Skip to main content

Nyoblos...

Hari ini, 9 April 2014 seluruh masyarakat Indonesia ber'pesta demokrasi'. Pemilihan legislatif tahun ini banyak sekali keluhan masyarakat, seperti banyaknya Caleg yang terdaftar sedangkan mereka tidak dikenal, atau memang mereka tidak terkenal? Hehe.. Ya! Apa yang masyarakat rasakan sama seperti apa yang aku rasakan. Diantara banyak caleg, hanya 3 orang yang aku kenal, itu pun karena mereka adalah orang-orang terdekatku, seperti orangtuanya sahabatku dan kakak tingkatku waktu kuliah S1. Kalau kaya gitu yang kebangetan akunya atau saking banyaknya caleg ya? Wakakak..
Terlepas dari itu semua, sebagai warga negara Indonesia yang baik, tentu aku tetap harus memberikan suara dan memilih beberapa diantara mereka para calon. Untuk DPD, DPR, DPRD dan DPR RI, eh mbuh ya, aku gak apal. :P


Untuk yang daerah, jujur saja aku bener-bener dibuat pusing, awalnya aku berniat karena gak ada yang kenal, aku mau nyoblos calon yang paling ganteng diantara yang ganteng, tapi apa boleh buat, ternyata di surat suara hanya tertera nama saja! Alhasil aku harus mengingat-ingat wajah calon, karena gagal mengingat, akhirnya aku hanya mencoblos partainya saja. Hihihi.. (ssst.. jangan bilang-bilang yaa.. )

Eh, ada satu nama yang aku coblos juga ding, aku nyari yang titel pendidikannya sudah S2. Wehehehe.. kalau ini mah karena kepepet aku udah terlalu lama berdiri di bilik dan karena sudah banyak yang mengantri. Kasian kalo mereka kelamaan menunggu. :P

Untuk yang DPR RI, itu kan ada fotonya ya (lagi-lagi kalo gak salah, semoga bener!). Aku memberikan satu suaraku untuk dia yang memperjuangkan nasib guru. Alasannya simpel saja, karena keluargaku semuanya Guru, bapak, Ibu dan suamiku Guru, aku juga Guru. Kalau ditanya, siapa siiihh orangnya?? Yaa aku yakin kalian semua juga banyak yang tau kan siapa?? Hihihi

Setelah selesai mencoblos, seperti step yang sudah-sudah adalah mencelupkan jari ke tinta, katanya sih biar bisa jadi bukti kalau kita udah nyoblos and menghindari kecurangan. Aku juga demikian, malahan senjaga banget nyelupinnya yang dalem biar kentara banget tintanya. Hahaha.. #ini sih alasan biar bisa ikut foto kontes :P

Ya! Bahkan aku nyelupin jari kelingking kiriku sampe berkali2 dengan harapan bisa mendapatkan hasil yang maksimal, maksimal tintanya dan awet! Hehehe..

Benar saja, sampe sekarang aku posting tulisan ini, tintanya masih jelas banget di jari kelingkingku. :)
Buat kamu yang golput, kalau bukan karena berhalangan, rugi banget sebenernya, karena satu suara itu menentukan masa depan. #jiaahh bahasanya!

Aku sendiri sih sangat berharap calon legislatif yang gagal menjadi Dewan-dewan di'atas' sana gak usah berkecil hati, wong aku gak dipilih ya gak apa-apa kok. Xixixi #emang siapa kamu? :p
Jadi, aku udah nyoblos! Nyoblos partai yang awalnya gak ada pikiran bakan nyoblos itu, berarti itu partai jodohku, amiin..

Semoga kita senantiasa mendapatkan yang terbaik!.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi..  Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya i ni cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu a