Skip to main content

Mangrove Park Pekalongan

Gara-gara ngelihat foto-foto yang diunggah teman facebook beberapa waktu lalu, saya jadi penasaran. Rasa penasaran saya langsung saya ungkapkan dengan bertanya kepada di dia. "Ini di mana? Kok ada danaunya?". Nggak lama kemudian doi ngejawab, kalau foto tersebut diambilnya saat dia mengunjungi tempat wisata baru di Pekalongan. Mangrove Park Pekalongan. Kemudian beberapa hari setelah itu, ada mahasiswa saya yang mengunggah foto dengan background yang sama dengan teman saya. Hasilnya bagus-bagus, bikin makin cepet pengen ke sana. Pas saya tanya di mana itu mangrove park. Ternyata dekat dengan kampus STAIN Pekalongan. Kalau saya bilang sih, hanya kurang lebih satu kilo meter di belakang kampus hijau tersebut.


Rabu (4/3) usai ngajar saya sms adik saya yang intinya saya ngajak dia jalan-jalan. Beruntung cuaca sangat pendukung, tidak terlihat akan adanya mendung. Adik saya mengiyakan langsung, karena dia juga dapat jadual shift malam waktu itu. Karena sama-sama tak tau, saya minta teman saya ikut serta, yaa sekalian aja jalan-jalan bareng gitu. Hehe! Si doi siap, karena dia juga masuk sore kerjanya. Jam 2 siang setelah ngajar, kami bertiga menuju ke TKP. Benar ternyata kalau tujuan kami hanya sekitar satu kilo meter. Nggak ada dua menit perjalanan menggunakan sepeda motor udah sampe. Oiya, waktu tempuh ini dari kampus STAIN Pekalongan, lho, yaa.. Bukan dari Kesesi. Kalau dari Kesesi sekitar 40 KM. Wehehehe

Sampai di sana langsung ketemu mahasiswa STAIN. Memang pas banget kalau setelah kuliah kemudian merefresh otak dengan jalan-jalan ke hutan bakau ini. Bisa melihat air dan hijau lebat pohon bakau itu yang membuat kita menjadi segar kembali. Kata Ibu saya, kenapa beliau suka warna hijau karena bikin segat mata. Makanya rumah kami dicat warna hijau, wkwkwk.. *malah ke mana-mana*

Lanjut, bukan jalan-jalan namanya kalau nggak foto-foto, ya, kan? Sampai di sana ritual foto-foto langsung dilaksanakan, sebenarnya banyak sekali spot-spot yang bisa dijadikan tempat foto. Malah kayaknya bentar lagi ada tuh calon pengantin yang foti prewednya di situ. Ya kali, sekarang masuknya masih gratiiiisss. Cuma bayar parkir motor aja dua ribu rupiah. Dan kalau mau naik perahu kita dikenai biaya Rp10.000/kepala. Yang nggak punya kepala? Nggak bayar tenang aja. *langsung merinding*
Di sana ada beberapa lokal bekas bangunan kantor yang sudah dihancurkan. Dulunya di sini kantor. Baru dua bulan ini dibuka untuk umum dan dijadikan tempat wisata baru. Pohon bakaunya sudah sekitar 15 tahun. Ada juga yang belum setahun umurnya, cuma kata bapak nelayan yang saya tanya, pohon tersebut (yang masih kecil) entah bisa tumbuh besar apa enggak karena airnya diobok-obok terus. Nahh bingung juga kok yaa kalau nggak pengen diobok-obok kenapa dibuka untuk umum, kan malah bisa mengganggu perkembangan mereka. Si bapak menjawab, kami buka selain untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang mangrove, juga untuk edukasi anak-anak sekolah. Kalau masalah bibit mangrove itu bisa disiasati, kalau naik perahu rutenya dirubah, muter balik kalau sudah mendekati pohon bakau kecil. Sebagai pengunjung, saya ya manut saja wis ya.

Di mangrove tersebut ada titik yang diberi nama Pulau Cinta. Si bapak menjelaskan kenapa namanya pulau cinta itu karena dulu yang nemu tempat ini adalah orang Bali. "Pulau Bali itu kan Pulau Cinta" terangnya. Saya perhatikan, bentuknya nggak bentuk hati. Berarti cuma namanya aja pulau cinta. Hihihi.

Setelah muter naik perahu, kami turun dan membayar. Tiga orang jadi tiga puluh ribu rupiah. Kemudian kami menuju dermaga. Dermaga di sana ada yang baru, ada juga yang sudah harus diperbaiki. Ada jugs menara yang kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk dinaiki. Karena memang masih butuh biaya besar untuk mengembangkan taman bakau ini. Insya Allah semoga dalam waktu dekat bisa benar-benar terwujud, supaya pengunjung bisa naik menara dan melihat sekitaran kota Pekalongan dari ketinggian. Amiin..


Kalau foto di atas kami berada di dermaga yang ada di tengah. Dermaga yang di depan kantor dan depan menara. Asyik banget buat foto-foto. Meskipun panas, tapi hembusan angin menyegarkan menjadikan kami tidak ngerasain panas. Aseli. Saya yang pake gamis wolfis hitamnya Griya Lahfy juga nggak kepanasan. :))


Fotonya gaya anak muda / mahasiswa lagi belajar tuh, wehehehe.. Belajar itu bisa di mana aja, kapan saja, termasuk di taman ini. Malahan kayaknya bisa cepet masuk tuh ilmunya kalau belajar di sini. Hawane adem rek nek ngaub ning dermaga. Foto ini diambil di dermaga depan, samping pintu masuk. Beneran deh! Asyik banget. Lha wong saya juga udah wanti-wanti sa!a Abi, kapan-kapan kita semua, sekalian Noofa kudu ke sini. Karena Noofa juga kayaknya bakalan seneng banget tuh naik perahunya.

Oiya sebagai info tambahan, saya juga dapat info ini dari pak nelayan, di mangrove ini aman. Aman yang dimaksud tidak ada ular , buaya atai hewan ganas lainnya. Selain pohon bakau, di sini hanya ada ikan dan kepiting besar. Kalau kita beruntung, saat naik perahu kita bisa lihat kepitingnya, kok. So, ayok cepetan ke sini. Jangan sendiri, ya.. Karena bareng-bareng lebih menyenangkan. :))

Mangrove Park Pekalongan terletak di belakang kampus STAIN Pekalongan. Masuknya gratis. Cuma bayar parkir motor 2000 rupiah dan kalau naik perahu bayar 10000 / kepala. Saya sudah ke sana, kamu kapan?

Posting pake tablet advan vandroid, Kesesi, 20/3/2105

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi..  Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya i ni cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu a

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare. Gambar pinjem dari web iinformasitips