Skip to main content

Lindungi Kesejahteraan Petani di Tengah Pandemi Melalui Program “Bango Pangan Lestari”

Assalamu'alaikum,

Lebaran Idul Fitri tahun ini saya tidak pulang ke Blora, kampung halaman mertua tercinta. Lantaran alasan covid yang masih menjadi masalah nasional. Kami juga memilih untuk stay at home saja demi kebaikan bersama.

Rasa rindu membuncah dengan Ibu mertua, apalagi Ibu mertua kini tinggal sendiri di rumah, sepi banget pasti yang Ibu rasakan. Sehingga kami berniat untuk pulang saat era adaptasi baru. Suami memutuskan untuk pulang kampung pada saat lebaran haji kemaren. 

Kami naik mobil pribadi bareng dengan kakak ipar dan keluarganya. Singkatnya, sesampai di Blora, saya melihat terbentang sawah keluarga kami yang ditanam jagung dan kacang tanah.

Ada beberapa yang dibiarkan begitu saja tanpa di-apa-apain. Ada yang ditanam sawi dan bayam, ada juga yang ditanam sayuran lain seperti pare.

Mbak Iparku bercerita, bahwa masa pandemi kemaren hasil sayuran tidak ada harganya sama sekali. Misalnya harga Sawi yang tadinya seikat mencapai 1300 rupiah, katanya kemaren waktu pandemi harga 200 / ikat saja masih banyak ditawar penjual. Miris sekali bukan? Sampai akhirnya, daripada tidak ada hasilnya sampai berpikir mendingan dibagiin ke tetangga saja agar dapat pahala sebagai sedekah. 

Hmm, rupanya petani juga merasakan dampak daripada pandemi ini. Kalo kata Mbak Ipar sih karena kebanyakan orang yang memilih stay at home dan tidak berbelanja sayuran di pasar lantaran mereka memilih nyetok bahan makanan yang awet dan kering. 

Petani Kembali Punya Harapan 


Baru-baru ini PT Unilever Indonesia, Tbk meluncurkan program “Bango Pangan Lestari” sebagai bagian untuk mendukung pertanian yang berkelanjutan, tepatnya pada hari Selasa tanggal 25 Agustus 2020.



Di antara program prioritas PT Unilever Indonesia tesebut adalah meningkatkan kesejahteraan petani. Alasan yang mendasari diluncurkan program tersebut adalah karena kondisi kehidupan petani yang saat ini penuh tantangan di tengah pandemi COVID-19. 

Dikarenakan kondisi masih seperti ini, launching acara ini dilakukan virtual melalui aplikasi zoom, dan Alhamdulillah saya berkesempatan untuk menyimak materi dari pemateri yang hadir siang itu. 


Acara dibawakan oleh MC syantik Nirina Zubir, sedang nama nama Narasumbernya antara lain:

  • Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng - Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Republik Indonesia
  • Hernie Raharja - Director of Foods and Beverages PT Unilever Indonesia, Tbk
  • Rusli Abdullah - pengamat pertanian dan peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)
  • Oshin Hernis - Head Of Communications Sayurbox
  • Aria Alifie Nurfikry  - Vice President of Marketing TaniHub

***** 

“Banyak negara di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia, masih menghadapi berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi ketahanan pangan., begitu yang pernah diungkapkan  Director of Foods and Beverages PT Unilever Indonesia, Tbk, Hernie Raharja. Oleh sebab itulah PT Unilever berkomitmen untuk membantu para petani di Indonesia dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan baru dalam dunia pertanian. Diantara transformasi tersebut adalah bagaimana cara menanam, memproduksi, dan mengonsumsi makanan untuk mampu memenuhi kebutuhan pangan yang terus bertambah  hingga tahun 2050. Dalam rangka mewujudkan komitmen tersebut, Unilever melakukan trobosan dengan cara berkontribusi penuh pada sektor sistem pangan melalui dua hal penting, yaitu diversifikasi konsumsi pangan dan diversifikasi produksi pangan.” 

