliki.
  • Sertakan bukti polis yang asli agar proses lebih cepat.
  • Jangan lupa sertakan juga foto kopi kartu identitas Anda sebagai pemegang polis.

Itulah cara menutup polis dalam asuransi. Setelah melampirkan persyaratan tersebut, Anda tinggal menunggu prosesnya.

Biasanya proses ini tak berlangsung lama dan tak sampai berbulan-bulan. Uang yang sudah Anda investasikan jika akan dikirim ke rekening bank Anda. Namun besarnya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan mereka. Mungkin menutup polis asuransi memang menjadi hak untuk Anda. Tetapi pertimbangkan matang-matang saat akan menutupnya. Apalagi jika polis tersebut ditujukan untuk kesehatan atau pendidikan anak-anak Anda. Jika Anda menutup polis karena tak nyaman dengan perusahaan asuransi sebaiknya pilih perusahaan asuransi lain yang lebih baik dari sebelumnya. Demikian informasi ini dan semoga bermanfaat.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.