Skip to main content

Internet Membawa Saya Berkembang Bersama Jaman



Merasa beruntung saya bisa bersekolah sekaligus nyantri di Pondok Modern Daaru Ulil Albaab Kedungkelor Tegal. Apa pasal? Karena di sana, sedari kelas 1 SMP saya dan teman-teman sudah diajarkan cara mengoperasikan komputer. Meskipun masih sebatas pengetahuan basic tetapi itu sudah dapat dijadikan bekal yang cukup untuk siap berkembang bersama jaman. Hehe.

Iya, bagaimana tidak beruntung? Saya dan teman-teman saya diajarin cara / metode mengetik keyboard dengan 10 jari. Kalau inget waktu itu, saya jadi geli sendiri. Karena saya mempunyai jari yang super unyu, jadi itu yang menjadi kendala saya untuk bisa memencet huruf P dan Q pada keyboard dengan jari kelingking. Haha.

source : https://id.wordpress.com/tag/mengetik-10-jari/

Basic komputer sudah dipastikan bisa dikuasai oleh semua lulusan DUA saat itu. Kebetulan salah satu ustadz di sana yang menjadi  guru komputer sangat yang kagumi. Beliau mengajarkan materi demi materi dengan sabar tetapi tegas. Sehingga semua santri bisa memahami materi dan mengaplikasikannya. 10 jari!


Semua santri sudah bisa mengoperasikan komputer, tapi hanya sebatas tu, karena waktu saya SMP internet belum mashyur di Pesantren. Jadi kami para santri hanya bisa ‘main’ computer sekedarnya saja. Seminggu tiga kali saat ada pelajaran computer.

Kemampuan berkomputer berlanjut terus hingga masa-masa SMA, di mana saya suka sekali menulis puisi dengan cara diketik dan disimpan di disket, ada juga beberapa tugas yang berhubungan dengan dunia kepenulis. Membuat bahan untuk mading, juga tugas akhir seperti sinopsis dan karya tulis ilmiah yang lain. Sayang, lagi-lagi saya belum bisa menjamah dunia internet di masa-masa indah SMA. ^_^

Tahun 2005. Lulus SMA saya melanjutkan sekolah saya di Semarang. Kuliah jurusan Bahasa Inggris. Di tahun yang sama, saya baru bisa mengakrabkan diri dengan yang namanya internet. Karena setiap mahasiswa setiap semesternya mendapat jatah 40 jam untuk akses internet gratis di lab komputer. Sebagai mahasiswi yang berkembang bersama jaman, tentu 40 jam jatah internetan sebisa mungkin saya manfaatkan. Bahkan, saya pernah kekurangan jatah, dan meminta beberapa jam akses internet milik gebetan teman saya. Hihihi

source : id.wikipedia.org

Bicara mengenai internet, saya pernah kecanduan loh. Tahun 2008, awal-awal marak warung internet di sekitaran tempat tinggal saya di Semarang. Waktu itu belum banyak mahasiswa yang mempunyai leptop ataupun modem. Yaa seperti yang saya ceritakan di atas, mahasiswa hanya mengandalkan jatah 40 jam akses internet dari kampus. Namun, sebagian mahasiswa yang lain, bisa menambah kebutuhan internetnya dengan cara pergi ke warnet entah untuk mengerjakan tugas atau pun untuk sekedar haha-hihi dengan teman chattingannya di Yahoo Messenger yang mana kebanyakan lawan chattingannya mereka adalah bule-bule dari berbagai negara. Haha. Iya, mahasiswa itu adalah saya sendiri. ^__^

Kebutuhan berinternet makin ke sini semakin banyak. Ya, nggak? Apalagi saat saya mengenal blog. Jauh sebelum itu, saya menjadi social media addicted, di mana kayaknya nggak bisa sehariiii saja nggak buka facebook! Iya, nungguin balasan inbok dia, nungguin puisi-puisi yang ditulis dia di note facebook, nungguin update-an status dia, juga nungguin upload-an foto terbaru dia. Duuh.. dia di mana yaa sekarang? hihihiks

Saat ini semua menjadi mudah, berkembangnya jaman menjadikan dunia berada pada genggaman. Transformasi dan revolusi spesifikasi yang ada di handphone sangat pesat perkembangannya. Dengan benda kecil di tangan, kita semua bisa melihat dan mengetahui seseorang yang tak terlihat dengan mata kita secara langsung. Layar kecil itu menjadi jendela untuk melihat kehidupan di luar sana. Sungguh! Belajar berbagai ilmu pun bisa kapan saja, di mana saja, hanya dengan layar sempit 5” (inchi).