Pada persoalan diversifikasi produksi pangan, Unilever berkomitmen membangun fondasi kuat bagi Praktek Pertanian Berkelanjutan. Tujuannya tak lain untuk dapat mempersembahkan produk makanan yang sehat bagi masyarakat Indonesia khususnya, dan bagi masyarakat umum di seluruh dunia. Oleh sebab itulah PT Unilever melalui produknya "Bango" memperkenalkan sebuah program baru yang diberi nama ‘Bango Pangan Lestari’ sebagai payung besar dari keseluruhan inisiatifnya dalam mendorong pertanian yang berkelanjutan baik yang selama ini telah dijalankan maupun inisiatif lainnya di masa depan,” ungkap Hernie. 

Oiya, untuk Program ‘Bango Pangan Lestari’ sendiri meliputi tiga pilar penting, yaitu:
💚 Pengembangan sistem pertanian yang berkelanjutan;
💚 Perlindungan kesejahteraan petani dan keluarganya; 
💚dan Penggalakkan regenerasi petani. 

Salah satu pilar paling utama dari program "Bango Pangan Lestari" adalah pilar kesejahteraan petani yang harus mendapatkan perhatian lebih. Hal tersebut sangat wajar mengingat petani merupakan pihak yang langsung terjun dan berada di garda terdepan untuk menjaga ketahanan pangan nasional. 

Apalagi di tengah masa pandemi COVID-19 ini yang serba tidak menentu, keberadaan petani sangat krusial untuk tetap menjadi pejuang yang menjaga ketahanan pangan masyarakat Indonesia. 





Tidak mengherankan jika Rusli Abdulah seorang Peneliti dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) berpendapat bahwa, “Pada masa pandemi, sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang tidak terkontraksi pada kuartal II 2020, meski tidak sebesar pertumbuhan pada kuartal yang sama tahun lalu. Itu artinya petani di Indonesia secara umum memang tidak terlalu terdampak dengan adanya pandemi, akan tetapi di satu sisi kesejahteraan para petani ternyata kian terganggu. Rusli juga menjelaskan bahwa terganggunya kesejahteraan petani dibuktikan dengan indeks Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan yaitu perbandingan antara indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani kian menurun. Di awal tahun NTP berada pada level 104,16; sementara di bulan Juli 2020 indeksnya tercatat turun menjadi 100,09. Melihat fakta yang demikian, maka tidak keliru jika program "Bango Pangan Lestari" berusaha untuk mengembalikan kesejahteraan petani pada tingkat yang sama pada tahun sebelumnya atau kalau bisa lebih baik lagi meskipun di tengah pandemi Covid-19 ini.” 

Bango Tidak Sendiri

Untuk menghadirkan program yang berdaya guna, Bango berkolaborasi dengan dengan Sayurbox dan TaniHub Group. Tujuan  utamanya adalah mengajak seluruh masyarakat untuk melindungi kesejahteraan petani dengan cara membeli kebutuhan dasar pangan dari para petani secara langsung. 



Melalui kolaborasi dengan dua platform e-commerce Sayurbox dan TaniHub Group yang kemudian melalui www.bango.co.id/bangopanganlestari, Bango mencoba mengajak masyarakat Indonesia untuk membeli bahan pangan langsung dari petani.


Website tersebut dibuat guna menjadi penghubung bagi masyarakat yang ingin menunjukkan dukungan mereka terhadap jerih payah petani dan berkontribusi nyata untuk membantu meningkatkan kesejahteraan mereka. Harapanya dengan kolaborasi itu akan lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses produk pertanian sekaligus dapat meningkatkan permintaan hasil pertanian. 

