Dancow Parenting Seminar : “Maksimalkan Perlindungan Si Kecil dengan Nutrisi dan Stimulasi Tepat”



Hari Ahad (7/6) lalu, saya bersama dengan teman blogger lain, perwakilan dari Blogger GandjelRel Semarang mengikuti Seminar Parenting yang diadakan oleh Dancow. Seminar ini bertempat di Hotel Santika Premier Semarang. Selain kami para blogger, banyak sekali peserta lain yang datang untuk mengikuti acara ini. Antusiasme masyarakat akan Seminar Parenting ini sangat baik. Terbukti dengan penuhnya kursi yang disediakan oleh panitia Seminar ini. Alhamdulillah, saya menjadi salah satu peserta yang bisa menimba banyak ilmu dari pada pemateri pada acara tersebut.
 
narsiiiss duluuuu :D
Para undangan sudah mulai hadir pada pukul 08.00 pagi. Sesampai di sana kami mengisi formulir yang disediakan panitia, seperti mengisi data pribadi, data anak dan angket lengkap dengan form penilaian untuk acara tersebut. Acara dimulai pada pukul 09.30 pagi dan diisi oleh tiga pemateri yang sangat expert dibidangnya, yaitu Dra. Ratih Ibrahim, M.M., Psi., Dr.dr. Saptawati Bardosono, M.Sc, dan dr. Vinka Desria.  Ditambah hidup suasana Seminar dengan pembawa acara yang sangat saya kagumi, yaitu Mbak Shahnaz Haque yang ternyata cantik yang selama ini saya terlihat di televisi itu bukan rekaan semata, karena cantiknya subhanallah, aselinya lebih cantik dari yang perlihat saya lihat di televisi. :)





Tema Dancow Parenting Seminar ini adalah “Maksimalkan Perlindungan Si Kecil dengan Nutrisi dan Stimulasi Tepat”. Berikut saya rangkum hasil seminar yang saya dapatkan dari tiga pemateri.


Gizi yang baik sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi dan anak. dr. Tati menjelaskan bahwa nutrisi baik diberikan sejak perencanaan hamil, selama kehamilan, bahkan hingga bayi lahir. Hal ini bisa disebut nutrisi penting pada 1000 hari pertama kehidupan. Ini artinya, sejak kita perencanakan kehamilan, kita harus sudah peduli akan pentingnya nutrisi. Perkembangan otak janin sudah dimulai sejak minggu ketiga masa kehamilan sampai bayi lahir dan hingga anak usia dua tahun. Memberikan nutrisi kepada Ibu hamil dapat berupa makanan dan minuman sehat, seperti makanan yang mengandung kalsium, omega3, banyak protein, berbagai vitamin, lemak baik, dan iodium. Nutrisi juga penting untuk bayi yang sudah lahir, seperti pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan. Kemudian ditambah dengan makanan pendamping ASI (MPASI) yang mulai diberikan pada anak usia 7 bulan. Gizi yang diberikan juga bertahap, dan disesuaikan dengan kebutuhan gizi anak, karena kebutuhan gizi anak usia 0-6 bulan berbeda dengan anak usia 7-11 bulan, juga berbeda dengan anak usia 1-3 tahun dan seterusnya. Beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan pada anak di berbagai usia, seperti:

  • Nutrisi untuk pertumbuhan otak, dibutuhkan dukungan nutrisi dari lemak baik, yaitu PUFA dengan ALA yang dapat diubah menjadi ARA juga LA yang dapat diubah menjadi DHA. Pertumbuhan otak akan dimulai dari minggu ketiga kehidupan dan akan terus berlanjut sampai mereka dewasa dengan masa kritis pada usia 2 tahun atau 1000 hari pertama kehidupan dan kebersamaan dengan faktor stimulasi, hal ini akan menjadi maksimal. 
  • Nutrisi untuk perlindungan, dalam hal ini peran probiotik dan prebiotik sangat penting untuk mempertahankan sistem imunitas yang 80% berada pada saluran cerna. Taukah Anda, bahwa tubuh kita ini didominasi dengan bakteri, di mana jumlah bakteri sepuluh kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan jumlah sel di tubuh kita. Bifidobacteria dan Lactobacillus adalah contoh strain probiotik yang dapat membantu menjaga dan melindungi daya tahan tubuh.

