Wonderful Indonesia, Helly Pad Desa Sepakung - Cah Kesesi AyuTea

Wonderful Indonesia, Helly Pad Desa Sepakung

Assalamu’alaikum,

Wonderful Indonesia, Helly Pad Desa Sepakung. Piknik, satu kata yang ternyata punya magnet tersendiri bagi setiap orang. Banyak sekali orang yang selalu mengkait-kaitkan kesuntukannya karena kurang piknik. Begitupun saya, harus saya akui kalau saya juga butuh piknik sesekali waktu dalam sebulan. Meskipun makna piknik tak harus pergi jauh dari rumah. Piknik yang saya butuhkan mungkin hanya sedekar ngopi bareng temen dan ngobrol di kedai kopi langganan....

Namun, kali ini lain dengan yang saya mau bahas di postingan ini. piknik yang saya alami pekan lalu adalah piknik sebenar-benarnya piknik. Saya dengan 14 teman blogger berkesempatan untuk eksplor salah satu desa wisata di Kabupaten Semarang.

Kami bersama Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang mengadakan One Day Tour Besama Blogger Milenial. Acara ini bertujuan untuk sosialisasi potensi desa wisata di kabupaten Semarang. Kebetulan memang destinasi yang dipilih adalah ke dua kecamatan, Bandungan dan Banyubiru.

Desa Sepakung namanya...

Kabupaten Semarang memang terkenal dengan daerah dataran tinggi. Ungaran, Banyu Biru, Ambarawa, Salatiga, dan daerah lain di Kabupaten Semarang banyak menawarkan wisata alam pegunungan.

Desa Sepakung adalah salah satu desa yang ada di Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Bila ditempuh perjalanan dari Kantor Dinas Pariwisata Ungaran, kurang lebih 1,5 jam menuju ke Sepakung. 

Akses jalannya sudah bagus, aspal halus. Tapi sensasi dari pada jalan yang sempit dan naik turun beserta tikungan tajamlah yang bikin pengalaman berbeda. Kanan kiri jurang membuat senam jantung menajubkan. Karena baru pengalaman pertama, jadi piknik ke Sepakung kemaren benar-benar unforgetable.

Di desa ini, ternyata banyak destinasi wisatanya, loh. Hanya saja kemaren kami berkesempatan datang ke 3 destinasi saja. Sayang sekali, karena memang hanya one day tour, jadi tidak bisa menjangkau semua destinasi.

HellyPad Sepakung, Melihat Rawa Pening dari Atas

Jam 10.30 rombongan kami tiba di desa Sepakung. Kami istirahat dan menyicip kudapan yang tehidang di salah satu rumah warga. Ada kacang godong, jus jambu, pisang godog, dan singkong rebus gula aren, dan teh hangat pencair suasana.

Menikmati kudapan lezat ala desa Sepakung sambil saling berkenalan. Dimulai dari Ibu Dra. Retno Rukmiati selaku Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kab. Semarang, ibu Ika Sari Hendrastuti selaku Kepala Seksi Pengembangan Pasar Wisata, kemudian dilanjutkan berkenalan dengan PokDarWis desa Sepakung. Ada Bapak Rumadi, Mas Saifudin, dan masih banyak lagi tim dari pokdarwis desa Sepakung. 

“Setelah kita menikmati hidangan ini, kita akan jalan-jalan ke Hellypad.” Ucap ketua pokdarwis

Pertama kali saya mendengar kata Hellypad ini ekspektasi saya adalah lapangan yang luas seperti landasan-landasan helikopter pada umumnya. Perjalanan menuju ke sana menggunakan anggun paris. Bukan lagi menggunkan L300, karena dikhawatiran tidak kuat menanjak. Anggun paris adalah akronim dari Angkutan Gunung Pariwisata. Hehee, sebenarnya di desa Sepakung tidak menamai mobil bak terbuka ini dengan nama Anggun Paris. Tapi nama tersebut adalah nama angkutan khas yang ada di Petungkriyono Kab Pekalongan. Hehe

“Ayo, kita turun dan lanjut jalan kaki ke atas, sekitar 1 KM ke atas” ucap pak Rumadi.

Saya langsung pucet, wkwkwk. Secara pertama kali pengalaman saya naik gunung. “Yakin nggak ya?” melihat ke arah atas saya awalnya ragu. Tapak demi tapak saya lalui. Naik dan naik, demi tujuan. Malu juga dengan teman-teman yang tampak semangat menuju tujuan. Sayangnya tidak ada air waktu itu. Saya sendiri nggak tahu kalau ternyata hellypad berada di 9/10 puncak bukit Telomoyo. Kami tanpa persiapan bekal meskipun itu air. 