Secara umum program kolaborasi antara Bango, Sayurbox dan TaniHub Group merupakan sebuah bentuk dukungan terhadap program-program yang saat ini tengah dicanangkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia dimana saat ini mereka sedang menggiatkan pemasaran komoditas pertanian secara online apalagi di tengah pandemi Covid-19, dimana terjadi pembatasan pertemuan langsung di masyarakat, begitu juga ketika melakukan transaksi jual beli produk pertanian. Sehingga jual beli hasil pertanian secara online adalah solusi yang sangat tepat.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng juga mengungkapkan bahwa “Di tengah pentingnya kebutuhan konsumen akan bahan pangan berkualitas untuk mencukupi asupan gizi dan melindungi daya tahan tubuh selama pandemi, pemasaran secara online seperti yang digalakkan dalam kolaborasi Bango, Sayurbox dan TaniHub Group ini diharapkan akan mampu membuka akses jual beli yang lebih luas, terbuka, dan cepat untuk keuntungan petani maupun masyarakat.” Apa yang dikatakan Dr. Ir. Agung Hendriadi, M.Eng sangat tepat mengingat di zaman modern ini segala sesuatu bisa dilakukan secara online, begitu juga dalam hal transasksi di sektor pertanian, utamanya jual beli hasil pertanian secara online. 

Program "Bango Pangan Lestari" yang diluncurkan oleh Unilever juga diapresiasi  Oshin Hernis selaku Head of Communications Sayurbox,. Beliau merespon positif dengan inovasi dari Bango, menurutnya komitmen untuk memperbaiki kesejahteraan petani sangat diperlukan. Oleh sebab itulah berangkat dari persamaan visi dan misi, diharapkan kerjasama ini dapat lebih menyebarluaskan pentingnya membeli hasil pangan langsung dari petani, sehingga memberikan dampak yang semakin besar terhadap kesejahteraan mereka, ungkap Pak Oshin. 

Di lain pihak Aria Alifie Nurfikry, selaku Vice President of Marketing TaniHub Group juga menyambut program kolaborasi "Bango Pangan Lestari" dengan antusiasme yang tinggi. Beliau berpendapat bahwa, “Melalui kolaborasi ini, kami akan memperluas jaringan mitra petani yang melakukan transaksi dengan TaniHub maupun yang dibantu pendanaannya oleh TaniFund, sehingga lebih banyak petani di Indonesia yang terbantu kesejahteraannya. Sehingga jika hasil pertanian dapat terjual dengan maksimal maka petani juga akan mendapatkan kesejahteraan yang memadai.





Selain itu kerjasama antara Bango dan TaniHub juga akan menggelar berbagai pelatihan kepada lebih dari 500 petani, mulai dari cara pembuatan pupuk organik cair hingga pelatihan analisis usaha tani guna meningkatkan kapasitas petani Indonesia dalam menerapkan sistem pertanian yang lebih baik dan berkelanjutan. Hal tersebut sangat penting, karena saat ini petani membutuhkan pengetahuan yang komprehensif dalam mengolah lahan pertanian agar dapat menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan dengan kapasitas yang maksimal.


Saya juga tertarik sekali dengan pelatihan ini, di Pekalongan sendiri saya belum menemukan ada pelatihan terstruktur macam itu, semoga segera merambah ke daerah-daerah, ya. 

Semoga program kolaborasi antara Bango, Sayurbox dan TaniHub Group semakin mengukuhkan komitmen utamanya dari Bango sebagai katalisator dalam upaya peningkatan ketahanan pangan melalui penerapan pertanian yang berkelanjutan sebagai suatu sistem yang secara komprehensif mengintegrasikan aspek lingkungan hingga sosial ekonomi masyarakat pertanian,” Begitulah harapan dari Hernie Raharja dan juga masyarakat Indonesia, khususnya para petani..

Comments

  1. Wah kak materinya "gendut" banget. Program kaya gini tuh keren banget kan yah di masa pandemi, jadi edukatif dan pesan pesannya tentu aja sampai. Pokoknya petani Indonesia harus di support banget deh ini biar semuanya cepat membaik dan sejahterah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. harapannya begitu,. karena aku juga kan keluarga petani

      Delete
  2. materinya bermanfaat sekali ya, semoga petani indonesia setelah support dari Bango ini semakin makmur ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. aamiin ya Allah, doain semuanya bisa sejahtera yaa mba

      Delete
  3. Alhamdulillah yaa, bisa mudik, sambil nengokkin sawah2 hihii.
    Salut banget sama program Bango Pangan Lestari ini, kolaborasinya keren banget dan yang terpenting mensejahterakan para petani, yang ternyata kena dampak pandemic juga ya.

