Skip to main content

Hunting Rumah Kontrakan

Tak terasa waktu kini berjalan begitu cepat, rasa-rasanya baru kemaren saya hunting rumah kontrakan di daerah Kliwonan, eehh,, ini udah mau bulan April aja dan masa kontrakku di rumah kontrakan itu sudah hampir habis!
uuuft.. resiko! dilema!

Orang tua belum juga mengijinkan saya 'tuk punya rumah sendiri (beli rumah) di Semarang. Malahan sampai sekarang masih terus mengiming-imingi rumah di Pekalongan, dengan catatan saya tinggal di Pekalongan dan bekerja di Pekalongan. InsyaALLAH!

Ya sudah, dengan terpaksa saya hidup berpindah-pindah seperti "kucing boyongan"  setahun sekali. Saya memilih pindah dari kontrakan lama karena saya butuh suasana baru. hidup diperkampungan memanglah rahat, rame tapi terlalu ramai bikin Noofa susah tidur karena bising. Saya pun sudah mulai bosan dengan lingkungan sekitar :)

Puji Tuhan, syukur Alhamdulillah setelah beberapa hari saya hunting rumah kontrakan. Akhirnya hari ini saya sudah dapat rumah kontrakan baru di Perumahan Koveri dengan harga yang lumayan mahal diatas harga rumah kontrakan lama. But, ada alasan kenapa saya memilih rumah itu, karena rumahnya di Perumahan Koveri dekat dengan saudara (Kakak Ipar/kakaknya Aby), jadi ketika saya butuh bantuan, dengan cepat saya bisa menghubungi kakak saya. Selain itu, suasana di perumahan lumayan sepi, sehingga saya tidak khawatir lagi akan kebisingan lalu lalang kendaraan seperti di Kliwonan. Rumahnya pun adem, bersih dan lebih luas dan besar, jadi Noofa kelak akan bebas bergerak ketika nanti Noofa merangkak atau ketika kelak Noofa bisa jalan :)

Kepengennya sih ini yang terakhir kali saya hidup di rumah kontrakan, punya rumah sendiri walaupun kecil tapi tentram, damai, bisa bebas mengaplikasikan apa saja yang saya mau untuk rumah itu akan lebih membahagiakan. Sabar saja lah, saya masih merayu Bapak Ibu biar boleh hidup di Semarang di rumah pribadi, bukan mengontrak lagi. Tapi mungkin butuh waktu yang lama, atau mungkin setelah Aby sudah punya pekerjaan tetap di Semarang sebagai PNS, Bapak dan Ibu akan bilang "YA!"

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.