Skip to main content

Persiapan Seleksi Dosen (Tidak Tetap) STAIN Pekalongan

Sebulan setelah aku wisuda, beberapa lamaran aku tujukan ke beberapa Universitas dan Sekolah Tinggi di sekitar Pekalongan. Ya! sebulan setelah wisuda, karena ijasah baru jadi dan bisa diambil sebulan setelah wisuda, yaitu bulan Maret lalu. Berhari, berminggu, berbulan aku menunggu panggilan, sambil belajar menjawab tes potensi akademik dan tes potensi umum. Namun hingga bulan Agustus ini aku tak juga mendapat panggilan. Putus asa? Nggak juga!

Seminggu yang lalu aku mendapatkan informasi di STAIN Pekalongan membuka lowongan Dosen. Aku pun ikut mengirimkan ulang Surat Lamaran beserta syarat-syaratnya. Alhamdulillah tadi siang sekitar jam 2 siang aku mendapatkan sms panggilan untuk seleksi besok pagi jam 9 di Kampus STAIN Pekalongan. Tepatnya di gedung Rektorat lantai 3. 

Aku kudu siap, bagaimana pun juga. Ini adalah pengalaman pertamaku untuk mengikuti seleksi sebagai dosen. Karena pengalaman kerjaku biasanya di tempat bimbingan belajar bertemu dengan anak kecil yang imut dan lucu. :D

Doain aku, ya, supaya besok diberi kelancaran, aku yakin banyak yang ikut seleksi selain aku esok hari, karena kabarnya dibutuhkan 25 pegawai tenaga pendidik. Belajar lagi, praktek dan latihan ngomong di depan kaca lagi nih untuk micro teaching. :D

Doain Noofa juga, aku lama nggak posting di blog tercinta ini juga karena Noofa sedang sakit. Sudah 2 minggu dia batuk. Jadwalnya besok kontrol ke RSUD Kajen, tapi karena aku dapat panggilan, jadi besok ke Kampus dulu, mungkin kontrolnya hari kamisnya. Pokoknya, doain aku, ya... :) Semoga lancar, syukur-syukur ini adalah rezeki Noofa, :)

Oiya, insya Allah tahun ini juga aku mau coba daftar CPNS. Selama ini belum pernah sekalipun mendaftar CPNS. hehehe.. Apapun yang terbaik buat aku, Insya Allah diridhoi Allah. Karena Allah tidak memberikan apa yang aku minta, tetapi memberikan apa yang aku butuhkan. Amin

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.