Batuk dan Fisioterapi di RSU Siaga Medika Pemalang

Bismillah, sudah lama juga saya tidak curhat di sini. Pantas saja hati saya terasa ada yang mengganjal, ternyata saya pun butuh terapi jiwa dengan menulis. Ben lego!

Sudah seminggu Noofa sakit, panasnya memuncak hingga 40,3 derajat celcius. Saya sudah niat dalam hati mau saya obati dengan herbal dan madu. Tetapi di hari ke empat Noofa panas, kakinya pucat dan dingin banget. Saya minta pendapat suami, dan akhirnya saya manut membawa Noofa ke rumah sakit. Noofa tidak hanya demam tinggi, tetapi juga batuk berdahak. Kasian kalau ngelihat dia batuk, rasanya dada dan perut kaku. Saya saja kalau batuk ngerasa tersiksa banget, apalagi ini anak-anak?


Setelah sampe rumah sakit umum daerah Kajen, ternyata penuh. Belum sempat diinfus, baru dicek dan ditanya-tanya. Karena penuh, akhirnya saya minta ditelponkan mas-mas di bagian informasi, untuk ditelponkan rumah sakit lain yang ada di Pekalongan. Ternyata penuh. Alternatif lain adalah rumah sakit kabupaten Pemalang, beruntung ada satu yang masih ada. Di RSU Siaga Medika Pemalang. Singkat cerita, Noofa opname di Siaga Medika Pemalang.

Hari ini sudah hari ke tiga, tetapi kondisi Noofa belum begitu membaik. Hasil lab-nya Noofa gejala typus. Dari hasilnya trombosit bagus, hemaktokrit bagus, hemoglobin bagus, leukositnya agak sedikit tinggi tandanya terkena infeksi. Demamnya sudah turun, suhu badannya sudah normal, tetapi batuknya belum juga reda. Obat oral yang dikasih dokter belum sekali pun diminum. Entah, Noofa memang susah sekali minum obat, makanya kalau boleh memilih, mendingan injeksi semua. Belum mau makan, lemes, cuma tiduran saja.

"Tidak dironsen ya dok?" satu pertanyaan saya kepada sang dokter. Beliau menjawab untuk saat ini belum perlu, tapi untuk terapi selain pemberian obat, nanti akan difisioterapi. Tujuannya untuk mengurangi bahkan menghilangkan dahak yang ada di dalam sehingga batuknya bisa sembuh.

Hari ketiga di sini, Noofa difisioterapi, tapi rasanya seperti percuma. Noofa menangis sejadi-jadinya, melakukan perlawanan, sehingga perawat agak kesulitan melakukan terapi. Walaupun sudah dibujuk, tetapi Noofa tetap menangis. Padahal, tidak sakit. Hanya sedikit terasa hangat di bagian yang terkena sinar.

Sebulan yang lalu Noofa juga opname, karena terkena demam berdarah dengue. Rasanya belum kering air mata sedih saya, bulan ini kembali lagi perawatan di rumah sakit.

Semoga menjadi ikhtiyar saya yang tidak sia-sia.

Untuk fisioterapi ini dilakukan sehari sekali, kalau berapa hari nanti dilihat dari perkembangan Noofa. Saya sendiri sudah nggak betah lama-lama di rumah sakit. Meskipun VIP tetap saja enakan di rumah sendiri.

Untuk teman-teman saya yang membaca postingan curhat ini, saya minta doanya ya. Alfaatihah untuk Noofa Adzkiya Putri Zain. Sudah seminggu sakit dan 3 hari terbaring di rumah sakit. Semoga segera sembuh dan cepat pulang. Amiin

Siaga Medika, 23 April 2016
Jam 10.50 wib

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)