Apalagi manfaat positif dari internet teramat sangat banyak bagi mereka yang bisa memanfaatkannya dan berjalan di jalan yang lurus. Hihihi. Dari mulai mempererat silaturahim dengan saudara yang selama ini terhubung dengan salah satu atau lebih media sosial, memperbanyak jaringan pertemanan dengan cara ngeblog dan saling follow, hingga mengumpulkan pundi-pundi dari jualan online. Modalnya, jujur, ulet, tekun, ramah, fokus, konsisten, dan pulsa internet (kuota). loh. Lha iya, kalau nggak punya pulsa (kuota), nggak mungkin bisa internetan toh?

Ngomong-ngomong tentang pulsa, saya jadi inget acara Fun Blogging 9 di Semarang 19 Maret yang lalu. 

Iya, memang setelah niat ingin menjadi blogger yang nggak kudet. Saya berusaha sesuai kemampuan dan kondisi saya mengikuti acara blogger. Selain harus piawai menjalani kehidupan di dunia maya, saya juga harus bisa mengaktualisasikan diri di dunia nyata. Lhaa ya iya, lha wong semua akun yang kita punyai di dunia maya kan yang menjalankan kita sendiri di dunia nyata. Hihihi

Di acara fun blogging 9 ini saya dan teman-teman saya mendapatkan starter pack dari IM3 Ooredoo. Jadi ceritanya kami semua ngetest jaringan 4G dari Indosat. Starter pack tersebut berisi paket freedom combo.

Dengan Freedom Combo, kita bisa memilih paket internet mana yang sesuai dengan kebutuhan kita. Ada 4 pilihan paket internet Freedom Combo yang bisa kita pilih, ada paket M, L, XL dan XXL! Lucu ya nama-nama paketya.  hihi

Kemaren saya coba pake Paket M yaitu internet 2GB+ bonus 4G 10GB berlaku selama 30 hari dengan harga Rp.59.000 saja. Kita bisa sms dan nelpon sepuasnya, FREE! Bisa juga email-an, browsing dan chatting! kalau kamu memang pengen paket yang kuotanya lebih gede, bisa milih paket L, atau yang XXL. Caranya aktifasinya sangat mudah, cukup aktifkan paketnya di ponsel kamu yaitu dengan pasang aplikasi My Care atau bisa juga SMS ke 363 atau tekan *123# Mudah, kan?

Tapi sayang, kuota 4G nya belum bisa dipakai karena HP saya belum 4G. hiks. *kode*

Seusai acara Fun Blogging itu, saya bawa pulang starter pack gratisan dari Indosat. Sampai rumah, seperti biasa, Noofa minta nonton youtube. Ajibnya, Kesesi yang masih pelosok, bisa lancar youtube-an pakai indosat. Kepengennya sih, saya punya HP 4G dan jaringan 4G di Kesesi Pekalongan sudah lancar, sehingga paket kuota 4G yang saya punyai ini tidak hangus sia-sia. Amin..

Youtubaan pake indoaat iniihh.. Lancaarr

Revolusi, perkembangan jaman, perubahan bentuk media yang pernah saya rasakan , dari mulai komputer, leptop, hingga smartphone yang semakin ke sini semakin canggih adalah saksi bisu kisah perjalanan dan pengalaman saya berinternet. Namun, saya sadar betul, berkembang bersama jaman membutuhkan modal besar, nggak mungkin bisa saya hadapi bila tanpa usaha keras. Pengen HP 4G saja belum bisa saya turuti. Nothing is imposible. Semoga secepatnya bisa saya punyai. Aminkan, duoooonk?!

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Pengalaman Operasi Bedah Mulut (Gigi Bungsu) dengan Menggunakan BPJS

Halo Assalamu'alaikum, Sudah lama banget sebenarnya saya pengen posting pengalaman saya operasi gigi bungsu ( impacted teeth ) di Rumah Sakit Siti Khodijah Pekalongan.  Sebelumnya sudah saya posting di channel youtube saya, bisa nonton di sini dulu biar ada pandangan hehehe. Nah, jadi ceritanya semalam ada yang chat WA ke saya, namanya Doni dari Indramayu dia nanya-nanya soal pengalaman saya operasi gigi bungsu karena semingguan lagi dia juga mau operasi gigi bungsu di rumah sakit di Indramayu.  Dari permintaan dan saran doi akhirnya saya menulis postingan ini. Terasa semangat gitu kan ya kalau postingan kita di sosial media organik terus ada yang nyari kemudian nyari kontak kita untuk tanya-tanya lebih lanjut. Alhamdulillah sekali selama ini masih banyak pembaca blog dan viewer youtube yang kemudian bisa lanjut obrolan dengan chat pribadi. Terima kasih banyak,.. Kenapa Gigi Bungsu Sebaiknya Dicabut? Biasanya gigi bungsu akan tumbuh ketika kita sudah dewa