Skip to main content

Cerita ABG: Santri di Pondok Pesantren

Demi menyemarakkan kegiatan PKK yang diadakan Warung Blogger, aku ikut serta dalam kontes WB dengan kata kunci "CERITA ABG". Oke, aku ingat-ingat lagi deh masa-masa ABG-ku, secara sekarang aku sudah bukan ABG lagi. ckckck.. Hmmm... disini aku nggak mau cerita tentang ABG lain yang aneh-aneh, seperti cerita ABG mesum, ABG brutal, ABG tawuran, dan yang macem-macem dengan segala ke'negatifan'nya, yang itu semua sih ENGGAK pake banget. Tapi aku mau cerita tentang kehidupan dan kegiatan ABG di dunia Pondok Pesantren. ABG disini adalah santri/wati di pondok pesantren, karena usia mereka sama seperti usia anak SMP. :D

ABG di Pondok Pesantren tentu saja berbeda dengan ABG-ABG yang hidup di dunia luar (bukan pesantren) *yaa iyalaahh*. Dulu, waktu SMP, Aku sekolah plus mondok (nyantri) di salah satu Ponpes Modern, bernama Daaru Ulil Albaab, di Warureja, Tegal. Pondok DUA adalah salah satu cabang Pondok Gontor Ponorogo. Hidup di pondok itu dituntut untuk disiplin. Kegiatan yang dilakukan diatur oleh aturan yang berlaku di sana, dari mulai bangun tidur sampe tidur lagi itu sudah ada waktu-waktunya, dan ada isyarat sebagai pengingat setiap kegiatan disetiap harinya, yaitu yang biasa disebut dengan nama "JAROS" (bel). Berkut adalah santri/wati saat di Pondok dulu:

Jam 03.00 bangun sholat tahajud jamaah di Masjid lanjut ngaji
jam 03.30 nyuci dan mandi
jam 04.30 subuhan berjamaah
jam 05.30 mufrodat
jam 06.00 mandi (bagi yg belum)
jam 06.30 sarapan
jam 07.00 sekolah SMP
jam 09.00 istirahat 15 menit (sholat dhuha)
jam 12.00 pulang sekolah, langsung wudhu sholat duhur berjamaah
jam 13.00 makan siang
jam 14.00 TMI (buku pelajarannya dr Gontor)
jam 16.00 pulang TMI langsung wudlu sholat asar berjamaah
jam 16.30 olahraga / mandi sore
jam 17.15 siap2 ke Masjid , tadarus Alquran, lanjut sholat magrib berjamaah, tadarus lagi
jam 18.15 makan malam
jam 19.00 sholat isya di Masjid berjamaah
jam 20.00 belajar, wajib diluar kamar belajar, kamar dikunci
jam 22.00 sante2, biasanya bikin mie rebus / goreng
jam 23.00 harus sudah di kamar,dan  tidur!
Bangun lagi jam 03.00 pagi.


Begituuu kira-kira  setiap harinya di Ponpes Daaru Ulil Albaab. semuanya serba diatur supaya disiplin. Semua berputar seakan kami para santri yang takluk pada jam. Tapi justru yang bikin kangen. Sekarang, santriwati itu sudah menjadi Ibu Rumah Tangga dan seorang Blogger, hahaha.. 

Oiya, ada juga yang bertanya gini, "Bener nggak sih kalau di Pondok itu santri/watinya ada yang lesby atau Homo Sex karena mereka hanya bertemu dengan sejenisnya saja?"
Aku jawab yaa, dan jawabanku bukan jawaban mutlak, ini hanya opini saja... Kalau kemungkinan sih, MUNGKIN ADA!, tapi InsyaALLAH santri/wati di Ponpes Daaru Ulil Albaab tempat aku nyantri dulu tidak ada yang seperti itu. Kalau di Pondok lain? Aku nggak tau, tapi kalau dipikir-pikir nggak ada waktu untuk seperti itu, kan? mengingat kegiatan setiap harinya saja sudah jelas padat. Wallahu a'lam bishowab!

Sementara aku cerita tentang kegiatan dan kehidupan santri/wati (ABG-nya) di Ponpes DUA. InsyaALLAH lain kali aku akan cerita kegiatan lain yang diluar Pondok, seperti mengikuti lomba pidato Bahasa Arab dan Bahasa Inggris, Lomba Rebana, Lomba menyanyi, Pramuka di Jambore, dan lain-lain. Seperti saat aku dan regu mengikuti kegiatan pramuka jambore ranting, di mana aku menjadi PINRUnya, seperti gambar dibawah ini:

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.