Skip to main content

Uang Subsidi KPR Tidak Cair? Kok Bisa???

Assalamu'alaikum,

Ada yang ngalamin juga nggak, udah ngangsur lama gitu selama hampir setahun, tapi uang subsidi dari pemerintah tidak jadi cair? Oke, postingan ini murni sharing saja ya, tidak ada niatan sedikitpun untuk gimana-gimana. Saya cuma mau berbagi saja, mungkin dengan menulis saya bisa lebih menerima dan legawa. 

Jadi 22 Maret 2018 saya akad kredit. Kata pihak pengembang, Uang subsidi pemerintah akan cair maksimal 4 bulan setelah akad kredit. Tapi ternyata, hingga bulan ini saya belum tahu ada kabar apapun mengenai uang subsidi ini.

Bulan September 2017, saya booked satu perumahan KPR bersubsidi di daerah Kajen, niat membeli perumahan itu karena selain resolusi pengen punya rumah sendiri juga karena jarak perumahan dengan kampus tempat saya mengajar hanya sekitar 2 kilo meter saja. Kelak, daerah kampus akan sangat ramai. Sekian tahun kemudian Kajen makin ramai. Pikir saya selain nekad, kalau nggak sekarang, kapan lagi? Udah nabung juga semakin ke depan harga segala macem akan naik juga. Yaudah, pakai jalan kredit saya dan suami bismillah. Semoga Allah meridhoi. 


Karena sudah lama banget, lebih dari 4 bulan nggak ada kabar, akhirnya hari ini tadi pagi saya telpon pihak Bank tempat saya mengajukan kredit. Salah satu bank syariah di Kota Tegal. Awal mula disambungkan teleponnya dengan bagian KPR, saya langsung SKSD karena suaranya emang suara mbak-mbak yang dulu mewawancara saya waktu pengajuan kredit. 

"Halo, Ibu. Assalamu"alaiakum.. dengan F ada yang bisa dibantu?"
"Halo, mbak F, saya Noorma.. Iya, nih, mbak saya mau tanya, kok sampai hari ini kabar uang subsidi perumahan yang saya ambil belum juga ada kabar ya, mbak?"
"Pengajuan atas nama siapa, Ibu?"
"Pengajuan atas nama Fauzul Andim, Mbak, itu nama suami saya"
"Oh, iya, bapak Fauzul Andim, ya?"

Kemudian mbak F menjelaskan dan menjabarkan alasan kenapa sampai hari ini uang subsidi KPR saya tidak cair juga. Jadi mbak F menjelaskan bahwa ada masalah dengan data milik suami saya. Katanya E-KTP suami saya tidak terdaftar di DukCapil setempat. Kok bisa? Saya sempat heran kenapa kok bisa E-KTP tidak terdaftar padahal selama ini bisa daftar CPNS, dan kami punya E-KTP juga udah lebih dari 5 tahun. Jauuuuhh sebelum saya mengajukan kredit KPR. 

Mbak F mencoba menjelaskan tentang masalah ini. Jadi pihak banknya katanya sudah mencarikan solusi untuk masalah kami. Katanya karena tidak adanya daftar e-ktp atas nama suami saya, akhirnya pihak kementrian menolak permohonan pengajuan KPR bersubsidi. 

Tahu nggak gimana perasaaan saya waktu tadi telponan? langsung lemeesss banget!!! :(

Kata mbak F, karena tidak terdaftarnya e-ktp suami saya, resikonya bisa sampai dicabutnya subsidi angsuran selama 15 tahun menjadi KPR non Subsidi. 

Saya langsung sesek nafas banget dong, karena kebayang kalau dicabut terus angsuran setiap bulannya akan makin mahal dan bunganya tidak lagi FLAT!

Selama ini angsuran sebesar 987.508 rupiah aja benar-benar harus selalu diperjuangkan. Udah dibantu pemerintah ALhamdulillah sekali. Saya merasa belum mampu mengangsur kredit non subsidi yang......... tahu sendiri lah ya... :)

Mbak F berusaha menenangkan saya tadi ditelpon, katanya berusaha untuk mengurus e-ktp atas nama Fauzul Andim di Capil, sekaligus menyertakan data terbaru ke kementerian juga.  Terima kasih untuk mbak F dan bank Syariah ini yang sudah bertanggung jawab dan membantu menyelesaikan masalah saya. Tapi... mbak F juga bilang, dengan masalah ini, kami belum bisa janjikan apa-apa terkait bantuan subsidi yang 4 juta itu. Lemes lagi sayanya. hiks.

Saya harus belajar ikhlas dan legowo banget, tapi lumayan stres juga. Karena apa? Uang subsidi tersebut sebenarnya ingin saya bayarkan untuk menutup hutang saya kepada salah satu saudara saya yang waktu riweuhnya ambil perumahan, dia dengan tulus menawarkan bantuan pinjaman uang ke saya. Lha kalau gak jadi cair??? Saya kan jadi bingung sendiri gini.. 4 juta lohh, itu kan lumayan banget buat saya. hiks

But, buat temen-temen yang akan ambil perumahan, mungkin ada baiknya mengecek e-ktp kita di capil ya, biar kita tahu udah terdaftar apa belum nama kita dan NIK kita di sana. Saya jadi bersangka begini, Apa karena suami saya bedol desa dari Blora ke Pekalongan, ya? Jadi di Pekalongan belum terdaftar? Tapi... nggak mungkin juga sih, Lha wong udah sejak sebelum nikah bedolnya, terus nikah langsung bikin KK Kab Pekalongan. Bikin E-Ktp juga di Kab Pekalogan, bahkan e-ktpnya juga diambil di Capil Kab Pekalongan. Terus kok bisa belum terdaftar?? Itu yang masih bingungnya...

Tapi,,, ya sudah lah, bila memang masih rezeki dapat uang bantuan subsidi dari pemerintah, saya akan sangat bersyukur sekali karena saya benar-benar membutuhkan uang tersebut. tapi bila memang belum rezekinya, ya mau gimana lagi.. belajar ikhlas dan tetap bersyukur.. dan yang terpenting kudu bisa hati-hati dan cek ricek dulu sebelum melakukan sesuatu.

Bismillah, semoga ada titik terang dan Allah kasih rezeki yang halal thoyyiban. 15 tahun angsuran lancar, malah semoga nggak sampai 15 tahun itu rumah bisa lunas. Aamiin

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi..  Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya i ni cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu a

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare. Gambar pinjem dari web iinformasitips