Skip to main content

(Bukan) Kopdar Biasa



Sabtu (10/10) Bunda Lahfy, yaitu rekan bisnis jualan online akhirnya sampai di Kesesi. Siapa yang nggak bahagia bila ada sahabat yang kini menjadi saudara datang ke rumah. Sambutan penuh suka cita, karena sejak kenal tahun 2012 lalu, baru di bulan pada tahun ini beliau bisa hadir di tengah-tengah keluarga kami, di KESESI.

Berawal dari percakapan sehari sebelumnya, Bunda bilang kalau beliau sekeluarga mau kondangan di Slawi Tegal. Bila waktunya kemungkinkan sekalian mau ketemuan sama saya di Tegal, karena mau bawain gamis untuk saya pasarkan secara offline di Kesesi.


“Noorma, Aku besok mau ke Tegal, mau kondangan Mbak Dayah, kira-kira kalau ketemuan di Tegal, Noorma bisa nggak?” tanya Bunda di telepon.

“Hmm.. Insya Allah, Bun, di mana?” saut saya

“Yaa.. di kota aja. Nanti Aku bawain gamis ya, gimana?”

“Oke, Bun.. nanti Aku bilang ke suami dulu, jam berapa ya? Iya Bun, bawain gamis, ya.. hehe”

“Jam siangan aja, Aku dan keluarga langsung pulang kok, nggak nginep”

“Siaaaapp, Bunda” 

Saya menyanggupi saat Bunda mengajak saya ketemuan di Tegal. Suami dan Saya juga sudah merencakan perihal keberangkatan ke Tegal. Nggak ngajak Noofa karena pasti akan ribet membawa gamis yang banyak. Udah ada rencana juga mau naik motor maticnya Ibu supaya kalau bawa barang banyak ada tempatnya dan agak nyaman ketimbang naik motor bebek.

Rencana sudah matang, tinggal nunggu hari esok. Eh, pas mau tidur sekitar jam 10 malam, Bunda BBM saya gini:

“Noorma, setelah ngobrol sama Ayah, insya Allah kami mampir ke Kesesi. Jadi nggak usah ketemuan di Tegal”

Berasa kaya mimpi karena baca BBM udah agak ngantuk. Hehe..

Saya balas singkat dengan satu kata “ASYIIIKKKK”.. sebelum saya tidur.

Keesokan harinya saya baru ngomong sama suami dan Ibu Bapak, bahwa nanti sore akan ada tamu dari Jakarta, sekeluarga. Ibu yang selama ini juga pinisirin sama Bunda tentu seneng duonk mendengar kabar ini. Begitupun dengan Bapak. Lalu Ibu langsung memberi tugas ke saya untuk bersih-bersih rumah, belanja sayuran ke pasar, dan beli jajanan. Hehe..

Saya dan suami ke pasar untuk belanja. Lalu kami berdua masak bersama. Yaa.. itung-itung memasak bareng dengan penuh romantisme *halah* sambil menyemai cinta. Hihihi.. kami nggak masak banyak menu pagi itu, hanya sayur soup ceker, daging sapi rendang, tumis kacang panjang, goreng kerupuk, dan sambal tomat. Hihihi
Masak sudah selesai, selanjutnya saya bersih-bersih rumah. Nyapu dan ngepel. Mendadak rajin deh, tapi ini bukan pencitraan lho. Meskipun nyapu setiap hari dan ngepel nggak tiap hari. Tapi menyapu dan mengepel lantai saat mau ada tamu itu rasanya beda, kaya ada manis-manisnya gitu :P

Jam sudah menunjukkan waktu asar. Bunda ngabarin kalau sudah di Pantura Kramat Tegal. Bila lancar, kurang dari satu jam sudah nyampe Comal.

Saya dan suami jemput Bunda di Comal. Nunggunya lumayan lama sih, karena Bunda kena macet perbaikan jalan di Pantura. Tapi dengan ikhlas kami menunggu sampai akhirnya saya melihat mobil Bunda belok ke kanan di Comal menuju arah Kesesi.

Seneng? Banget! Selama ini saya meminta Bunda untuk main ke rumah, tetapi kayak mustahil. Ini pertemuan kami ketiga, ya, Bun.
 
ki-ka : Ibu, Bunda Lahfy, saya
Kopdar perdana dengan Bunda pada bulan April tahun lalu, waktu itu saya ke Jakarta untuk menghadiri acara Srikandi Blogger 2014 dan Rumah Bunda menjadi tempat transit. Hehe. Pertemuan kedua beberapa bulan yang lalu di Jogjakarta, waktu Bunda nganter kak Luthfan untuk tes masuk kuliah di UGM. Dan, Alhamdulillah atas ijin Allah, kami bisa dipertemuan kembali dengan Bunda di Kesesi dan bagi saya ini Bukan Kopdar Biasa. Sangat special!

Terima kasih, ya, Bunda dan keluarga yang sudah menyempatkan waktunya untuk mampir ke Kesesi. Rumah sederhana yang letaknya tepat di pinggir kali. Halaman rumah yang tidak bisa untuk parkir mobil sehingga harus numpang parkir di tanah milik tetangga. Hehe..

Terima kasih sudah mau bermalam semalam di Kesesi. Menikmati malam yang “sumuk” di sini. Suasana desa yang sepi, semoga akan ada malam-malam berikutnya di lain waktu di sini. Amin

Terima kasih juga untuk persaudaraan ini. Semoga Allah SWT selalu meridhoi apa yang selama ini sudah kita jalani. Insya Allah bila Allah mengijinkan, kita pasti akan bertemu lagi. Amiin

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Pengalaman Operasi Bedah Mulut (Gigi Bungsu) dengan Menggunakan BPJS

Halo Assalamu'alaikum, Sudah lama banget sebenarnya saya pengen posting pengalaman saya operasi gigi bungsu ( impacted teeth ) di Rumah Sakit Siti Khodijah Pekalongan.  Sebelumnya sudah saya posting di channel youtube saya, bisa nonton di sini dulu biar ada pandangan hehehe. Nah, jadi ceritanya semalam ada yang chat WA ke saya, namanya Doni dari Indramayu dia nanya-nanya soal pengalaman saya operasi gigi bungsu karena semingguan lagi dia juga mau operasi gigi bungsu di rumah sakit di Indramayu.  Dari permintaan dan saran doi akhirnya saya menulis postingan ini. Terasa semangat gitu kan ya kalau postingan kita di sosial media organik terus ada yang nyari kemudian nyari kontak kita untuk tanya-tanya lebih lanjut. Alhamdulillah sekali selama ini masih banyak pembaca blog dan viewer youtube yang kemudian bisa lanjut obrolan dengan chat pribadi. Terima kasih banyak,.. Kenapa Gigi Bungsu Sebaiknya Dicabut? Biasanya gigi bungsu akan tumbuh ketika kita sudah dewa