Skip to main content

Curhat tentang Cemburunya Kakak kepada Adiknya



Assalamu’alaikum sahabat semua.. semoga sehat wal afiyat selalu, yaa.....  Amin..


Sebelumnya saya mau tanya dulu ah, yang sudah punya dua anak atau lebih dengan jenis kelamin sama-sama cewek atau sama-sama cowok, baju kakaknya waktu bayi yang masih layak pakai diturunin ke adiknya nggak? Atau.. selain baju, mungkin mainannya? Kasurnya? Lemarinya? Bak mandinya?


Saya lagi bingung, nih. Jadi gini, kakak Noofa nggak bolehin kalau baju-bajunya dia waktu bayi dipakai adiknya. Dia bilang itu baju bayi punya Noofa, adik nggak boleh pakai.
“Adik beli sendiri aja” kata Noofa gitu.

Rasa cemburunya dia masih belum bisa ‘sembuh’ nih. Kemaren aja, saya udah jahitin kerudung Noofa karena masih agak lebar, pikir saya kan biar nggak usah beli kerudung, lagipula itu kerudung udah kecil banget kalau dipakai Noofa. *Yaa iyalah, kerudung waktu Noofa bayi*.. Ehhh, pas ketahuan si Noofa, langsung diambil kerudungnya dan ‘gak boleh dipakai adik Nooha. Hhffft!

Adik memang belum punya kerudung sendiri karena saya belum membelikannya, kemaren pas mau pergi ke acara kopdar Blogger Semarang akhirnya adik Nooha nggak jadi pakai kerudung tapi pakai bandana. Hihihi *Nggak papa yaa Nok ayu.. nanti Umi belikan kerudung buat adik*

Selain baju dan kerudung, ternyata Noofa juga belum ‘ikhlas’ kasur bayinya dipakai adik, padahal udah lamaaa banget kan Noofa nggak pakai lagi, ehh tapi pas kasur itu mau dipakai buat bobok adik, begitu ketahuan Noofa langsung diambil dan kasurnya dipakai dia tidur, sampai sekarang. Padahal jelas banget itu kasur kekecilan ditidurin dia. Hahaha. Ada-ada aja itu anak!

Ibu saya bilang, itu efek cemburu dan takut kalau perhatian saya dan abinya berkurang dengan memberikan barang-barang dia ke adiknya seakan-akan kami lebih sayang adik, padahal kah enggak gitu maksudnya. *____*

 

Padahal saya sudah memberi pengertian ke kakak akan pentingnya berbagi, apalagi berbagi dengan adik sendiri. Soal pakaian, banyak banget baju dia yang masih bagus-bagus. ‘Kan nggak mungkin juga kalau dipakai lagi sama Noofa. Saya kan pengen hemat financial, kecuali kalau adik berjenis kelamin cowok, beda lagi ceritanya. Nggak mungkin dong bayi cowok dipakein rok. Haha.

Soal lungsuran ini, bukan berarti adik tidak memiliki baju bayi sendiri lho ya, saya juga sudah membelikan baju baru buat adik, akan tetapi jumlahnya memang masih terbatas, tapi kalau mainan, udah nggak tahu pada ke mana mainan Noofa jaman bayi. Paling nanti saya beli lagi mainan buat adik Nooha sesuai usianya.

PR saya adalah memberi pengertian kepada kakak Noofa agar mau dan merasa ikhlas berbagi dengan adik Nooha. Hal tersebut sebagai bagian untuk mendidik kakak Noofa supaya lebih dewasa dengan kehadiran adik. Rasa cemburu yang dimiliki oleh kakak jelas merupakan hal yang wajar, karena sebelum kehadiran adik, kakak seakan menjadi putri raja yang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari saya dan suami 100 % hanya untuk dia. Namun saat ini dengan hadirnya adik tentu saja perhatian dan kasih sayang yang kakak terima menjadi terbagi dengan adik, *Percayalah, Nak.. kami sayang kak dan adik, sama-sama 100%*

Oiya, memang katanya wajar yaa kalau punya anak sama-sama perempuan terus cemburu gitu? Apa kakak Noofa masih terbilang ‘masih kecil’ untuk mempunyai adik? Kalau kata tetangga, rasa cemburu itu bisa dikendalikan namun setiap anak beda-beda masa cemburunya itu. Karena penasaran, saya bertanya sama ibu saya soal cemburu ini, ternyata saya juga dulu kaya gitu sama adik saya. Haha. Sifat saya nurun ke Noofa :P terus apa yang Ibu saya lakukan waktu itu?

“Awalnya, ibu membelikan barang apapun serba dua, serba kembar. Sandal kembar, baju kembar, mainan kembar, sepatu kembar, bahkan sampai beli perhiasan juga kembar. Tujuannya supaya kamu dan adik ‘gak rebutan. Tapi ternyata sama aja, udah punya sendiri-sendiri tetep iri-irian. Kamu yang nggak mau ngalah!” begitu ibu bercerita. Hahaha.. ternyata kecil saya begitu toh? Kalau mendengar cerita ibu gitu saya malah jadi malu, ternyata lebih parah saya dibanding Noofa. Hehehe..

“Tapi Bapak bilang kalau seperti itu yaa percuma saja karena ntarnya anak-anak nggak ngerti konsep berbagi, akhirnya setelah saya sekolah SD, ibu nggak beli serba kembar lagi, misalnya mainan yaa beli mainan semau anaknya. Ntar boleh saling pinjem. Bapak juga adil, adil di sini bukan berarti memberi apa saja dengan barang yang sama, tetapi memberikan apa-apa disesuaikan dengan kebutuhan”. Lanjut ibu bercerita. “nanti juga setelah gede, ngerti sendiri” lanjut Ibu. Haha. Iya lah kalau udah gede kan udah bisa ngerti dan mikir.

Tapi nggak ada salahnya mencoba supaya sejak dini bisa berbagi tanpa ada air mata kakak Noofa. Soalnya kalau sudah nggak boleh, kakak Noofa mesti pakai jurus nangis. Huhuhu. Apa karena saya terlalu memanjakan kakak Noofa, ya?

Atau temen-temen punya pengalaman yang serupa, pliiisss bantu saya dong. Gimana caranya supaya cemburunya kakak cepet ‘sembuh’. Share yaa di komentar. Makasiihh..

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi..  Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya i ni cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu a

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare. Gambar pinjem dari web iinformasitips