Skip to main content

MEMBAWA PENGARUH POSITIF



Lingkungan pendidikan yang bersih, indah, sehat, aman, nyaman serta terbebas dari segala polusi merupakan dambaan seluruh civitas academica. Begitu juga dalam lingkungan kampus, dengan iklim yang sehat tentu akan dapat membantu seluruh warga kampus baik mahasiswa, karyawan, dan stakeholders kampus bisa menjalankan tugasnya masing-masing secara optimal. Oleh sebab itulah adanya program kampus tanpa asap rokok harus kita dukung bersama.


Suatu program perubahan terkadang dirasa tidak menyenangkan terutama bagi pihak yang merasa menjadi korban dari kebijakan tersebut. Akan tetapi rencana perubahan menuju ke arah yang lebih baik tetap harus dibiasakan agar menjadi sebuah kebudayaan berharga bagi dinamika kehidupan di masa mendatang. Begitu pula dengan kebijakan tentang kampus tanpa asap rokok tentu akan terasa asing dan berat pada awalnya, namun ketika sudah menjadi kebiasaan gerakan tersebut akan memberi manfaat yang besar bagi semua masyarakat kampus.

Harus diakui jika program kampus tanpa asap rokok menimbulkan pro dan kontra dikalangan warga kampus terutama mahasiswa. Bagi mahasiswa yang suka merokok, hal tersebut tentu dianggap sebagai bentuk kekangan dan membelanggu kebebasan mereka. Akan tetapi bagi yang tidak merokok, program tersebut dianggap sebagai kebijakan yang berdampak positif bagi terciptanya kampus yang sehat dan nyaman untuk belajar.

Dampak positif adanya larangan merokok di kampus paling tidak dibuktikan oleh hasil riset dari Indiana University, USA berjudul “The effect of a smoke-free campus policy on college students’ smoking behaviors and attitudes” yang diterbitkan oleh Jurnal Preventive Medicine 53 (2011:347-352). Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa kebijakan larangan merokok di lingkungan kampus berperan positif terhadap pengurangan kebiasaan merokok dikalangan mahasiswa. Bukan hanya dilingkungan kampus, tetapi juga berpengaruh positif terhadap pengurangan kebiasaan merokok mahasiswa saat mereka berada di luar kampus.

Tindakan beberapa kampus terutama kampus besar dan favorit memberlakukan aturan dilarang merokok di lingkungan kampus merupakan sebuah langkah awal yang positif untuk membangun kesadaran warga kampus, khususnya mahasiswa untuk senantiasa mau berperan serta dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar kampus. Yang terpenting dengan adanya program tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dari dalam diri para ahli hisap (perokok aktif) untuk tidak seenaknya merokok di ruang publik sehingga dapat mengganggu kenyaman orang disekitarnya.

Menumbuhkan kesadaran bagi para perokok memang tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan, namun hal tersebut harus selalu dilakukan dengan pendekatan yang bersifat humanis. Bagaimanapun juga mencegah kebiasaan merokok dikalangan mahasiswa tidak bisa langsung dengan cara membuat aturan tentang larangan merokok. Agar program larangan merokok dilingkungan kampus bisa berjalan efektif, maka dibutuhkan sosialisasi yang terus menerus serta dibutuhkan keteladan dari para pejabat kampus untuk tidak merokok dilingkungan kampus.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi..  Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya i ni cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu a

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare. Gambar pinjem dari web iinformasitips