“haauuuss... aiiirr....” kami pun teriak, antara becanda biar ngga capek tapi beneran haus. Wkwkwk

“HANYA ORANG YANG PUNYA SEMANGAT BESAR YANG BISA SAMPAI PUNCAK!! AYO!!” gema suara semangat dari pak Rumadi menggema dari atas sana.

Ya! oke, saya terpacu semangatnya meski sempat sedikit oleng dan pusing. Suami saya malah sempat muntah-muntah 2x. Hahaha. kalau inget jadi lucu. Hellypad sudah nampak tanda tujuan sudah dekat. 

“Ayo, di sini bagus banget!” teriak Asmari yang sudah duluan nyampe Hellypad. Rasanya jadi semangat, ya. ternyata emang benar bila sudah sampai tujuan kemudian melihat pemandangan bagus dari atas itu rasanyaaaaaaaaaaaa.... terpujilah wahai kalian para pendaki.. hehe




Dari papan hellypad ini saya bisa melihat Rawa Pening dari atas. Melihat hamparan sawah di bawah yang hijau. Melihat rumah-rumah di ujung sana. melihat hijaunya bukit Telomoyo yang menyejukkan hati. Terbayar sudah rasa capek saya tadi.


Di sana, saya melihat betapa Indonesia sangat kaya, Indonesia sangat indah. Wonderfull Indonesia!! Tak afdhol rasanya kalau saya menyia-nyiakan waktu di atas untuk tidak mengabadikannya. Saya dan Nyi puasin foto-foto untuk kemudian saya jadikan kenangan.

Desa Sepakung salah satu desa yang menyuguhkan jawaban dari kalimat Wonderfull Indonesia. Saya tidak kapok, tapi... pengalaman kemaren saya jadikan pembelajaran, bahwa... air itu sangat dibutuhkan kala mendaki. Hahaha




Itulah sepenggal kisah tentang Hellypad Desa Sepakung yang saya ikutkan dalam kompetisi Wonderful Indonesia. Yuk ikutan Wonderful Indonesia Blog Competition, klik saja banner di bawah ini untuk infonya, ya. sebagai informasi, blog competition ini berakhir pada tanggal 4 Desember 2018. So, jangan sampai nyesel karena nggak ikutan, ya.

36 comments:

  1. Wah, menarik nih buat trekking. Minggu2 lalu aku naik ke gunung Pangonan Dieng. Mana pagi2 lagi naiknya. Huhu. Tapi begitu sampe savana nya serasa ilang capeknya

    ReplyDelete
  2. Mantep nek ke sana lagi naik helikopter aja ah hahahah

    ReplyDelete
  3. mba itu suami ga kenapa2?sampe muntah 2x *duh mau ngakak takut dosa* :p untunglah smeuanya terbayar ya mba jadi penasaran kesini

    ReplyDelete
  4. Aku kalau kau ajak naik kayanya mikir2 deh Mbak. Aku agak takut ketinggian, hahaha

    ReplyDelete
  5. Itu kalau naiknya sambil gendong bocil bakal lebih mantap lagi tuh, hahaha.... Jadi pengin ke sana juga. Sayang krucil ga bisa ditinggal.

    ReplyDelete
  6. Heiits banget kalian, anak muda.
    Hobi travelling, punya sahabat baik daaan se-hobi, se-profesi ituu bahagia yaa...
    Nikmat tak terkiraaa...

    ReplyDelete
  7. Bukannya mau nakut-nakutin Kak, tapi saya dulu dikasih tau trainer saya kalau kecapekan sampai muntah-muntah itu bahaya lho Mbak. Saya cuma fitness di treadmill aja kalau sampe mual, jadwal fitness hari itu langsung dipotong sama dia. Itu tanda tubuh udah ga kuat sama sekali. Mudah-mudahan suaminya sudah membaik ya Kak.

    ReplyDelete
  8. Wih, ada hellyped toh? Dulu pernah ke semarang tinggal ditempet kerabat di Ungaran, jadi pengen ke Semarang lagi :D

    ReplyDelete
  9. Seru banget bisa ke Desa Sepakung bisa lihat Rawa Pening dari atas. Aku kan jadi pengen juga. Aku cuma pernah ke Desa Wisata Lerep aja nih, Mbak. Hehehe.

