Skip to main content

*Pendidikan Itu No.1*

Bismillah....

"Pendidikan itu no. 1", ucap Abahku. setelah ujian UANAS, sebelum pengumuman  kelulusan dari MAN 2 Pekalongan, aku sangat berharap bisa melanjutkan studiku ke Kebidanan, tapi apa boleh buat, kecelakaan yang mengakibatkan kaki kananku cidera dan kepalaku bocor sampe harus di jahit 8 jahitan itu memupuskan cita-citaku. seketika itu aku murung, rasanya sudah putus asa dan tak ada harapan lagi untuk bisa kuliah, karena menurutku jurusan kebidananlah yang paling pas dan cocok untukku. berminggu-minggu akupun dilanda dilema yang luar biasa, sambil menunggu pengumuman kelulusan aku terus terapikan kakiku supaya bisa berjalan normal kembali seperti sedia kala, untungnya sih tidak sampai patah tulang, kata dokter hanya tempurung lututuku yang menganga hampir lepas, upppss... ngeri ya?

Tanggal 30 Mei 2005 lalu adalah hari dimana pengumuman kelulusan SMA/MA. karena aku saat itu belum bisa jalan dan kakiku masih bengkak sebesar kaki gajah, akhirnya wali kelas lah yang datang ke rumahku membawa surat pengumuman kelulusanku, deg degan pastinya. dan Alhamdulillah, aku lulus! tapi entah kenapa kebahagiaanku kurang lengkap rasanya karena aku tau kalo aku tak mungkin bisa kuliah di Kebidanan, itu yang membuat aku mendadak menjadi seorang yang pendiam dan suka murung di kamar.


Suatu hari abahku pulang dengan membawa brosur, lalu aku disuruh baca-baca dan memilih salah satu jurusan yang ada di brosur itu. brosur IAIN Walisongo Semarang. banyak sekali jurusan yang ada disana, ada 4 fakultas disana dan dan masing-masing menawarkan jurusan yang saat itu tidak aku minati, hehehe..

Setelah berfikir panjang dan mendapat masukan dari keluarga, akhirnya jurusan Pendidikan Bahasa Inggrislah yang menjadi pilihanku. dengan melupakan keinginan menjadi Bidan, kini memulai membuka hati untuk beralih jurusan ke Pendidikan, hmm.. calon seorang pendidik.
singkat cerita, aku mendaftar, test, dan alhamdulillah lulus bisa masuk dan tercatat menjadi mahasiswa IAIN Walisongo Semarang angkatan 2005 Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. sejak saat itu aku mulai suka dengan plihanku. 

Pertama kali masuk kuliah, rasanya aneh. it was my first time and my fisrt experience for attending the lecture. ada rasa takut, malu, deg-degan, nggak tau gimana perkuliahan itu (maklum orang desa). disamping itu juga minder, karena kondisi kakiku yang saat itu belum begitu pulih, berjalanpun masih pincang dan membutuhkan alat bantu. hari pertama kuliah, aku berangkat sendiri, belum ada yang kenal saat itu. sesampai di kelas, mata kuliah yang jam pertama dosennya tidak hadir. lalu kami isi jam kosong itu dengan perkenalan, saat itu aku mulai mengenal satu persatu teman-temanku, yang datang dari berbagai daerah, ada yang dari Demak, dari Pemalang, Tegal, Jepara, Pekalongan, Purwodadi, Rembang, bahkan dari Lampung dan Kalimantan.

Setelah kami saling mengenal, akupun mulai merasa ternyata seneng yaa kuliah, banyak teman baru, pengalaman baru, ilmu, dan cara yang baru juga dalam belajar. masuk ke jam kedua, saat itu mata kuliah "Speaking 1", masuklah seorang bule, aku tidak mengira ternyata beliau adalah dosen speakingku. kok ada bule?? kaget tercengang. aku inget-inget lagi, oh iya ya.. aku kan jurusan bahasa Inggris, jadi ada satu Native Speaker dari Amerika yang mengajar disana. namanya Matthew Pizorno. akrab dengan panggilan Matthew. aku sangat suka sekali dengan pengalaman pertama kali diajar oleh beliau. sosok dosen unik yang sangat bijak, lucu, tampan, smart, dan tidak membosankan, walaupun baru pertama kali perkuliahan, tapi rasa-rasanya kami sudah akrab, hmm.. jadi ingat waktu beliau membacakan absensi. ada salah satu temanku yang bertama Rondiyan, tapi ketika Matthew yang memanggil berubah jadi Ryan (read: Raien). ada juga yang namanya Musta'in, dia panggil dengan Mustain (read: Mastein). dan banyak lagi termasuk namaku yang dia panggil dengan spelling and pronounciation ala Mathhew dan berubah menjadi "Norm", hehehe..

Satu hari itu rasanya menjadi kesan yang indah bagiku, karena dihari itu aku bisa merubah dilemaku yang panjang menjadi senyuman dan keyakinan dimana jurusan yang sekarang aku jalani akan menjadi cita-citaku yang patut dikejar, tidak lagi sedih karena kehilangan kesempatan untuk menjadi Bidan. tetapi semangat menjalani apa yang sudah ada dihadapan ku. kembali ke tujuanku, dan kembali ke nasehat abahku yang selalu memberi motivasi untuk terus belajar dan belajar, pendidikan itu no.1. jangan sampai kita menyesal karena kita menyia-nyiakan kesempatan untuk menjadi lebih baik dengan cara belajar dan belajar.

"Where there is a will, There is a way" kutipan itu memang benar, sekalipun kita sangat mendambakan apa yang kita inginkan, tapi kalo itu mungkin bukan jalan yang benar, maka Allah tidak akan membukannya untuk kita. karena Allah memberi apa yang kita butuhkan, tidak memberi apa yang kita minta atau yang kita inginkan.
Pendidikan Bahasa Inggris kini yang membawa aku bisa menjadi seperti sekarang, Alhamdulillah setelah menjadi sarjana dari IAIN Walisongo kini aku bisa melanjutkan ke Pascasarjana dan sekarang baru semester 2. karena aku yakin Allah akan membantu hambanya yang mau bersungguh-sungguh. :)

keep blogging and happy blogging :)


"artikel ini di ikut sertakan dalam lomba blog #sukasuka digenksukasuka yang di sponsori oleh 
bunda desi, kakjuli dan teh ani berta",



Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Mencetak Kemasan Makanan di Uprint untuk Usaha Snack

Halo, Assalamu’alaikum.. Apa kabar, Februari udah berjalan satu pekan, nih, dan di beberapa mini market udah mulai banyak bertebaran promosi coklat dan segala macam yang berhubungan dengan valentine. Saya sendiri sih enggak pernah merayakan hari Valentine secara khusus, ya. karena menurut saya semua hari sama saja, saya selalu memberikan rasa sayang dan cinta kepada pasangan... pun dengan sesama, eaaa... Kamu pernah ngeh nggak kalau kemasan masakan untuk coklat, kue, permen menjelang Valentine itu lucu-lucu. Saya sih selalu ngeh, bahkan beberapa kali pernah kepincut dan membeli coklat karena suka dengan kemasannya. Kalau Valentine begini mah kebanyakan kemasan warna pink gitu, ya. Tapi ada juga beberapa coklat yang kemasannya selain warna pink. Ngomongin masalah kemasan. Saya jadi ingat teman saya yang buka usaha kuliner snack/jajanan. Tapi dia bingung soal design kemasannya. Namanya usaha kuliner begitu kan hal yang pertama dipikirkan tentu soal personal bran