Skip to main content

Tips and Trik Pengelolaan Jurnal Menuju Index Bereputasi (Scopus)

 Assalamu'alaikum, 


Bismillah malam ini, 14 Juni 2021 jam 19.30 sampai selesai, kami rombongan pengelola jurnal hikmatuna Pascasarjana IAIN Pekalongan memulai mengikuti workshop Pengelolaan Jurnal Hikmatuna Terindeks Scopus. 

Kami berangkat dari Pekalongan jam 14.30, sampai Salatiga jam 16.00 wib. Kemudian dilanjut dengan istirahat dan makan malam. Setelah makan malam kami memulai acara selepas sholat isya.


Acara workshop ini mendatangkan dua pemateri yang expert di bidang per-jurnal-an. Yaitu Prof Asfa dan Prof Faisal. Prof Asfa memulai
speech-nya pada jam 20.10 wib, yang mana dimoderatori oleh bapak Achwan. 

Pengantarnya bagus sekali, dimulai dengan bercerita tentang jurnal yang bagus itu yang fokus dengan scopenya. Jurnal yang baik itu yang kredibilitas baik dan konsisten terbit. Hikmatuna sudah menjadi jurnal yang konsisten terbit tapi bagaimana hikmatuna menjadi jurnal yang mempunyai scope yang lebih diperjelas lagi.

Jadi jurnal yang bagus yang seperti apa sih?

Oke ini beberapa rangkuman dari penjelasan Prof Asfa yang saya dengar.

Pertama, Kita fokus pada artikel yang mana mempunyai tema yang sesuai dengan scope jurnal hikmatuna. 

Artikel yang bagus yang seperti apa sih? Yang mempunyai judul yang menarik dan merepresentasikan isi artkelnya. Kemudian mempunyai Asbtrak yang bagus, karena apa? karena orang tertarik membaca tulisan itu awalnya karena membaca asbtraknya. Bahkan orang rela membayar sekian dolar demi bisa membaca abstrak dan artikelnya.

Yang gak kalah pentingnya adalah introduction, di mana tidak hanya mengantarkan tulisan kepada konteksnya, akan tetapi benar-benar dapat mewakili artikelnya.

Tulisan yang baik adalah tulisan yang terstruktur. Bahkan dari introduction hingga conclusion juga harus jelas dan detail. Mempunyai konklusi adalah kontribusi dari penelitian dan limitation. Banyak orang yang belum paham bagaimana jurnal dan tesis itu berbeda. Jadi sensenya tesis dan tulisan untuk jurnal itu beda rasa.

Begitu banyak ya, ilmu yang diberitkan pada workshop ini. Prof Asfa melanjutkan penjelasan materinya dan kemudian mereview satu persatu artikel on going yang sudah dikirimkan ke hikmatuna.

Ada beberapa judul yang direview oleh Prof Asfa, ada 15 judul yang kemudian dilihat satu persatu, mulai dari segi substasi judul, problematicnya, karena apa? Karena mengganti judul dengan bahasa Asing itu bisa jadi benar namun ternyata bila tidak substantif dan problematik ya percuma juga. Kalau bisa juga judul itu tidak menyebutkan satu tempat tertentu, jadi lebih general. 

Dari 15 Judul yang diberi masukan oleh pak Asfa, semuanya belum ada yang 100% sempurna. Semuanya masih butuh diperbaiki, dan bagusnya Prof Asfa ini memberi tahu satu persatu kekurangan dari masing-masing judul.


Pemateri ke dua adalah pak Faisal, beliau mulai berbicara pada jam 20.50 wib. 

Keberhasilan TIM Jurnal ada dua, pertama keberhasilan kerja salah satu anggota tim adalah keberhasilan bersama. Dan kedua adalah keberhasilan tata kelola. 

Tata kelola ini termasuk pada maintenance dari websitenya. Tampilan website jurnal juga harus bagus. Tampilan yang bagus itu yang sederhana, menarik, dan navigasinya jelas. Yang paling penting ketersediaan server dan koneksi yang lancar dan tidak berat. Jangan sampai kita kehilangan kesempatan untuk naik index karena gara-gara koneksinya buruk.


Perlunya membuat citedness dari scopus, deskripsi jurnal harus spesific.

Comments

  1. Hallo Mbak, salam kenal ya. Semoga dengan mengikuti pelatihan bisa lebih mudah menyusun dan rutin menerbitkan jurnal Scorpus ya.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Pengalaman Operasi Bedah Mulut (Gigi Bungsu) dengan Menggunakan BPJS

Halo Assalamu'alaikum, Sudah lama banget sebenarnya saya pengen posting pengalaman saya operasi gigi bungsu ( impacted teeth ) di Rumah Sakit Siti Khodijah Pekalongan.  Sebelumnya sudah saya posting di channel youtube saya, bisa nonton di sini dulu biar ada pandangan hehehe. Nah, jadi ceritanya semalam ada yang chat WA ke saya, namanya Doni dari Indramayu dia nanya-nanya soal pengalaman saya operasi gigi bungsu karena semingguan lagi dia juga mau operasi gigi bungsu di rumah sakit di Indramayu.  Dari permintaan dan saran doi akhirnya saya menulis postingan ini. Terasa semangat gitu kan ya kalau postingan kita di sosial media organik terus ada yang nyari kemudian nyari kontak kita untuk tanya-tanya lebih lanjut. Alhamdulillah sekali selama ini masih banyak pembaca blog dan viewer youtube yang kemudian bisa lanjut obrolan dengan chat pribadi. Terima kasih banyak,.. Kenapa Gigi Bungsu Sebaiknya Dicabut? Biasanya gigi bungsu akan tumbuh ketika kita sudah dewa