Skip to main content

Impian Memiliki Rumah


Saat ini permasalahan yang masih sedikit menjadi dilema bagiku adalah masalah tempat tinggal. Mau bermukim dan menetap di Pekalongan atau di Semarang. Mempunyai rumah sendiri adalah impianku sejak lama. Dulu waktu aku masih duduk di bangku SMA, orang tuaku sebenarnya sudah membelikan sebuah rumah di perumahan daerah pantura, dekat pantai Widuri Pemalang. Tetapi karena di daerah tersebut rawan rob saat air laut pasang, maka rumah yang diperuntukkan buatku akhirnya dijual.

Dijualnya rumah yang diperuntukkan buatku sebenarnya merupakan sebuah keputusan yang sangat aku sayangkan, mengingat sekarang ini rumah adalah salah satu property dan aset yang sangat berharga sekali. Hal tersebut dikarenakan rumah bisa dijadikan sebagai sumber passive income jika kita mau  menyewakan rumah tersebut. Akan tetapi nasi sudah menjadi bubur, rumah pemberian orang tua telah dijual untuk keperluan yang lebih penting lagi. Saat ini aku hanya bisa berharap kelak dapat mempunyai rumah sendiri hasil dari jerih payah sendiri bukan pemberian orang tuaku. 

Sejak menikah, aku harus hidup berpindah-pindah dari satu tempat tinggal ke tempat tinggal yang lain karena masih mengontrak rumah di daerah Semarang Barat. Menjadi kontraktor itu memang sangat repot, karena bila sudah habis masa kontraknya maka harus pindah ke tempat lain bila tidak memperpanjang masa kontraknya. Maka dari itu, sebenarnya dalam hati kecilku aku dan suami ingin sekali mempunyai rumah sendiri, tidak harus besar dan megah yang terpenting nyaman untuk di tempati serta bisa menciptakan kedamaian dan kebahagiaan bagi keluarga kecilku. 
 
gambar ambil  dari rumah 123
Pernah juga aku browsing di internet, mencari-cari rumah mungkin ada yang jual rumah dan diiklankan disana. Tentu saja rumah yang aku cari adalah rumah yang letaknya dekat dengan tempat tinggalku sekarang yaitu di daerah Ngaliyan Semarang. Tapi sekali lagi keinginan untuk mempunyai rumah sendiri harus di pending terlebih dahulu, karena ketika aku bermusyawarah dengan orang tua mereka menghendaki supaya aku bersabar dulu dan tidak membeli rumah di Semarang. Mereka justru menginginkan setelah aku lulus dari S2 nanti untuk tinggal di Pekalongan.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.