Skip to main content

My Trip, My Education

My Trip, My Education? Wuihh judulnya, rek!  Holahiya, Kamis lalu, saya bersama rombongan Ibu-Ibu Doyan Nulis Semarang dan Blogger Gandjel Rel piknik ke Kota Pelajar, Yogyakarta!
Lha terus, Kenapa saya nulis “my trip my education” di judul postingan ini? Baiklah, akan saya jawab dengan lugas. Ahihihi

Begini, sekitar sebulanan yang lalu, Mak Wuri woro-woro di grup FB IIDN dan GR. Di sana ditulis bahwa IIDN dan GR akan bersama-sama ngadain piknik edukatif pada tanggal 7 januari 2016. Saya langsung cek kalender duonk, ya. Karena kuota terbatas hanya untuk 26 orang, dan saya juga nggak mungkin menyamar menjadi supir bus biar bisa ikut dengan rombongan, akhirnya saya dengan cepat nulis komentar “mauuuuuuuuuuuuuuuu”. Nulis komen dulu lah ya, baru ngatur jadwal. Kebetulan saya sudah free ngajar di dua kampus, jadinya saya mantep bisa ikut. Ijin suami juga, Alhamdulillah dapat ijin. Noofa? Biar nanti sama Abi. Jadi Umi bisa ‘me time'. Haghaghag


Hari berganti hari.. tahun berganti tahun.. tiba lah hari H tersebut. 7 januari 2016 jam 06 pagi saya positif ikut. Kumpul di pos pertama yaitu di Depan Masjid Baiturohman Simpang Lima Semarang, saya bertemu dengan Mbak Muna Sungkar, Mbak Ika, Mbak Cicik, Mbak Dian Nafi, Mbak Archa, Mbak Rinas, dan masih banyak lagi. pos selanjutnya di Tembalang, jemput anggota IIDN dan GR yang lain, seperti Mbak Rahmi, Mbak Nungma, Mbak Dedew, Mbak Fenty, Mbak dan masih banyak lagi. hihihi.

Well, kami sudah kumpul dalam satu Bus Nugroho, dan bisa segera menuju Yogja. Menurut agenda tujuan pertama kami adalah ke penerbit Bentang Pustaka. Perjalanan dari Semarang ke Yogyakarta, Alhamdulillah berjalan dengan lancar  tanpa kejebak macet. Kita sampai di penerbit Bentang Pustaka jam 10 pagi. JOGJA, I AM HERE! Dalam hati saya teriak..

Di Bentang Pustaka Ngapain aja?

Namanya juga My Trip My Education, berarti perjalanan yang kami lakukan adalah perjalanan yang bernuansa pendidikan bukan sekedar senang-senang, dalam istilah lainnya perjalanan piknik yang kami lakukan bertujuan agar kami mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan, terutama ilmu tentang dunia kepenulisan. Yaiya lah, semua peserta piknik suka nulis. Iya, kaya saya, suka nulis status di FB. Hiks.


Di sini kami para rombongan bertemu dengan blogger perempuan hebat seperti Mbak Fenny Ferawati, mbak Ika, dan lainnya. Beberapa memang janjian ketemu di Bentang, karena beberapa dari mereka sudah berdomisili di Yogya, ada juga yang tempat tinggalnya dekat dari Yogya. ^^


Di Bentang banyak di isi dengan sharing bersama tentang sejarah, kepenulisan naskah, penerbitan, buku-buku yang sudah berhasil diterbitkan Bentang Pustaka.



Mas Salman, selaku CEO Bentang Pustaka menjelaskan sejarah Bentang, di mana dulu Bentang Pustaka mempunyai nama Bentang Budaya, salah satu bukunya adalah Kahlil Gibran. Penerbit ini pernah mati suri sekitar tahun 1998, namun kemudian Bentang eksis kembali pada tahun 2004 dengan nama Bentang Pustaka dan bekerja sama dengan grup  penerbit lain seperti Mizan.

Selain bicara tentang sejarah penerbit Bentang, mas Salman juga menjelaskan tentang karakteristik penerbit bentang di mana kebanyakan yang diterbitkan adalah buku atau karya yang bersifat fiksi, tetapi saat ini sudah banyak juga karya non fiksi yang diterbitkan penerbit ini seperti buku panduan pendidikan, dan buku panduan traveling.

Sayangnya sharing kami harus selesai karena waktu sudah menunjukkan waktu duhur. Sesi sharing berakhir dengan pemberian kenang-kenangan dan foto-foto, selanjutnya kami makan siang juga sholat duhur.

