Skip to main content

Pakaian dan Aksesoris Wanita

Sebagai wanita yang tidak begitu paham fashion, aku butuh banyak masukan dari dari teman-temanku. Bahkan aku juga sering meminta pendapat kepada teman apabila hendak pergi ke acara pernikahan sahabat. Ah, rasanya memang tidak pede untuk pergi bila merasa belum serasi antara pakaian dan tas yang aku kenakan. Kenapa? Ya karena aku masih belum begitu berani untuk memadukan warna ini dan itu. Makanya aku selalu meminta pendapat teman terlebih dahulu sebelum terlanjur malu. Maklum lah, karena aku memang kurang update soal fashion. Hehe


Aku memang tidak banyak memiliki aksesoris wanita. Hanya sebatas wajarnya saja. Tas wanita saja aku hanya punya 5 tas. Itupun jarang aku bawa bila aku bepergian karena biasanya aku suka menitipkan barang-barang yang bawa di tas ransel yang dibawa suamiku. Selain tidak ingin ribet, menggendong anakku itu sudah termasuk berat. Bila ditambah lagi dengan membawa tas, hmmm pasti bakalan ribet banget 'kan? Jadi paling seadanya saja dan tidak banyak yang aku bawa. Yah, itulah resiko menjadi ibu rumah tangga. Hehehe


Saat ini aku memang tidak begitu gemar mengoleksi aksesoris wanita buat aku pribadi. Tetapi aku sedang suka mengoleksi aksesoris bayi buat anakku. Seperti bandana, kalung, sepatu, sandal, kerudung, dan pakaian bayi yang lucu-lucu. Setelah menjadi ibu rumah tangga aku memang lebih memprioritaskan kepada penampilan anak perempuanku. Sekalipun aku kurang update tetapi untuk urusan anakku memang tidak ingin ketinggalan berita. Lagipula mempunyai anak perempuan yang cantik dan lucu serta berpenampilan rapi tentu sangat menyenangkan dan membuat bahagia. Pasti terlihat menggemaskan, ya 'kan?

Memang sih, penampilan itu penting. Tetapi tidak harus wah dan mewah 'kan? Bagiku sendiri berbusana yang sederhana dan tidak memakai aksesoris yang berlebihan itu lebih ramah dan sedap dipandang mata. Tetapi di satu sisi, sah-sah saja bila aku memakaikan aksesoris bayi untuk anakku karena ingin melihatnya terlihat cantik dan lucu. Tetapi dalam batas wajar dan tidak berlebihan, karena bayi juga kan harus merasa nyaman dengan apa yang dia kenakan. Betul tidak?

Sedangkan buatku sendiri berpenampilan dengan busana sederhana dengan dilengkapi aksesoris wanita yang sesuai dan nyaman dipakai sudah cukup. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa berpenampilan yang sesuai dengan situasi dan kondisi, dengan begitu kita akan lebih merasa nyaman dan aman.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Mencetak Kemasan Makanan di Uprint untuk Usaha Snack

Halo, Assalamu’alaikum.. Apa kabar, Februari udah berjalan satu pekan, nih, dan di beberapa mini market udah mulai banyak bertebaran promosi coklat dan segala macam yang berhubungan dengan valentine. Saya sendiri sih enggak pernah merayakan hari Valentine secara khusus, ya. karena menurut saya semua hari sama saja, saya selalu memberikan rasa sayang dan cinta kepada pasangan... pun dengan sesama, eaaa... Kamu pernah ngeh nggak kalau kemasan masakan untuk coklat, kue, permen menjelang Valentine itu lucu-lucu. Saya sih selalu ngeh, bahkan beberapa kali pernah kepincut dan membeli coklat karena suka dengan kemasannya. Kalau Valentine begini mah kebanyakan kemasan warna pink gitu, ya. Tapi ada juga beberapa coklat yang kemasannya selain warna pink. Ngomongin masalah kemasan. Saya jadi ingat teman saya yang buka usaha kuliner snack/jajanan. Tapi dia bingung soal design kemasannya. Namanya usaha kuliner begitu kan hal yang pertama dipikirkan tentu soal personal bran