Selain dua nutrisi di atas, ada juga nutrisi yang tak kalah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, seperti:
  • Energi yang bermanfaat untuk menunjang proses pertumbuhan dan perkembangan anak 
  • Protein untuk membentuk sel-sel baru untuk proses pertumbuhan organ dan perkembangan otak anak 
  • Lemak sebagai pendukung proses tumbuh kembang sel-sel saraf otak 
  • Vitamin A bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata, kelembutan kulit dan pertumbuhan optimal anak 
  • Vitamin C untuk pembentukan tulang rawan, meningkatkan daya tahan tubuh dan penyerapan kalsium 
  • Dan Iodium untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh dan bermanfaat juga sebagai pencegah kretin.
Dokter Tati juga menjelaskan tentang dampak dari kekurangan atau kelebihan gizi yaitu terganggunya tumbuh kembang anak, kemudian beliau memberikan tips praktis yang dapat diberikan, adalah:
  •  Monitor ukuran antropometik anak untuk menentukan kecukupan gizi anak 
  •  ASI eksklusif sampai enam bulan 
  • MPASI kaya energi dan lengkap dengan gizi mulai usia enam bulan dilanjutkan sampai 24 bulan 
  •  Memastikan anak mendapatkan gizi mikro (Vitamin A, zat besi, dan seng) melalui makanan dan suplementasi 
  •  Mengupayakan kecukupan asupan asam lemak esensial, probiotik dan prebiotik untuk mendukung tumbuh kembang anak dan pencegahan penyakit 
  •  Mencuci tangan setelah BAB, sebelum menyiapkan hidangan dan sebelum memberikan makanan kepada anak 
  •  Lindungi anak dari gigitan nyamuk malaria 
  • Tetap memberikan makanan dan minuman termasuk ASI saat anak sakit.
Kemudian dr. Vinka Desria menambahkan, Nutrisi memiliki berbagai ragam fungsi, mulai dari fungsi sebagai pembakar yaitu sumber energi, sebagai zat perkembangan untuk mendukung pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan ubuh serta sebagai pengatur untuk mengatur proses tubuh.

Tetapi sayangnya di Indonesia masih terdapat masalah nutrisi. Satu dari sepuluh balita mengalami malnutrisi. Masalah ini tidak hanya sebatas anak kurus dan terlalu kurus, tetapi juga masalah kegemukan yang meningkat dan memiliki persentasi yang sama banyaknya. Hal ini juga disertai adanya hidden hunger yaitu terjadinya “kepalaran” yang tidak terlihat dari luar,  yaitu kekurangan zat gizi mikro seperti mineral dan vitamin. Masalah malnutrisi ini akan menyebabkan dampak kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.

Kemudian apa sih parameter yang menjadi patokan untuk perkembangan anak? berikut parameter yang berkembang pesat di awal kehidupan seseorang, yaitu:
  1. Sistem daya tahan tubuh anak yang masih rentan sampai usia 2 tahun. Dalam hal ini optimasi perlindungan saluran cerna, karena faktanya 80% sistem daya tahan tubuh terletak pada saluran cerna. Maka dari itu dibutuhkan nutrisi yang dapat mendukung untuk perlindungan saluran cerna yaitu serat pangan, misalnya inulin. Probiotik, seperti lactobacillus rhamnosus dan Bifidobacterium longum. Vitamin A, C, E serta mineral selenium dan Zink. 
  2. Perkembangan otak, dibutuhkan  nutrisi seperti minyak ikan, DHA, LA, ALA untuk membantu perkembangan otak serta fungsi penglihatan, kolin, Taurin yang berfungsi untuk perkembangan penghubungan sel-sel di otak 
  3. Pertumbuhan, pada anak usia 1 tahun, berat badan anak sudah mencapai 3x lipat berat badan lahir dan di usia 2 tahun tinggi badannya sudah mencapai 50% tinggi badan dewasa. Nutri yang dibutuhkan adalah protein dan kalsium.
Selain nutrisi, stimulasi juga sangat penting. Hasil riset menyatakan bahwa anak yang lebih banyak mendapatkan stimulasi memiliki perkembangan kognitif yang lebih baik. Berikut tips cara menstimulasi anak, yaitu:

  • Orang tua hendaknya memberikan contoh yang baik 
  •  Lakukan sejak dalam kandungan sampai remaja 
  •  Memberikan kasih sayang, dan memperhatikan minat anak 
  •  Memberikan kebebasan untuk mencoba dan mengulang 
  •  Memberikan pujian dan menghargai apa yang dilakukan anak
Sehingga memberikan nutrisi untuk mendukung perlindungan, otak dan pertumbuhan dan stimulasi yang baik dapat mengoptimalkan masa depan anak.

Pakar Psikologi, Ibu Ratih Ibrahim juga menambahkan pentingnya memberikan nutrisi dan stimulasi pada anak. kecukupan nutrisi penting karena sebagai penentu pertumbuhan yang sehat dan baik pada anak, membantu tumbuh kembang otak dan mencegah berbagai penyakit. Sedangkan memberikan attachment (kelekatan) kepada anak merupakan hal yang tak kalah penting juga, karena dapat membangun ikatan emosional timbal balik yang bertahan lama antara dua orang, terutama antara anak dan pengasuhnya (orang tua), di mana keduanya memiliki peran terhadap kualitas hubungan tersebut.