    ReplyDelete
  4. Bango Pangan Lestari keren. Hadir ketika kondisi kehidupan petani yang saat ini penuh tantangan di tengah pandemi COVID-19. Semoga banyak yang terbantukan.

    ReplyDelete
  5. Program Bango Pangan Lestari ini keren, ya. Semoga bisa meningkatkan taraf hidup para petani di negeri ini. Aamiin

    ReplyDelete
  6. Wah bagus sekali ya Mba programnya ini semoga kepeduliaan ini bisa menginspirasi hingga diikuti oleh para pengusaha lainnya...

    ReplyDelete
  7. Salut euy sama kepedulian PT Unilever Indonesia Tbk yang telah meluncurkan Program Bango Pangan Lestari ini. Semoga banyak petani yang bisa terbantu. Aamiiin

    ReplyDelete
  8. Keren banget sama programnya ya bener-bener peduli, semoga para petani juga bahagia. Btw aku juga nih di rumah selalu pakai kecap Bango hehe.

    ReplyDelete
  9. Keren ya program Bango Pangan Lestari ini. Begitu memperhatikan kesejahteraan para petani yang selama ini terabaikan. Semoga deh banyak yang berbelanja di Bango Pangan Lestari ini. Biar kesejahteraan petani benar-benar meningkat.

    ReplyDelete
  10. Projectnya bagus nih melindungi pangan masyarakat Indonesia dan juga petani

    ReplyDelete
  11. Di tengah pandemi ini aku juga berpikir untuk membangun ketahanan pangan khususnya untuk keluarga kami, apalagi sekarang hasil tani bisa dibeli online juga. Mudah-mudahan jadi makin sejahtera ya petani Indonesia

    ReplyDelete
  12. Iya ih sodaraku di Temanggungjuga sayurannya berlimpah tapi gak laku untuk dijual. Bagus jug aini PT Bango ikut mensejahteraakan petani di tengan pandemi

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sekarang bisa kolab sama sayur biox tapi temanggung kayaknya belum kejangkau :(

      Delete
  13. kolaborasi seperti ini bisa jadi cara efektif saling menolong di tengah pandemi ya mba, aku juga pakai kecap bango.

    ReplyDelete
  14. Sayurbox dan Tanihub itu sudah bisa digunakan di daerah kah? Tentunya akan sangat membantu kehidupan petani dimana pun berada jika sudah bisa diakses dari berbagai daerah yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. belum merata di daerah mbak :( soon semoga bisa merata yaa

      Delete
  15. Wah, program inisiasi yg keren nih. Semoga bisa sinergi semua pihak ya, dan semoga jg bisa sinergi dgn pemerintah, aamiin

    ReplyDelete
  16. Di masa pandemi kaya gini petani juga perlu disejahterakan ya, program pangan Lestari dari Bangau bagus juga nih semoga para petani bisa bangkit juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Petani memang perlu banget di dukung dari kitanya sendiri yaa, kak Noorma.
      Kalau bukan dari kita yang percaya, siapa lagi...
      Asa sedih lihat hasil panen yang keren-keren begini dihargai gak sepantasnya.

      Delete
  17. MasyaAllah keren ya aku sebagai customer bango jadi bangga semoga program ini bosa menjaga kesejahteraan petani

    ReplyDelete
  18. Jadi ini alasan kenapa akhirnya tetangga2 saya yg petani, suka bagi2kan hasil panen.. Rupanya kalau dijual pun dihargai murah banget. Mending jd pahala dg dibagi ke tetangga. Iyaa...memang lebih baik beli langsung ke petani dg harga sewajarnya jadi bs bantu ekonomi mereka

    ReplyDelete
  19. Suka dengan dukungan dari bango ini, dan mengajak kita sebagai masyarakat juga untuk mendukung kesejahteraan petani lokal untuk membeli hasil tani mereka langsung ya.. menarik dan harus didukung ini

