Skip to main content

SUDAHKAN KAMU MEMBACA ALQURAN?

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Assalamu’alaikum..

Rukun Iman yang ketiga adalah Iman kepada Kitab-kitab Allah..
Sebagai seorang Muslimah, Alquran adalah kitab saya.


"Sesungguhnya Alquran ini memberi petunjuk kepada jalan yang lebih lurus dan membawa kabar gembira untuk orang-orang mukmin yang beramal saleh, sesungguhnya bagi mereka pahala yang besar" (QS Al-Israa:9)

Kurang lebih 3 tahun lalu saya tergabung dengan grup One Day One Juz. Tapi beberapa bulan lalu saya left grup itu. Dulu mikirnya sih, dengan ikut grup One Day One Juz saya bisa konsisten mengaji Alquran dengan baik. Setiap hari satu juz sebenarnya mudah, tetapi kalau tidak konsisten dengan manajemen waktu akhirnya merasa kesusahan. Lalu kenapa saya left? Jawabannya adalah karena saya sudah susah membagi waktu. Punya bayi memang bukan alasan dan tak boleh dijadikan alasan, ini hanya karena kesalahan saya saja yang tidak piawai membagi waktu dengan baik dalam 24 jam. Ngajinya Alquran jadi keteteran. hiks


Saya dulu pernah posting tentang Grup One Day One Juz saya, grup #ODOJ2629. Saya tergabung dengan grup One Day One Juz awalnya karena saya ngefans banget sama mbak Oki Setiana Dewi. Saya sering sekali stalkerin akun instagram miliknya. Setiap kali mantengin timelinenya, ada pertanyaan yang sempat membuat saya ngaca, bener-bener ngaca! "Sudahkan kamu membaca Alquran?" Hiks.. Saya malah rajin baca timeline Facebook ketimbang baca Alquran. Dari situ saya berkeinginan untuk ikut ONE DAY ONE JUZ aja, mungkin dengan gabung dalam satu kelompok ngaji, saya bisa terus termotivasi.

Grup One Day One Juz saya malahan bikin semangat karena yang gabung di grup itu kebanyakan teman2 blogger dari komunitas Kumpulan Emak Blogger. Yang awalnya dikenalkan oleh mak Aulia Gurdi. Akhirnya bisa gabung. Tapiii... lambat laun, satu persatu emak2 blogger left grup hingga akhirnya saya pun sekarang sudah left grup.

Ada rasa yang hilang loh sebenarnya waktu pertama saya left grup One Day One Juz. Kan biasanya grup aktif ada notifikasi masuk teman-teman laporan tilawahnya sudah selesai dengan menuliskan kata ‘kholash’ di grup.  Kalau saya belum selesai tilawah rasanya malu, jadi saya semangat untuk menyelesaikan ngaji saya sebelum deadline waktu yang sudah disepakati.

Sekarang bagaimana? Sekarang saya tetap mengaji Alquran, walau tidak tergabung dengan grup One Day One Juz lagi. Tapii... mengalami menunduran, karena saat tergabung dengan grup One Day One Juz saya bisa ngaji 1 juz sehari, kalau sekarang nggak mesti satu juz. Kadang 1 juz selesai dalam 2 hari atau bahkan satu minggu. Tapi di bulan Ramadhan ini menyempatkan diri untuk membaca Alquran minimal satu lembar dalam sehari. 

Ramadhan tahun ini saya sedih, sudah hari ke 20 tapi saya belum khatam. Ya Allah, sediiihh sekali. Padahal bapak dan Ibu sudah khatam, bulik saya juga sudah khatam di hari ke 10 malahan bikin berkat slamatan nasi tumpeng.

Saya iri sama Ibu-Ibu yang punya anak bayi tapi tetap bisa khatam Alquran. Katanya menyempatkan waktunya membaca 2 lembar setelah sholat fardhu. Dalam satu juz biasanya kan 8 sampai 10 lembar, jadi selesai dalam sehari membaca masing-masing 2 lembar setelah sholat lima waktu. Tapi kenapa saya nggak bisa ya? #tanya kenapa? Semoga Allah mengampuni saya yang telah mengalami kemunduran dalam beribadah. Aamiin. Kalau temen-temen bagaimana? Sudah khatam berapa kali bulan Ramadhan tahun ini?

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Mencetak Kemasan Makanan di Uprint untuk Usaha Snack

Halo, Assalamu’alaikum.. Apa kabar, Februari udah berjalan satu pekan, nih, dan di beberapa mini market udah mulai banyak bertebaran promosi coklat dan segala macam yang berhubungan dengan valentine. Saya sendiri sih enggak pernah merayakan hari Valentine secara khusus, ya. karena menurut saya semua hari sama saja, saya selalu memberikan rasa sayang dan cinta kepada pasangan... pun dengan sesama, eaaa... Kamu pernah ngeh nggak kalau kemasan masakan untuk coklat, kue, permen menjelang Valentine itu lucu-lucu. Saya sih selalu ngeh, bahkan beberapa kali pernah kepincut dan membeli coklat karena suka dengan kemasannya. Kalau Valentine begini mah kebanyakan kemasan warna pink gitu, ya. Tapi ada juga beberapa coklat yang kemasannya selain warna pink. Ngomongin masalah kemasan. Saya jadi ingat teman saya yang buka usaha kuliner snack/jajanan. Tapi dia bingung soal design kemasannya. Namanya usaha kuliner begitu kan hal yang pertama dipikirkan tentu soal personal bran