Stimulasi merupakan pemberian rangsangan dari lingkungan yang memancing respon tertentu (Kowaiski & Westen, 2005). Stimulasi dibutuhkan untuk mengembangkan seluruh aspek kecerdasan anak, meliputi kognisi, fisik dan psikososial. Selain itu, di era canggih ini, stimulasi digital juga bisa dijadikan sebagai alat bantu yang melengkapi proses belajar sehingga lebih optimal, efektif dan menyenangkan.

Diakhir diskusi, Ibu Ratih menambahkan juga bahwasanya Orang tua menjadi peran penting untuk anak, sebagai pembimbing anak supaya lebih terarah, orang tua juga bisa menjadi teman yang menemani buah hatinya belajar dan bereksplorasi, juga memberikan kasih sayang setiap saat kepada anak. 

Apa saja sih yang diperlukan calon orang tua?
Pertama, kesiapan fisik, yang meliputi healthy-ready dan nutrition-ready. Selanjutnya, calon orang tua juga perlu siap secara emosional (emosional-ready), finansial (financial-ready), psikososial (psycocosial-ready), edukasi (education-ready), dan gaya hidup (life-style-ready).

Dari tiga expert tersebut, saya dapat menarik kesimpulan bahwa sangatlah penting memberikan nutrisi dan stimulasi sejak dini kepada anak supaya generasi kita—anak-anak kita kelak- dapat menjadi generasi yang cerdas. Kepedulian terhadap pemberian nutrisi secara optimal ini bukan sejak anak lahir, melainkan sejak perencanaan kehamilan dan selama kehamilan.

Alhamdulillah, pengalaman saya sendiri saat merencanakan kehamilan, selama kehamilan dan setelah anak saya lahir ke dunia, saya sangat memperhatikan nutrisi. Ibarat kata, saya menanam dahulu kemudian kelak saya akan memanen. Noofa tumbuh dan berkembang dengan baik, dan harapan saya semoga menjadi anak yang cerdas, dan sholehah.


Setelah selesai acara diskusi, selanjutnya sesi tanya jawab. Alhamdulillah saya menjadi salah satu peserta beruntung yang bisa menjawab pertanyaan dari Ibu Ratih. Hadiah juga saya dapatkan dari beliau, berupa parcel berisi susu Dancow isi 800 gram dan satu tas untuk Noofa. Selesai sesi tanya jawab, dilanjutkan dengan demo memasak, ada tiga jenis masakan yang dipraktikkan di depan peserta, yaitu Tumis Daging Special, Puding Apel Ceria, dan Stik Tempe. Ketiga menu sehat untuk si kecil tersebut langsung didemokan oleh chef dan mbak Shahnaz, lhoo. Menyajikan ketiga menu tersebut dengan unik dan lucu, sehingga anak-anak suka dan tertarik untuk mencobanya.
 
foto milik twitter Dancow
Selama acara berlangsung, ada lomba livetweet share moment yang mana peserta memposting materi diskusi dari pemateri di media sosial, seperti facebook dan twitter. Dan  Alhamdulillah saya menjadi salah satu pemenang share moment di twitter. Saya dan beberapa teman blogger menjadi pemenang dan maju ke depan untuk menerima hadiah. Hadiahnya sama, paket dari Dancow. Alhamdulillah, rezeki Umi Sholehah :)

Acara ini berakhir sekitar jam 12 siang. Sebelum seluruh peserta pulang, semua peserta makan siang yang disediakan oleh panitia seminar, dimasak oleh para koki andal. Setelah itu, kami diberi goodibag yang isinya majalah Nakita dan satu dancow ukuran sedang.
 
foto numpang pake kameranya mak Winda Oetomo
Waahh, sudah panjang juga postingan saya ini. Baiklah, sebaiknya saya cukupkan sampai di sini dulu. Tips lain yang saya dapatkan dari acara Dancow Seminar Parenting akan saya bagikan di postingan selanjutnya. J Yuk, mulai sekarang, perhatikan nutrisi diri sendiri dan nutrisi anak, karena anak-anak kita adalah generasi penerus yang kelak akan melahirkan anak-anak cerdas di masa depan. 

Oiya, tambahan informasi, bila ingin mengetahui segala macam tentang tips parenting dari dancow, bisa langsung ke websitenya di www.dancow.co.id/dpc , atau bisa juga ke facebook di DANCOW Parenting Center, twitter @DancowCenter .  Anda juga bisa berkunjung ke www.tabloid-nakita.com , FB Tabloid Nakita dan Twitter @tabloidnakita .

No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung di Blog Cah Kesesi Ayutea ini, Silakan tulis komentar untuk postingan ini.. :)

Mohon maaf.. spammer atau komentar dengan menyertakan link hidup akan saya hapus .. :)