Skip to main content

Badan Pegel-pegel Setelah Senam Aerobic

Hahaha.. Judul postingannya kentara banget kalau saya jarang olahraga. Iya, emang. Saya jarang banget olahraga. Biasanya cuma gerakin badan kalau pas joget-joget sembari karokean di rumah, tergantung lagunya juga. Kalau dangdut mellow yaa nggak sambil joget-joget. Hahaa. Atau paling saya mempraktikkan gerakan yoga yang pernah diajari mak Mira Sahid dan Mak Ratree. Gerakannya yaa itu-itu aja karena saya memang minta diajarin gerakan untuk mengurangi keluhan migren saya. Hehehe..

Ceritanya, di Kesesi ada tiga sanggar senam aerobic. Tapi lumayan jauh. Nah, belum lama ini ada sanggar senam aerobic yang letaknya dekat dengan rumah. Rumah sanggar plus rias pengantinnya bu Lurah. Hehehe..



Siang tadi saya mampir ke sanggar, tanya-tanya dengan bu lurah. Intinya sih nanyain tentang senam aerobic, biaya, dan siapa instrukturnya. Alhamdulillah ternyata instruktur senamnya adalah teman Guru Ibu saya, Bu Riri. Karena kenal jadinya saya memutuskan untuk mulai ikut senam sore harinya.

Sanggar senam aerobic di tempatnya Bu Lurah buka seminggu tiga kali, yaitu hari Selasa jam 16.00, Jumat jam 16.00 dan hari Minggu jam 06.00 pagi. Biayanya relatif murah, karena setiap datang kita cuma iuran 5000 rupiah. Nggak pakai sistem anggota bulanan, jadi kalau misal kita nggak datang, yaa nggak bayar. :))

Saya datang ke sanggar bertiga, bersama adik dan Noofa. Tadinya sih pengennya Noofa nggak usah ikut karena pasti nanti nggak betah dan minta pulang sebelum selesai. Tapi pas kami sampai di sanggar, Noofa langsung seneng joget-joget gara-gara denger lagunya Wali dan Cita Citata dari Speaker Simbadda yang ada di pojok timur ruangan senam.

Satu persatu peserta senam datang, sanggar mulai ramai. Mereka ganti kostum dengan memakai pakaian olahraga. Saya mah belum punya, jadi cuma pakai celana leging, kaos manset yang didobeli tengtop plus kerudung warna biru. Saya siap ikutan senam sore ini.

Setelah semua siap, termasuk Bu Riri sang instruktur senam juga sudah siap, kami para peserta memposisikan diri. Berbaris, play musik dan kami senam aerobic bersama. Semua gerakan saya ikutin, namun sesekali berhenti karena Noofa minta ini dan itu. Hihihihiks

Singkatnya, sekitar 90 menit senam selesai. Keringat keluar semua, kaos juga basah, lantai pun demikian. Basah dan licin. Setelah pendinginan selesai, kami istirahat sembari minum air putih yang sudah disediakan oleh Bu Lurah, ada dispenser, galon, dan gelas yang ditaruh di dekat bifet tempat tas.

Sambil ngobrol-ngobrol, saya dikasih tau bu Riri, katanya kalau jarang olahraga, begitu ikut senam biasanya badan akan pegel-pegel kalau malam. Saya juga udah pernah dulu waktu pertama latihan karate. Malamnya nggak bisa tidur karena badan pegel-pegel.
Senam aerobic

Bu Riri ngasih tips, kalau badan pegel-pegel, rebahan aja di kasur sambil gantung kaki ke tembok. Gantung kaki sampai terasa seperti kesemutan.  Kalau perutnya kram otot kenceng-kenceng, bisa dikompres dengan air hangat yang dimasukkan ke dalam botol kaca. Bu Riri juga bilang itu hal lumrah untuk pemula, tapi jangan karena sakit-sakit terus kapok nggak mau ikut senam lagi. Hahaha.. Iya, saya nggak kapok, kok. Wong rencananya saya mau beli sepatu olahraga baru dan baju olahraga. Biar ada gonta-gantinya. Hihihi

So, insya Allah mulai hidup sehat, kalau makanan sudah mulai dijaga, sekarang mau nambah senam aerobic. Jadi nggerakin badannya nggak cuma kalau joget sambil karokean aja, tapi bener-bener ikutan senam. Asyik-asyik Jozz..

Udah, dulu, yaa.. Mau gantungin kaki dulu..

Salam sehat tanpa pegal! Hehehe...


Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.