Skip to main content

Resep Masakan Andalan Keluarga yang Murah dan Gampang Banget

Setiap keluarga pasti punya masakan andalan sekalipun setiap anggota keluarga punya selera yang berbeda-beda. Ada yang suka masakan dan makanan pedas, ada yang sama sekali nggak suka pedas. Dan itu hal yang sudah lumrah dalam sebuah keluarga. Di keluarga saya, hampir seluruh anggota keluarga menyukai makanan pedas, jadi bisa dikatakan masak apa saja yang rasanya pedas kami semua tidak keberatan dan bahkan malah bisa langsung diserbu habis.

Masakan yang paling disukai adalah Tempe Pecak. Tempe pecak ini masakan yang berbahan dasar tempe saja. Gampang, simpel, murah meriah pula. Kecuali harga cabai sedang melonjak naik, mungkin ini akan sedikit mahal, tapi tak seberapa juga, karena nggak butuh banyak cabai untuk sambelnya.

Bahasa di Kesesi pakai pecak, kalau di daerah lain lebih dikenal dengan istilah tempe penyet. Intinya sama, tempe dipenyet-penyet. Yang membedakan dengan masakan tempet penyet di warung lamongan adalah, tempenya ini direbus. Jadi masakan ini sehat karena tidak mengandung minyak (kolesterol).




Sekarang, saya mau share beberapa bahan yang harus disiapkan untuk membuat tempe pecak ini, monggo kalau temen-temen ada yang mau masak resep ini. Dijamin sedaap deh. Gampang dan Murah meriah. *___*

Bahan:
Tempe
Cabai rawit

Tomat (optional)
Garam
Bawang merah
Trasi
Gula Jawa

Caranya:

  1. Rebus tempe bersamaan dengan cabe, tomat (optional) dan bawang merah, beri garam supaya tempenya tidak hambar. Secukupnya saja.
  2. Setelah semua matang, angkat. Tiriskan tempe. Dan taruh cabai, tomat, dan bawang merah di cowek, tambahkan trasi, garam, dan gula jawa.
  3. Uleg semuanya. Setelah sambal sudah jadi, ambil tempe secukupnya, dan dipecak atau dipenyet-penyet.
  4. Sajikan dengan nasi panas dan sedikit lembek.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Pengalaman Operasi Bedah Mulut (Gigi Bungsu) dengan Menggunakan BPJS

Halo Assalamu'alaikum, Sudah lama banget sebenarnya saya pengen posting pengalaman saya operasi gigi bungsu ( impacted teeth ) di Rumah Sakit Siti Khodijah Pekalongan.  Sebelumnya sudah saya posting di channel youtube saya, bisa nonton di sini dulu biar ada pandangan hehehe. Nah, jadi ceritanya semalam ada yang chat WA ke saya, namanya Doni dari Indramayu dia nanya-nanya soal pengalaman saya operasi gigi bungsu karena semingguan lagi dia juga mau operasi gigi bungsu di rumah sakit di Indramayu.  Dari permintaan dan saran doi akhirnya saya menulis postingan ini. Terasa semangat gitu kan ya kalau postingan kita di sosial media organik terus ada yang nyari kemudian nyari kontak kita untuk tanya-tanya lebih lanjut. Alhamdulillah sekali selama ini masih banyak pembaca blog dan viewer youtube yang kemudian bisa lanjut obrolan dengan chat pribadi. Terima kasih banyak,.. Kenapa Gigi Bungsu Sebaiknya Dicabut? Biasanya gigi bungsu akan tumbuh ketika kita sudah dewa