Skip to main content

Tips Memotret makanan untuk Sosial Media​​

Memotret makanan sebelum dimakan sudah jadi kegiatan yang biasa dan dilakukan oleh siapapun yang punya smartphone. Kenapa gitu? Soalnya kita senang berbagi hal-hal yang membuat kita bahagia, dan makanan adalah salah satunya. Coba perhatiin deh, di medsos itu yang paling banyak ditemuin adalah foto bayi/ anak, kopi, selfie, travelling, dan makanan!

Nah, menurut saya, foto makanan yang keren juga nggak bisa asal-asalan aja. Ada caranya biar foto makanan jadi menarik dan menggugah selera? Ini ada beberapa tipsnya.
.
  • Memilih angle yang tepat

Pilih bagian paling menggiurkan dari sajian tersebut. Makanan sederhana pun bisa tampak begitu menggugah selera jika difoto dari sudut yang tepat.

  • Makanan baru disajikan

Foto makanan segera saat disajikan di meja. Makanan akan terlihat lebih menggiurkan saat masih segar dan posisi makanan serta garnish masih tertata rapi di piring. 



  • Cahaya alami

Waktu yang tepat untuk memotret makanan adalah saat siang hari dan masih ada cahaya alami dari luar. Hindari penggunaan flash! Flash hanya akan menghilangkan warna asli makanan dan cenderung membuat bayangan yang mengganggu.



  • Background

Latar belakang makanan juga bisa mempengaruhi keindahan sajian. Jadi, pastikan tidak ada serbet bekas atau tumpukan piring kotor di belakang piring makanan yang mau difoto.

  • Edit dengan aplikasi/ fitur
Gunakan aplikasi pada smartphone untuk mempercantik foto yang diambil, untuk mengurangi shadow, mempertajam kontras, atau menguatkan warna.




Naaah, menurut yang saya baca di Google nih, buat kamu, para food bloggers, para foodies, atau memang punya hobi food photography,  smartphone Huawei G8 udah pas banget. Fitur GoodFood mode pada smartphone ini dapat menghasilkan foto makanan yang lebih baik, plus dengan kamera 13 MP yang bikin hasil foto juga lebih tajam. Saya yakin, foto makananmu bakal menjaring banyak Likes di sosmed! Kalo nggak percaya, search aja deh Huawei G8, pasti bakal kepincut bener sama smartphone ini!

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Mencetak Kemasan Makanan di Uprint untuk Usaha Snack

Halo, Assalamu’alaikum.. Apa kabar, Februari udah berjalan satu pekan, nih, dan di beberapa mini market udah mulai banyak bertebaran promosi coklat dan segala macam yang berhubungan dengan valentine. Saya sendiri sih enggak pernah merayakan hari Valentine secara khusus, ya. karena menurut saya semua hari sama saja, saya selalu memberikan rasa sayang dan cinta kepada pasangan... pun dengan sesama, eaaa... Kamu pernah ngeh nggak kalau kemasan masakan untuk coklat, kue, permen menjelang Valentine itu lucu-lucu. Saya sih selalu ngeh, bahkan beberapa kali pernah kepincut dan membeli coklat karena suka dengan kemasannya. Kalau Valentine begini mah kebanyakan kemasan warna pink gitu, ya. Tapi ada juga beberapa coklat yang kemasannya selain warna pink. Ngomongin masalah kemasan. Saya jadi ingat teman saya yang buka usaha kuliner snack/jajanan. Tapi dia bingung soal design kemasannya. Namanya usaha kuliner begitu kan hal yang pertama dipikirkan tentu soal personal bran