Skip to main content

Mie Sosis, Bukan Sekedar Olahan Mie Biasa


Dulu, bisnis kontrakan atau kos-kosan sangat trend. Hingga banyak orang mempunyai banyak rumah yang ia beli di beberapa daerah tetapi tidak mereka tempati sendiri, melainkan disewakan.

Namun dewasa ini, bisnis kuliner menjadi salah satu bisnis terpopuler dan menjanjikan. Pamornya mengalahkan bisnis kos-kosan, hehehe.. bagaimana tidak, jaman sekarang banyak sekali orang berlomba-lomba dan berinovasi bahkan bereksperimen untuk makanan yang akan dijajakkan. Karena semakin kreatif, biasanya akan semakin banyak peminatnya.

Yang sedang tren di akhir tahun 2015 lalu hingga sekarang adalah makanan yang namanya diberi embel-embel “LEVEL”. Yaps.. penyuka makanan pedas tentu tidak akan berpaling dari jenis makanan berlevel ini, semakin banyak pilihan levelnya, semakin mengundang nafsunya untuk mencobanya.

Salah satu makanan berlevel yang naik daun di Pekalongan adalah Mie Sosis. Olahan Mie memang banyak macamnya, seperti Mie Jago, Mie Ramen, Mie Temperamen, dan Mie mie yang lain. Tapi kali ini saya akan mereview tentang Mie Sosis dulu.



Awalnya, saya tak begitu suka dengan makanan berbahan dasar mie. Kenapa? karena saya suka perih kalau makan mie. Mie yang saya maksud mie instan yang dimasak sendiri itu lhoo.. Yaps, nggak tau kenapa kalau makan mie, bawaannya perut jadi perih. Hiks, mungkin kurang banyak porsinya? Entahlah…hahaha

Tapi, waktu itu, saya main dengan Mbak Lina, teman satu kos saya dulu waktu di Aliyah. Dia bilang kalau Anaknya bapak kos buka usaha kuliner, berupa olahan mie berlevel di Medono, di seberang Pom Bensi Medono Pekalongan. Tepatnya di jalan jendral URIP SUMOHARJO NO 46 Pekalongan, Saya bilang ke Mbak Lina kalau saya tak begitu suka mie. Tapi, kata mbak Lina nggak ada salahnya mencoba, “sesekali makan mie nggak apa-apa, lah”. Begitu ucapnya.
Lain hari, niat awal bersilaturahim, main ke kedainya anak Bapak Kos. Namanya Ribty. Kebetulan juga pas hujan deres banget, ndilalah dekat kedainya Ribty, jadi saya mampir sekalian berteduh. hihihi

Yaa… mau nggak mau saya memesan makanan di sana, kan, ya? Hujan juga kan pengennya yang pedes-pedes biar anget.

Es teh, Bro!” pesan saya.

“Oke, cemilannya?” jawab Doi

“Yang paling rame apa di sini?” tanya saya kembali

“Pahe 1” jawabnya singkat.

Pahe1 adalah Paket Hemat nomor 1, yaitu seporsi Mie Sosis lada hitam / cabe plus es teh/ teh anget. Karena menu pahe1 ini adalah menu yang paling diminati pelanggan, ya sudah saya coba saja.

“Level berapa?”

“Biasa aja, Bro!”

“Level anak TK?”

“Hah?”

Saya kira dia ngeledekin saya, dia nggak tau kali kalau saya suka pedas. Tapi, karena ini pengalaman saya pertama makan di kedai mie sosis ini, jadi boleh lah nyoba level anak TK dulu, lagi pula yang saya makan juga olahan mie. Udah agak sedikit worried duluan. Hihihi




Nggak lama pesanan saya datang, pertama kali saya melihat sepiring mie dengan irisan sosis dan sayuran, dilengkapi dengan sosis bakar yang menggoda banget, saya kaget!. Porsinya W-O-W banget! Banyaaaaaaaaaak!

“Silakan, Mbak”

“Makasih, Bro!”

Icip-icip dulu duonk, ya. Sepucuk sendok pertama, uuhhaamm.. pedes juga nih level TK. Tapi nggak seberapa sih, intinya ada rasa pedasnya gitu deh. Satu sendok, dua sendok, sampai habis. Sosis bakarnya sengaja saya makan belakangan dengan dicocol saus cabai. Sumpah, enak!

“Gimana, Mbak?”

“Sebentar, saya lagi takut perih”

“Perih?”

“Iya, perih perutnya”

“Tenang, Mbak. Mie-nya aman, sosisnya juga yang enak. Dijamin ketagihan” Kata dia dengan bahasa marketingnya. Hihi

Tapi beneran, loh. Nggak perih walaupun makan mie. Hihi.. yo Alhamdulillah banget, kan, ya.

Terhitung sudah lebih dari lima kali saya makan mie sosis ini, berarti perut saya ngerti mana makanan enak dan mana makanan yang enak banget! Ahahahaha..


Biasanya kalau makan di sini saya ngajak teman, adik, atau keluarga. Saya juga pernah merencanakan kopdar dengan blogger Pekalongan di kedai ini, tapi sampai sekarang belum kelakon, hahaha.. insya Allah next time, ya.

Oiya, harga mie sosis yang paket hemat 1 ini adalah 17.500 rupiah. Ada banyak menu selain olahan mie, seperti kentang goreng, dan cemilan lain. Tetapi di sini tidak ada menu makanan berupa NASI. Jadi seperti namanya, Mie Sosis.


Tertarik mencobanya? Ada Cabangnya di Pekalongan, Pemalang, Tegal, Cilegon.. dan kabarnya di Semarang juga ada, lho..

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Mencetak Kemasan Makanan di Uprint untuk Usaha Snack

Halo, Assalamu’alaikum.. Apa kabar, Februari udah berjalan satu pekan, nih, dan di beberapa mini market udah mulai banyak bertebaran promosi coklat dan segala macam yang berhubungan dengan valentine. Saya sendiri sih enggak pernah merayakan hari Valentine secara khusus, ya. karena menurut saya semua hari sama saja, saya selalu memberikan rasa sayang dan cinta kepada pasangan... pun dengan sesama, eaaa... Kamu pernah ngeh nggak kalau kemasan masakan untuk coklat, kue, permen menjelang Valentine itu lucu-lucu. Saya sih selalu ngeh, bahkan beberapa kali pernah kepincut dan membeli coklat karena suka dengan kemasannya. Kalau Valentine begini mah kebanyakan kemasan warna pink gitu, ya. Tapi ada juga beberapa coklat yang kemasannya selain warna pink. Ngomongin masalah kemasan. Saya jadi ingat teman saya yang buka usaha kuliner snack/jajanan. Tapi dia bingung soal design kemasannya. Namanya usaha kuliner begitu kan hal yang pertama dipikirkan tentu soal personal bran