Skip to main content

Kurban Online



credit from muslimaret.com

“Bu, saya lupa, dulu pernah ngaji kitab fiqih tentang hewan qurban. Kalau memilih hewan qurban, sebaiknya hewan yang seperti apa ya?” pertanyaanku pada Ibu.

“Yang gemuk, yang berwarna putih dan yang harganya tingi, semakin gemuk dan harganya yang mahal itu semakin utama dalam kurban. Hewan yang seperti itulah yang biasa dipilih Rosulullah SAW saat berkurban” Jawab Ibu menjelaskan

“Owh.. kalau hukumnya kurban secara online?” tanya saya lagi

“Ada yang memperbolehkan dengan alasan bahwa berqurban dengan cara minta  diwakilkan kepada orang lain tapi tetap atas nama orang yang berqurban itu boleh, ada pula yang berpendapat bila kurban di daerah lain (red: secara online) maka akan ada beberapa sunnah utama dalam berkurban yang tidak dilaksanakan”. Menjelaskan lagi

Begitulah percakapan saya dengan Ibu saya saat ngobrolin tentang hewan kurban. Memang ada beberapa pendapat mengenai hukum berkurban secara online. Sebelum saya bertanya kepada Ibu, saya juga menanyakan hal ini dengan pertanyaan yang sama kepada salah satu teman dosen via whats app. Begini jawaban beliau:

“hukum berkurban secara online itu diperbolehkan dengan kata lain kita sebagai shohibul qurban meminta orang lain untuk mewakilkan, dan pihak tersebut melaksanakan dengan sebenar-benarnya, memilih hewan kurban dan membelinya secara syar’i, menyembelihnya pun dengan cara syar’i, kemudian didistribusikan kepada meraka yang membutuhkan, itu SAH. Adapun shohibul kurban menyaksikan secara langsung itu hukumnya sunnah. Hal ini boleh sesuai yang pernah dibahas para Ulama dahulu dengan tema praktek wakil atau menyuruh orang lain mengurus kurban”.

Saya tenang setelah membaca penjelasan beliau itu. Karena saya juga berniat untuk berkurban. Bila tahun ini saya belum bisa, insya Allah tahun depan semoga saya bisa melaksanakannya. Makanya mulai sekarang saya menabung khusus untuk kurban dan belajar lagi mengenai segala sesuatu yan berkaitan tentang hewan kurban. Nggak ada salahnya mencari tahu terlebih dahulu supaya apa yang saya rencanakan ke depan dapat berjalan dengan lancar, semoga Allah memudahkan niatan saya ini, Amin.

Oh iya, bicara soal sunnah-sunnah yang tidak dilaksanakan dalam berkurban secara online, berikut saya tuliskan hasil searching saya di konsultasi syariah dot com.

Pertama, Dzikir kepada Allah ketika penyembelihan hewan kurban. Allah berfirman, ketika menjelaskan tentang berkurban,

فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا

“Sebutlah nama Allah ketika menyembelihnya.” (QS. Al-Haj: 36)

Sahibul kurban tidak bisa melakukan ajaran ini, jika hewan kurbannya di sembelih di tempat lain karena tidak bisa menyaksikannya secara langsung.

Kedua, menyembelih hewan kurban sendiri atau turut menyaksikan penyembelihan hewan kurbannya akan mendapatan keutamaan, akan tetapi jika berkurban secara online atau dengan cara diwakilkan kepada orang lain dan hewan kurban di serahkan ke daerah lain, maka sohibul kurban tidak akan mendapatkan keutamaan ini.

Ketiga, makan daging kurban dianjurkan bagi sahibul kurban untuk memakan bagian hewan kurbannya. Jika kurban dilaksanakan dengan cara online, maka biasanya sohibul kurban tidak bisa mendapatkan sebagian daging kurbannya tersebut sedangkan memakan sebagian kecil daging hewan kurban bagi sohibul kurban adalah sunnah. Dalam hal ini Allah berfirman,

فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ

“Makanlah bagian hewan kurban tersebut dan sedekahkan kepada orang yang membutuhkan,” (QS. Al-Haj: 28)

Keempat, Sahibul kurban tidak mengetahui kapan hewannya disembelih karena hewan kurban disembelih di tempat jauh. Padahal sahibul kurban disyariatkan untuk tidak potong kuku maupun rambut, sampai hewan kurbannya disembelih.

Oleh sebab itulah, berkurban secara mandiri lebih diutamakan agar sohibul kurban bisa mendapatkan keutamaan berkurban. Lalu bagaimana jika kurban secara online, boleh saja dengan niat tulus insyaallah tetap mendapatkan pahala sesuai dengan apa yang dilakukan. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, salah satunya adalah dengan berkurban.  WALLAHU A'LAM BISHOWAB

Sumber : 
Diskusi dengan Ibu dan teman dosen STAIN Pekalongan (Pak Zawawi)
http://www.konsultasisyariah.com/hukum-kurban-online/#

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.