    ReplyDelete
  20. Uh sedihnya kalp ternyata petani pun kena dampak Covid ini ya 😔 Semoga Bango juga terus memerhatikan kesejahteraan para petani ya

    ReplyDelete
  21. Program nya Unilever ini salut banget selalu memikirkan kepentingan masyarakat seperti perekonomian petani yang terkena dampak pandemi, memang sudah seharusnya ada kolaborasi untuk membantu para petani

    ReplyDelete
  22. Memang berasa banget sejak pandemi harga bahan pangan terjun bebas. Kami punya usaha ternak ayam potong pun ngerasain banget jatuh bangun. Syukurlah unilever punya program keren kek gini ya jd bisa bantu mensejahterakan kehidupan petani

    ReplyDelete
  23. Alhamdulillah..program Bango Pangan Lestari ini jadi angin segar bagi para petani yang sedang dalam kondisi tidak menentu di masa pandemi ini

    ReplyDelete
  24. Dampak pandemic ini memang sangat luas, bahkan petani pun kena dampak. Saya ndenegrin saudara-saudara di kampung halaman, bagaimana pandemi covid ini membawa kelesuan terhadap ladang sawah mereka. Semoga semakin banyak program seperti Bango Pangan Lestari ini, agar meningkatkan kesejahteraan para petani

    ReplyDelete
  25. Keren banget nih kolaborasinya bango, sayurbox, dan tanihub untuk mendukung petani Indonesia...

    ReplyDelete
  26. Seneng deh kalo ada program Bango Pangan lestari seperti ini jadi makin banyak petani yg terbantukan. Gak cuma petani sih, tapi pihak lain2 seperti kurirnya juga. Masa pandemi begini pasti ada imbas negatifnya.
    Krn sadar atau tidak keberlangsungan pangan kita kan ditentukan juga oleg para petani Indonesia.

    ReplyDelete
  27. Bagus banget programnya mensejahterakan petani ya mak. Pantes bangi emang paling enakkk kecape

    ReplyDelete
  28. Alhamdulillah ya mbak, ada program dari bango ini untuk kesejahteraan petani. semoga kesejahteraan petani semakin meningkat. Jadi semangat nih makan dengan kecap bango

    ReplyDelete
  29. Seneng banget sama program bango pangan lestari ini, bener bener memperhatikan kesejahteraan petani ya maaaak.. Semoga petani indonesia bisa semakin sejahtera sehingga ketahanan pangan kita juga meningkat yaaa,, Aamiin

    ReplyDelete
  30. Yuk lah kita bantu memperbaiki nasib para petani dengan mendukung gerakan Bango Pangan Lestari ini. Belanja melalui Sayurbox dan TaniHub merupakan langkah nyata untuk membantu mereka.

    ReplyDelete
  31. aku inget bango pasti inget malikaa hahaa.. ngena bgt loh iklannya ttg pak petani yg sayangnya melebihi anak sendiri :D

    ReplyDelete
  32. Sedih banget ya ketika harga sayur anjlok sampai benar-benar nggak ada harganya. Alhamdulillah melalui kerjasama antara Bango, Tanihub, dan Sayurbox jerih payah petani menjadi lebih dihargai ya mba..

    ReplyDelete
  33. Memang saat pandemi begini semuanya berdampak. Dan sedih sekali jika yang terdampak adalah mereka yang penghasilannya berdasarkan harian bahkan. Dengan adanya program ini, semoga membantu para petani dan keluarnyanya :)

    ReplyDelete
  34. Iya mbak, pandemi dampaknya ke semua sektor ekonomi termasuk petani. Alhamdulillah senang sekali kecap bango memerhatikan kesejahteraan petani. Semoga petani bisa bertahan selama masa ini

    ReplyDelete
  35. Saluuut dengan Unilever. Komitmennya pada petani sangat besar. Gak hanya soal produktivitas, tapi juga ilmu untuk membuat kualitas hasil lebih baik, serta kesejahteraan para petaninya. Dan program Bango Pangan Lestari salah satunya. Semoga bisa didukung banyak pihak ya, biar kesejahteraan para petani bisa meningkat.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.