header cah kesesi ayu tea

Potong Rambut di Salon, di Kesesi

Inget banget terakhir saya dan Noofa potong rambut bulan Desember tahun lalu, di Semarang. Waktu itu bareng sama Yuli yang baru pulang dari Taiwan setelah dua tahun bekerja. Yuli ngajak saya potong rambut, pikir saya, Noofa juga rambutnya sudah panjang. Jadi saya bujuk dia supaya mau potong rambut. Noofa memang mempunyai rambut yang unik. Warnanya pirang, atas lurus, namun bawah ikal. Udah mirip rambut orang Korea yang punya rambut keriting gantung. Hehe. Bedanya, Noofa asli, tidak dipermak ala-ala salon. Tapi sayang, rambut Noofa ini tipis sekali. Tepatnya, tipis dan lemes.

Nggak mau sisiran, kaya singa deh!

Bulan ini, Desember. Kemaren tepatnya, setelah Pilkada selesai, mumpung libur kerja. Saya ngajak adik juga Noofa ke salon. Awalnya cuma pengen creambath aja karena saya udah ngerasa pusing. Sambil menyelam minum air gitu sih. Karena pusing dan pengen dipijit. Jadi rambut terawat, badan dipijit. Hihihi. Noofa juga ikut. Awalnya Noofa nggak mau potong rambut, tapi ngelihat buliknya dikeramasin oleh mbak Iin (owner), Noofa jadi kepengen dan mau dikeramasin. Mumpung mau jadi sekalian dipotong rambutnya. Motong rambut anak balita memang tidak mudah, apalagi Noofa tipe anak akitf. Mbak Iin kudu ekstra sabar, karena kepala Noofa yang gerak-gerak terus. Kaki dan tangan gerak-gerak juga jadi bikin kain penutup jadi berantakan dan copot.


Sebenarnya sih saya kepengen Noofa rambutnya panjang aja. Tapi Noofa itu susyah banget disisirin, kalau habis mandi nggak mau sisiran, boro-boro dikuncir pake karet, wong pakai penjepit rambut saja nggak mau. Kata Ibu juga daripada nggak mau sisiran dan nggak mau dikuncir, mendingan dipotong pendek aja. Lagian kasian juga kalau gerah, dikuncir nggak mau, dikepang ogah, digelung apalagi. Ya sudah, memang mending potong pendek saja. Abi juga setuju, tapi katanya jangan pendek banget. Hihihi. Jadi, Noofa dipotong pendek tetapi pendeknya itu tetep bisa dikuncir. Ya kali kalau dia mau dikuncir. Hehehe.

Setelah dipotong rambutnya nih

Setelah Noofa selesai dipotong rambutnya, gantian bulik dan saya terakhir. Buliknya cuma ngerapihin rambut bagian bawah, ngilangin rambut yang bercabang, dan creambath. Saya juga creambath dan potong rambut pendek, pendeeekkk banget. Hampir sama lah dengan potongan rambut Abi. Saya potong begini juga atas ijin Abi lho. Jadi, rambut saya rontoknya luar biasa, kepala sering pusing dan terasa panas. Terus saya bilang ke Abi pengen potong rambut. Awalnya ijin malah tadinya pengen gundul aja. Tapi kok ya belum siap, juga Abi keberatan, hehe. Jadinya potong pendek. Lebih pendek dari rambutnya Ariel Noah. Hahaha.. Ah, nggak apa-apa. Nantinya juga panjang lagi. Hihihi

Melayani 3 orang, dua dewasa dan satu balita memakan waktu sekitar 2 jam lebih. Di salon itu cuma satu aja yang megang, nggak ada karyawan yang membantu. Jadi, memang harus gantian satu persatu. Di Kesesi, salon Kembar ini memang murah. Jadi, potong rambut 7000 rupiah, creambath + vitamin rambut 20000 rupiah, keramas 4000 rupiah. Jadi total untuk kami bertiga 65000 rupiah. Murah banget kan?

Salon ini salon kecil, baru aja pelayanan untuk rambut dan wajah. Letaknya di sebelah utara MtsN Kesesi. Namanya Salon Kembar.

Oiya yang punya salon masih saudara dengan saya, tapi harga itu memang harga pelanggan, bukan karena saya masih family dengan dia. Kalau kebetulan temen blogger ada yang mau potong rambut dan pas lagi di Kesesi. Nggak ada salahnya mampir ke salon kembar. Tapi, khusus wanita loh ya, salon ini nggak menerima 'pasien' cowok. Hehe..
Noorma Fitriana M. Zain
Noorma Fitriana M. Zain, seorang Ibu Rumah Tangga dengan dua anak perempuan yang cantik, hobby menulis dan berselancar di dunia maya, Ia berasal dari Kesesi - Pekalongan, dan kini domisili di Semarang. Lulusan Pascasarjana Unnes ini bercita-cita ingin menjadi Abdi Pendidikan yang bermanfaat di dunia maupun di akhirat. Amin

Related Posts

Post a Comment