Skip to main content

MyJNE, Membuat Kita Semakin Dekat

Bismillah.

Postingan ini saya tulis dengan sepenuh hati, sambil chattingan dengan mbak Ika Puspita, pelanggan toko online saya. Terima kasih yaa, Mbak Ika. Sudah membeli dua gamis dari Griya Lahfy di penghujung bulan Maret ini. 


Griya Lahfy adalah toko online yang saya kelola bersama dengan sahabat saya yang sudah saya anggap seperti orang tua saya, Bunda Niken, namanya. Usia griya lahfy sudah dua tahun.

Usaha atau berjualan online tentu saja tidak bisa lepas dari yang namanya packing dan pengiriman barang, tidak mungkin juga saya atau bunda Niken yang ngirim barang sendiri ke pembeli. Kebayang nggak kalau yang beli orang Luar Jawa? Masa iya, saya harus ke Luar Jawa untuk ngirim gamis yang dia beli? Hehe.. tentu tidak! Saya membutuhkan jasa pengiriman barang. 

Selama ini, selama dua tahun saya jualan online, jasa pengiriman barang yang paling diminati pelanggan adalah JNE. Bisa dilihat dari kumpulan resi-resi, 90% dari JNE.

Dulu, sebelum saya jualan online, setiap saya mendapatkan hadiah dari Giveaway yang diadakan teman blogger juga pasti dikirim pakai JNE. Salah satu alasan saya memilih JNE karena pelayanan pengiriman barang JNE bisa sampai pelosok desa seperti Kesesi. Bahkan, sampai pintu rumah saya. Beneran!

Ini penting banget, karena saya pernah punya pengalaman. Dulu, teman saya ngirim makanan dari Batam, Kepri. Karena nggak tahu, saya manut saja gitu kan, ya. Ternyata dia ngirimnya nggak pakai JNE. Sampai lima hari barangnya belum sampai rumah. Hari ke enamnya saya ditelpon pihak ekspedisi, ternyata tidak bisa ngirim sampai rumah, jadi saya harus ngambil paketan ke kantor cabang di Pekalongan kota. Akhirnya saya ke sana untuk ngambil, dan setelah dibuka paketnya, makanannya ada yang sudah berjamur karena salah satu yang ada di dalam adalah cake pisang khas Batam. Malang sungguh malang.

Aahh ya sudahlah, kalau inget kejadian itu, saya jadi sediih :(

Tapi, bukan berarti saya harus larut dalam kesedihan. Lebaran kemaren, saya beli nastar online dari Semarang. Dikirim ke Kesesi duonk karena saya kan di Kesesi. Pakai JNE. Dan tiga hari bisa sampai di sini dengan selamat, nastar masih bagus, tidak remuk, toplesnya juga nggak pecah. Karena di JNE khusus makanan, benda cair, elektronik dan benda rawan pecah dipacking dengan packing khusus sehingga tetap aman sampai tujuan. 

Ngomong-ngomong pengalaman saya dengan JNE lumayan banyak juga, ya. Hihihi. 

Sejak nyambi bisnis online, saya juga sudah install aplikasi JNE dari Play Store. Namanya Aplikasi JNE express across nations. Cukup membantu saya untuk keperluan cek tarif, cek resi, JNE nearby, one click, dan Pick Up. Tapi dari lima fitur yang ada di sana, yang paling saya sering gunakan yaa untuk cek tarif dan cek resi. 

Tapi di tahun 2016 ini, saya menemukan aplikasi baru lagi dari PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir di Playstore. Namanya MyJNE. Saya juga sudah download aplikasi ini, dan tidak menghapus aplikasi JNE lama di tablet saya. Hehe.. Bukan apa-apa, lebih njagani saja. Lagian memorinya kecil kok, ringan dan nggak bikin sesak internal. Hihihi. Jadi tenang..



Setelah saya buka dan saya aplikasikan, ternyata MyJNE lebih lengkap. Jadi di MyJNE ini bisa merekam semua aktifitas pengiriman barang dengan syarat mendaftarkan nomor telepon, email dan password di dalam aplikasi tersebut. Jadi hanya dengan satu nomor telepon yang didaftarkan kemudian diverifikasi melalui email, si penginstall dapat menikmati fitur yang ada di aplikasi ini, seperti fitur Cek Tarif, Cek Airwaybill, Nearby, My COD dan My COD wallet. Untuk my COD dan my COD wallet ini belum saya intregatedkan dengan toko online saya. Karena sementara ini saya masih pakai cara manual. Insya Allah secepatnya, karena saya juga butuh yang namanya pembukuan digital. 

Jangan khawatir, karena aplikasi ini aman untuk buyer dan seller. Memang diciptakan untuk kenyamanan pelanggan. Aplikasi ini dapat digunakan untuk user yang sudah registrasi dan terverifikasi. Makanya, kalau belum install, segera install ya, supaya saya dan kamu bisa sama-sama menggunakan MY COD di MyJNE.

Untuk fitur cek tarif, tampilannya lebih simple. Kecepatan loadingnya juga lebih cepat dari aplikasi satunya. Caranya mudah, kok. Tinggal klik Kota Asal dan klik Kota Tujuan. Untuk Kota tujuan, nyarinya kecamatannya, ya. Karena tarif kecamatan dan kabupaten atau kota itu berbeda. :)


Untuk cek resi, ini nih yang makin kekinian. Ada dua cara untuk memantau paket kita (cek resi), yang pertama mengetik resi secara manual di kolom Airwaybill lalu klik search, atau yang kedua dengan cara klik gambar camera untuk menscan barcode yang ada di Cnote (lembaran kertas resi). Pastikan pas scannya, supaya bisa terbaca oleh sistem. Dari situ nanti akan tampil di layar tentang status paket si pembeli.

Untuk fitur JNE nearby, ini juga sudah lama saya kepoin. Pasalnya kalau saya mau kirim barang di Pekalongan dari kampus, saya nggak tahu counter JNE terdekat di mana. Makanya saya cari tahu dari fitur nearby ini. Ternyata kalau dari kampus STAIN yang paling deket ada di dekat apotik 24 Pekalongan. Dan kalau di Kesesi ada di dukuh Besimahan, hanya 200 meter dari rumah saya. 

Tuh, kan. Apa saya bilang. JNE itu dekat dengan kita semua. Ibaratnya sinyal, JNE sudah merambah ke pelosok-pelosok desa. Jadi, masyarakat desa bisa mudah mengirim barang untuk anaknya yang ada di perantauan.  Atau mereka yang di perantauan bisa dengan tenang mengirim paket ke desa karena JNE bisa melayani pengiriman paket sampai pintu rumah masing-masing. Betapa JNE bisa membuat harmonis hubungan keluarga, ya.

Itulah pengalaman saya dengan JNE dan pengalaman saya menggunakan aplikasi MyJNE dari tablet saya. Yang jelas, dengan aplikasi MyJNE ini, kita bisa lebih mudah. Hanya dengan buka smartphone android kita bisa langsung geser-geser seger! Tidak udah ribet buka browser yang makan banyak waktu loading.

Yang belum install, segera install ya, apalagi kalau kamu orangnya mobile banget, udah gitu punya olshop. Hidup itu kan kudu berkembang, jamannya kekinian, yaa orangnya juga harus kekinian.
Salam.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.