Skip to main content

Pernah Masuk Angin

Pernah tidak kamu nggak semangat kerja gara-gara meriang karena masuk angin? Saya yakin semua orang pernah mengalaminya, termasuk saya yang juga sering masuk angin. Perjalanan jauh dengan jarak kurang lebih 80 km pergi-pulang dari rumah menuju ke tempat kerja (kampus) dan dari kampus menuju rumah sering membuat saya capek. Apalagi kalau hari senin, saya full mengajar dari pagi sampai sore secara maraton di empat kelas berbeda, pasti pulang-pulang badan rasanya capeekk banget kaya digebukin. Sampai rumah biasanya saya langsung memilih untuk istirahat (tidur) agar bisa kembali fresh untuk keesokan harinya. Yaa.. maklum lah, saya kan naik motor sendiri, dalam sehari pulang-pergi lebih dari 80 KM. Walaupun seminggu hanya tiga hari berangkat ngajar, namun tetap saja hal tersebut membuat saya kecapekan dan kelelahan, akibatnya bisa dipastikan saya langsung tepar! 

Biasanya saya mulai ngerasa lelah dengan indikasi leher terasa berat dan panas itu kalau hari Selasa malam. Baru dua hari kerja, lha kok badan udah meriyang. Padahal Rabu-nya saya masih harus berangkat ngajar lagi. Kalau sudah begitu, biasanya saya langsung minum air putih anget. Nggak tau kenapa kalau minum air putih anget, nggak lama kemudian badan terasa enteng. Atau kalau pas sedang di rumah, bisa juga saya campurin madu dengan air putih anget. Mata yang udah mulai kunang-kunang bisa melek kembali. Ini yang biasa saya lakukan sejak saya masih duduk di Sekolah Dasar.

Hampir tiap hari bergelut dengan angin di jalan pantura memang dapat membuat badan mudah terserang masuk angin. Pernah suatu ketika, saya nggak sempat sarapan dari rumah, berangkat jam 6 pagi karena ngajar jam pertama (jam 7 pagi). Tau dong bagaimana udara pada pagi hari, sangat dingin. Pokoknya bisa dikatakan ketika berangkat udah nggak semangat banget. Dan benar saja begitu sampai kampus perut saya mual, kepala pusing banget, mata berkunang-kunang dan berair, sehingga bawaannya jadi lemes mulu. Pikir saya ini pasti maag saya kambuh. Usai ngajar jam pertama, saya langsung ke kantin kampus untuk makan. Memang, sih, habis makan udah agak mendingan mualnya, tapi lagi-lagi leher terasa panas dan berat. Saya minta air putih anget sama Bu Kantin, dan leher saya olesi pake minyak angin lalu saya pijat-pijat. 

“Masuk angin pow, Nok?” (masuk angin, ya, Nok) tanya bu Kantin

“Nggih kadose, Bu..” (Sepertinya Iya, Bu..) Jawabku sambil terus mijit leher dan sesekali menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri

“Lha mau nganggo jakete tipis pow, Nok?” (tadi pakai jaket tipis ya?) 

“mboten og, Bu. Ngagem jaket kulit” (Enggak Bu, saya pakai jaket kulit)

“begadang kiye mesti ow” (Tadi malam begadang?) ngeledek

“hehehe.. nggih.. terus niki telat sarapan” (Hehe.. Iya, udah gitu hari ini telat sarapan)

Ibu kantin itu baik banget, nggak cuma sama saya, tapi sama semua pelanggannya beliau baik. Setelah saya selesai makan, beliau membuka salah satu toples yang ada di atas meja kantin, beliau ngambil satu sachet tolak angin dan diberikan kepada saya.

“Iki, Nok.. ngombe tolak angin.. ben rodo enteng awakke, arep ngajar maneh kan?” (Ini, Nok.. minum tolak angin, biar badan terasa enteng, setelah ini mau ngajar lagi, kan?)

Sambil nyodorin satu sachet tolak angin. Kemudian saya minum. Biar nggak mual, akhirnya saya beli satu sachet dan permen tolak angin. Hihihi.. lumayan bisa buat aktifitas lidah sambil ngajar di kelas. Bhehehe..

Tolak Angin adalah Obat Herbal Terstandar, yang diproduksi secara modern dan higienis di pabrik Standar GMP (Good Manufacturing Practice). Ini juga telah melalui diuji toksisitas subkronik dan uji khasiat yang terbukti dapat menjaga daya tahan tubuh. Bu kantin aja tau banget, dan kata beliau, kalau masuk angin, beliau minum tolak angin dua sachet sehari yang bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh, selama tujuh hari.

“Laah, wong wis tuwo, Nok.. kesel sithik meriyang, ketimbang kerokan, awakke dho njarem, mending ngombe tolak angin, kan jare orang pintar minum tolak angin, Nok”
(Iya, karena saya sudah tua, Nok.. kalau capek sedikit badan langsung meriyang. Daripada kerokan, bikin badan pada sakit, mending minum tolak angin, kan Orang Pintar Minum Tolak Angin). begitu katanya, ngomongnya sambil genit-genit gimanaa gitu.. hihihi..

Nggak cuma sekali ini saya masuk angin, tapi malah hampir tiap minggu. Ampun, dah! Makanya, sekarang saya selalu sedia tolak angin cair dan permen tolak angin di tas saya. Walaupun nggak tiap hari minum tolak angin, setidaknya untuk jaga-jaga. Selain itu, saya juga selalu membawa minyak angin, karena kalau pas pusing, dengan membau harum khas minyak angin bisa sedikit relaks. Atau kalau perut terasa mual, nggak pakai lama, saya olesin perut dengan minyak angin. Dibilang udah kaya orang tua—yo ben. []NoormaFitrianaMZain

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.