Untuk trip selanjutnya kami menuju penerbit ke dua yaitu penerbit Stiletto Book.

Di Stiletto Book jadi banyak ide!

Penebit Stiletto adalah penerbit yang mewadahi penulis-penulis perempuan, baik Karya fiksi maupun non fiksi. Di sini, kami juga mengadakan sharing tentang kepenulisan buku. Untuk saat ini Stiletto Book sedang mencari karya non fiksi bertemakan parenting, bisnis, dan teknologi.

Dari hasil bincang-bincang santai, banyak ide yang muncul untuk kemudian dijadikan naskah dan diterbitkan. Beberapa dari rombongan piknik sudah menjadi penulisnya penerbit stiletto, ada juga yang belum berjodoh dengan stiletto, dan itu menjadi motivasi supaya bisa ‘tembus'.

Mbak Dian Nafi juga kemudian punya ide untuk membuat naskah bertema tentang single mom, karena beliau juga mengalami sendiri dan kisahnya bisa dijadikan inspirasi untuk para single mom di luar sana, semoga segera ter-ACC, ya, Mbak. ^___^


Seperti biasanya dalam sharing, acara ini juga di isi dengan penjelasan dari pihak Stiletto Book , kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab kemudian diakhiri dengan kesan dan pesan serta pemberian cindera mata dari IIDN dan Gandjel Rel. tidak lupa foto-foto duonk ah!


Lalu belanja di stiletto juga tak terlewatkan, saya cuma beli satu pouch motif polkadot. Hihihi.. pas nyari buku anak di Distributor Diandra, bukunya yang saya pengenin kosong. Hiks

Ke Malioboro!

Malioboro adalah salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Yogjakarta.  Saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu saya pernah ke Malioboro nggak untuk belanja, tetapi hanya duduk-duduk sambil minum wedang ronde di pinggir jalan. Menikmati separo malam di sana. Tetapi berbeda dengan piknik kemaren, saya mencari oleh-oleh untuk suami dan anak. Mereka udah pesan, ndak usah membeli jajanan, belinya yang gak bisa dimakan aja. hehehe.. Ya sudah akhirnya saya mencari kaos khas Jogja yang banyak dijual di sepanjang jalan Malioboro. Saya beli lima kaos. Dua untuk anak, dua untuk suami, dan satu untuk saya. Hehe.. (Ya, karena saya sayang mereka)

cekreeekkk!!!

Waktu sudah menunjukkan pukul  18.30 WIB. Sesuai kesepakatan, kami semua harus sudah berkumpul di parkiran di sekitaran BI pukul 18.30 WIB. Saya yang saat itu bersama Arlia, seorang teman sekaligus adik akhirnya memilih naik becak supaya segera sampai di parkiran bus tempat kami para rombongan berkumpul kembali.

Alhamdulillah. My trip kali ini benar-benar menjadi my education untuk saya khususnya. Betapa tidak, dengan mengunjungi dua penerbit tersebut saya bisa menjadi tahu tentang apa saja yang sebelumya saya tidak tahu. Saya mendapatkan banyak ilmu, pengetahuan dan tips-tips bagaimana menjadi seorang penulis. Insya Allah, semoga Allah mengabulkan niatan baik saya ke depannya saya akan mencoba mengabadikan kisah masa kecil saya dalam sebuah buku, yang jelas kepengennya sih bergenre buku motivasi seperti buku-buku self help begitu lah. Amiin..

Perjalanan hari itu berakhir dengan bahagia. Malam sekitar jam 22.30 WIB kami para rombongan sampai juga di depan masjid Baiturrahman Simpang Lima Semarang. Dan saya yakin, nggak hanya saya yang kemudian berfikir untuk segera menerbitkan buku solo, tapi semua rombongan yang ikut piknik ke Jogja tadi langsung nggak bisa tidur karena terbayang-bayang untuk menerbitkan buku bersama salah satu atau bahkan dua penerbit yang sudah kami kunjungi itu. Bismillah…

Terima kasih saya ucapkan kepada Allah yang telah memberikan segala nikmat hingga hari ini, terima kasih kepada IIDN dan Blogger GR yang sudah mengajak saya ikut serta dalam piknik edukatif kemaren, terima kasih kepada bapak sopir dan pak kondektur bus Nugroho, bapaknya sabar banget! Terima kasih kepada suami yang sudah memberi ijin kepada saya, terima kasih untuk Noofa yang sudah sholihah pinter nggak rewel ketika seharian hingga tengah malam bersama Abi.  Semoga perjalanan yang saya lakukan kemarin berkah dan bermnafaat bagi semua, amien...

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.