    ReplyDelete
  10. Wkwk gaya apa itu normaa foto terakhir

    ReplyDelete
  11. Sampai muntah wah perjuangan banget itu berarti naiknya ya. Indah banget yaa bisa melihat pemandangan dari ketinggian gitu,pengen tapi takut hehe

    ReplyDelete
  12. Syukurlah kalau akses menuju lokasi udah rapi dan di aspal ya mba. Kalau dengan perawatan seperti ini, makin banyak yang akan berkunjung

    ReplyDelete
  13. Kalo naik bukit mesti bawa bekal air lah, Pit Aku jalan ngemall aja bawa minum dari rumah karena memang minumku banyak, gak bisa kalo gak bawa bekal, hahahaha

    ReplyDelete
  14. Wah jadi pengen ngerasain juga treking ke hellipad Sepakung.. Oya semoga sukses di lomba ini ya..

    ReplyDelete
  15. Paling suka acara trekking uji nyali begini, gue bingit ini!
    Ada tempat begini di Balikpapan, namanya Batu Dinding Borneo.
    Semua lelah menguap ketika tiba di puncak.
    Berasa kecil dan ringkih, ketika sampai di ketinggian.

    ReplyDelete
  16. Baru dengar tentang Helly Pad ini. Maklum, jarang piknik sekarang. Hahaha. Kapan-kapan ke sana laah.

    ReplyDelete
  17. Gokil banget nih foto-fotonya kak, aaa jadi kepengen ke sana juga, aku paling suka ke tempat wisata yang ada mendaki-mendakinya walau secara fisik gak kuat tapi semangat yang membara eaaaa

    ReplyDelete
  18. Berani amat yaaah. Kok aku liatnya aja udah deg2 ser gini. Hahhaha usia emang nggak bisa boong ya :D

    ReplyDelete
  19. Hahaha..aku bisa nggak niih. Keknya menantang juga tempatnya buat dikunjungi hehe

    ReplyDelete
  20. Wah asik ya. Pengalaman yang berkesan pastinya. Btw, dulu paling seneng aktivitas naik2. Sekarang mah, nyerah. Hehe

    ReplyDelete
  21. Pengen nyobain trekkingnya bareng anak2. Dulu sering trekking sekarang agak berkurang nih

    ReplyDelete
  22. Seneng deh skr sudah banyak yang mengexplore tempat2 wisata di negeri sendiri, dari yang tadinya aku gak tau sama sekali karena tulisan blog jadi banyak tau

    ReplyDelete
  23. Keren ya tempatnya cocok nih buat tracking di hari libur jangan lupa juga nih kalau kesini bawa koyo takut encok haha.

    ReplyDelete
  24. Kalau aku nyerah deh beneran nggak berani haha dijamin lutut lemas itu

    ReplyDelete
  25. Ngeri banget berada di atas ketingguan gitu walopun seru melihat ke bawah ya. Indonesia memang wonderfull.

    ReplyDelete
  26. Keren naik ke atas, kalau say anyerah deh, fisik dah gak kuat, ngos2an hahaha.
    Tapi emang namanya tantangan perlu dikalahkan ya mbak dan akhirnya bisa juga nyampai helipadnya :D

    ReplyDelete
  27. Perjuangannya keren niih. Untung semua terbayar dg pemandangan cantik yaa mba. Aku jadi makin penasaran sama rawa pening :)

    ReplyDelete
  28. Ish, aku pingin ikutaaaan. Makasih loh mba infonya.

    Btw, aksi fotonya berani banget siih. Hehe

    ReplyDelete
  29. Pemandangannya bagusss..hijau hijau menyejukkan mata

    ReplyDelete
  30. Aku entah deh bisa kesana apa nggak ya mengingat lututku udah osteoporosis

    ReplyDelete
  31. Soal air ini sepertinya emang miskom ya, kita nggak tau soalnya medannya seperti apa. Kirain cuma jalan datar. Apa yang terjadi ternyataaaaa... Gils, tanjakannya udah nyampe 30 derajat gitu kemiringannya. Balung tuwek duuuhh... Kapan2 ke sana lagi yuk Pit, latihan olah raga dulu tapi biar sampai atas masih kece dan cling foto2an. :D

    ReplyDelete
  32. Sekarang pemda aktif ya mempromosikan wisata daerah dengan menggandeng media. Itu kolaborasi yang keren banget

    ReplyDelete
  33. Baru tau ada desa wisata seperti ini di Semarang. Aku tahunya cuma Sam Po Kong hehehehe. Nice info mba.

    ReplyDelete
  34. whaaa aku belum pernah explore semarang.. paling-paling sampe cimory doang.. semarang coret, hahaha.. pengen euy kapan-kapan dolan jauh ky gini.

    ReplyDelete
  35. Walah itu pemandangan pegunungannya indah sekali. Tapi mesti mendaki dulu hadeeeuh (-_-")

    ReplyDelete
  36. This is the meaning of "kesel", tapi worth it bersama kalian kawan.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)