Skip to main content

Baju Anak Kualitas Ekspor



Sebagai orang tua yang baik, saya dan suami selalu ingin mengikuti perkembangan si kecil. Dengan berjalannya waktu, kini si kecil makin tumbuh besar. Salah satu kebutuhan primer yang tak bisa ditinggalkan adalah soal sandang. Ya, sandang adalah kebutuhan primer kedua setelah pangan (makan). Bagi saya, sandangan (pakaian) sangat perlu diperhatikan. Bagaimana kita bisa menjadi contoh untuk orang lain ketika kita mengenakan pakaian yang kurang pas dan tidak sedap dipandang mata. Berbicara soal anak dan sandangannya, keduanya tentu saling berkaitan. Anak akan terus tumbuh dewasa, sudah pasti pakaian yang lama akan kekecilan. Saya sebagai orang tua selalu memperhatikan hal itu, supaya anak kita merasa senang dan nyaman dengan pakaian yang ia pakai dan tidak kekecilan lagi.

Disamping itu, saya juga ingin melihat anak saya terlihat cantik dengan pakaian yang ia kenakan. Maka dari itu, saya harus mengikuti trend yang ada disaat ini. Akan tetapi kesibukan saya yang kadang tidak mendukung saya untuk selalu mencari dan membelikan baju untuk si kecil baik itu di toko baju, butik ataupun di distro-distro terkenal di kota Semarang. Terlebih lagi sekarang sedang musim hujan menjadikan saya semakin malas keluar rumah. 

Akan tetapi, itu sudah bukan masalah besar. karena di rumah ada fasilitas online 24 jam. Saya bisa browsing di internet dan mencari online shop yang menjualbaju anak dengan cacatan baju yang dijual adalah baju kualitas ekspor, nyaman dipakai dan harga terjangkau. Tidaklah sulit bagi saya untuk menemukan toko online yang menjual baju anak branded berkualitas baik dengan harga terjangkau. Menurut saya, dengan fasilitas internet ini, saya bisa mengetahui bagaimana trend masa kini yang pantas untuk anak saya. Saya bisa membelikan baju anak saya dengan cepat, hemat energi, hemat waktu, hemat tenaga dan hemat uang dengan mengakses toko online grosiran ini. 

Disamping itu, kualitas ekspor menjadikan baju anak saya awet. Sehingga ketika nanti baju anak saya sudah kekecilan bisa saya simpan dengan rapi untuk nantinya saya berikan kepada anak saudara sepupu saya atau kepada orang lain yang membutuhkan.Dengan demikian baju anak saya tetap bisa dimanfaatkan oleh orang lain.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Mencetak Kemasan Makanan di Uprint untuk Usaha Snack

Halo, Assalamu’alaikum.. Apa kabar, Februari udah berjalan satu pekan, nih, dan di beberapa mini market udah mulai banyak bertebaran promosi coklat dan segala macam yang berhubungan dengan valentine. Saya sendiri sih enggak pernah merayakan hari Valentine secara khusus, ya. karena menurut saya semua hari sama saja, saya selalu memberikan rasa sayang dan cinta kepada pasangan... pun dengan sesama, eaaa... Kamu pernah ngeh nggak kalau kemasan masakan untuk coklat, kue, permen menjelang Valentine itu lucu-lucu. Saya sih selalu ngeh, bahkan beberapa kali pernah kepincut dan membeli coklat karena suka dengan kemasannya. Kalau Valentine begini mah kebanyakan kemasan warna pink gitu, ya. Tapi ada juga beberapa coklat yang kemasannya selain warna pink. Ngomongin masalah kemasan. Saya jadi ingat teman saya yang buka usaha kuliner snack/jajanan. Tapi dia bingung soal design kemasannya. Namanya usaha kuliner begitu kan hal yang pertama dipikirkan tentu soal personal bran