Skip to main content

Srikandi Blogger 2014 dan Mak Pekalongan

Wow.. ternyata udah lamaaaa bianget yak aku nggak posting di blog tercinta ini, Hmm.. ceritanya minggu lalu aku memang sibuk, sibuk dengan perjalananku ke Jakarta, silaturahim dengan Bunda Lahfy dan blogger lainnya. InsyaAllah akan aku ceritakan dengan detail bagaimana saat aku bertemu Bunda Lahfy di lain postingan. :D

Hari Jum'at lalu, tanggal 7 Maret 2014 Aby, Noofa dan aku pergi ke Jakarta, tujuan awal adalah ingin bertemu dengan Bunda Lahfy, karena sudah sejak tahun lalu aku berniat untuk kopdar namun Allah belum memberikan ijinnya, makanya pas banget ada acara Penganugerahan Srikandi Blogger 2014 di Jakarta, maka aku niatkan untuk bertemu beliau, sekaligus minta ijin menginap di rumah beliau. Itung-itung silaturahim dan ngirit sangu karena gak sewa hotel. hahahaha *skipping :P

Oke, langsung aja cerita tentang acara Srikandi Blogger 2014 yang diadakan di Museum Gajah Monas. Aku memang baru pertama kali ke Museum Gajah, kalau ke Monasnya sih sudah beberapa kali. Hihihi.. Minggu jam 10 pagi aku dianter Bunda Lahfy, sayang sekali Bunda tidak bisa turut serta karena Bunda ada acara sendiri, jadi, Bunda hanya mengantar kami sampai depan Museum Gajah dan kemudian Bunda langsung pergi lagi dengan Luthfan, anak sulungnya.

Sempet bingung waktu sampe di depan Museum itu, maklum cah Kesesi kan ndeso, hahaha.. Tapi untung ada spanduk besar bertuliskan KEB terpampang nyata di depan gedung berpatung gajah itu. lalu kami pun berjalan masuk mengikuti tanda panah arah yang sudah dibuat oleh panitia.

Sampai di basement, suasana khas emak-emak sudah terasa, riuh ramai sudah menjadi hal yang lumrah, suasana gladi resik juga sempet aku saksikan sembari sibuk menyapa dengan blogger lain yang memang sudah aku kenal dan merasa dekat, akkhaay.. :D Clingukan mencari 10 Finalis Srikandi Blogger, tapi satu pun tak ada, waktu aku tanya sama Mbak Alaika, katanya sedang make up. Uwoo banget, udah nggak sabar aja aku lihatnya, pasti mereka cantik-cantik karena aku tau banget yang menjadi sponsor itu Sariayu Martha Tilaar yang sudah termashur sekali kualitasnya. ya  nggak?
 
Benar saja, Wajah Mbak Alaika, Teh Nchie, Mbak Mira Sahid, Mak Myra Anastasya dan blogger lain meuni geulis pisan euy. Aku aja sampe pangling dengan beberapa emak-emak cantik itu, suer dah.. aku aja sampe ngebayangin, kalau aku di make up Sariayu pasti aku jadi AYU banget, hhahaha... *ngayal

Tet jam satu siang, setelah selesai makan siang dengan nasi box yang Alhamdulillah sudah membuat aku kenyang. Acara dimulai dengan satu buah lagu pembuka yang dinyanyikan oleh Mak Aprilda Veronica Koraag. Suara yang powerfull dengan musik ngebit memacu semangatku yang sempat loyo karena kekenyangan. Hehehe.. dan Noofa ikut lenggak lenggok menari mendengar suara merdunya. Uuhh.. kereenn dahh!! 

Bla..bla..blaa... sambutan dari ketua Panitia, MakPon dan satu perwakilan dari Kemkominfo juga setia kami ikuti. Tapi aku mendadak disibukkan dengan live tweet karena ada beberapa yang memang menunggu live tweet, katanya karena nggak ada live streamingnya, makanya dengan menyimak live tweet bisa mewakilkan mereka yang tak bisa hadir tetep bisa mengikuti acara demi acara.

Noofa, yang sudah mulai rewel diakhir-akhir acara, nangis minta gendong, Okelah! singkirkan HP ku, dan mengambil alih menjadi emaknya Noofa lagi, sambil gendong Noofa dan mengayunnya, tak lama Noofa tertidur, hmm.. mungkin karena sudah capek banget dia lari-larian di ruangan itu, mana dia nggak mau pakai sendal pula, bener-bener ndesooo... wkwkwkwkk

Sambil gendong Noofa, aku maju ke depan, dengan harapan bisa melihat 10 Finalis yang sudah mulai dipanggil satu persatu untuk naik ke atas panggung, saat ada di dekat kursi 10 Finalis, sisa Pungky, Mak Siti dan Idah. Aku bilang saja ke Idah minta foto karena ada titipan dari Cheilla.. hahaha, baru pertama kali ketemu Pungky. Sempet  ngebatin juga sih, kalau Pungky yang bakalan jadi Srikandi Blogger, karena selama ini aku mengikuti tulisan-tulisannya yang memang ditulis khusus untuk menjawab tantangan dari panitia #SB2014. Eits.. bukan maksudku meragukan yang lain lhoo ya.. Semua sudah menjadi Finalis berarti semua hebat, daripada aku yang ditahap 50 besar saja tidak LOLOS.. bhihihihiiiks

Bukannya sok SKSD sama Pungky, memang aku baru mengenalnya saat dia aktif di Srikandi Blogger ini, tapi.. ternyata temanku yang kemaren sama aku juga ngefans sama Pungky. Ya, temanku ini adalah blogger, tetapi dia tidak masuk tergabung pada komunitas blogger manapun, tapi katanya, dia memang sudah lama mengikuti tulisan-tulisan Pungky. We O We banget kan si Pungky udah banyak FANSnya. hihihi

Setelah pengumuman Srikandi Blogger adalah Pungky, aku ikut bahagia terharu banget. Mendadak merasa ingin foto sama artis, aku nunggu Pungky turun dari panggung mau minta foto sama dia, ehh.. beneran lho ya,.. pas Pungky turun dari panggung, aku jadi orang pertama yang foto sama Pungky. WKWKWKWK.. ini modal nekad banget deh pokoknya. Sing penting enthuk potone.. muahaha *ketawa puasss

Oiya, selama malang melintang di dunia perbloggingan, baru Pungky yang manggil aku dengan sebutan "MAK PEKALONGAN". hehehe.. Jadi seperti penghargaan banget buatku kan ya, secara aku emang bangga banget jadi Cah Kesesi, Pekalongan. :D Sempat kebayang waktu rame ngebully Pungky soal ukuran sepatu / sandalnya yang memang antimainstream untuk cewek. Kebayang seberapa tingginya Pungky kan, ya.. Eh, pas chat sama dia ternyata bener aja, Pungky dhuwuuurr.. Nggak pede juga sik sebenere setelah lihat hasil potoku sama Pungky, karena Mak Pekalongan ini adalah Mak yang imut-imut super irit badan. mehehehe.. Tuh, udah tinggi, ditambah pake wedges yang tingginya 10cm. Oh.. NO!.. ckckckck

Lupakan soal tinggi badan deh, sekarang mau ngucapin, selamat yaaa Pungky Febriari, Kamu hebat, sudah terpilih sebagai penerusnya Mbak Alaika. Semoga amanah sebagai SB ini bisa membuat kamu cepat selesaikan Skripsimu itu.. Ndaang rampuung skripsine, ndang wisuda, ndang lanjut sekolah meneeehh.. Amiin

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.