Skip to main content

Paxel: Antarkan Kebaikan




Assalamu’alaikum,

“Mbak.. Mas.. hari ini saya akan hadir di Gathering Blogger bersama Paxel di Semarang, mbak dan mas lanjut diskusi video-nya mandiri, ya” ucap saya di kelas.

Seketika setelah saya mengucap kalimat tersebut, suara gemuruh tawa dan bahagia terlihat jelas di wajah mereka, mahasiswa saya. Beberapa waktu lalu ada seorang mahasiswa yang nyeletuk kalau saya katanya masuk terus nggak pernah ijin. Hmm.. mereka itu ya, paling bisa ngerayunya. Kamis itu, 22 Nopember 2018. Saya ngajar kelas pagi full hingga setengah jam pertemuan kelas mereka sebelum saya ke stasiun. 

Tanpa mengurangi saya hormat saya kepada mereka, dan meminta ridhonya untuk melanjutkan diskusi mandiri di kelas, serta meminta ijin untuk mengakhiri perkuliahan lebih cepat supaya bisa ngejar kereta Kaligung jam 11.12 tujuan ke Semarang.

Sebelumnya, juah-jauh hari saya sudah sounding juga ke mahasiswa mengenai Gethering Blogger bersama Paxel ini. mereka juga banyak yang pengen ikut sebenarnya, tapi karena di Semarang, mereka bilangnya.. “Nunggu di Pekalongan ada aja ya, Bu” hahaha aamiinn, semoga, ya. :)

Awal Mula Paxel


Pertama kali saya mendengar penjelasan dari pak Djohari, owner dari pada Paxel ini. saya merasakan decap kagum. Beliau mulai bercerita tentang dirinya yang seorang mualaf di usia dewasa. Kemudian mengalami kejadian spiritual di jabal Rahmah yang kejadian di sana seperti dejavu dan terjadi dalam mimpi Pak Djo sewaktu SMP.


Berawal dari situ, pak Djo ingin hijrah. Ingin sisa hidupnya bermanfaat untuk banyak pihak dengan cara berbuat kebaikan. Sejak saat itu juga pak Djo banyak bermitra dengan beberapa pihak. Salah satunya bermitra dengan Rumah Harapan Indonesia, di mana pak Djo menjadi donatur tetap yang membiayai kontrakan Rumah Harapan Indonesia dan setiap bulannya juga memberikan sumbangan untuk biaya kehidupan pasien yang ada di Rumah Harapan Tersebut. 


Betapa mulianya hati pak Djo ini. Ketika bisnis tidak terlalu ngoyo. Bisnisnya justru melejit tinggi ketika Pak Djo juga ingat untuk tetap berbagi. Percaya dong dengan peribahasa “The More We Gave, The More We Get” . Pak Djo menerapkan hal tersebut dalam kehidupannya. Dan, Allah Maha Kaya, pak Djo benar-benar diangkat derajatnya karena kebaikannya.

Apa Itu Paxel

Paxel merupakan perusahaan logistik berbasis aplikasi dengan layanan unggulan same-day delivery service dan yang berbeda dengan logistik lain, paxel ini flat ongkos kirimnya. Yang paling asyik, sistem pelayanan door to door-nya, di mana paket akan dijemput di alamat pengirim dan diantarkan kepada penerima paket pada hari yang sama atau servis layanan 8 jam. 

Ada sebutan unik di PAXEL loh, yaitu Happiness Hero, seseorang kurir yang bertugas menjemput dan mengantarkan paket ke tujuan. Harapannya mereka dapat mengantarkan kebaikan dan membawa kebahagiaan untuk semua orang, baik yang mengirim paket, mau pun yang menerima paket.

Pak Djo tergerak di paxel ini karena hobi pak Djo yang memang bisnis di bidang logistik. Di mana Pak Djo sendiri ingin membantu Indonesia dalam hal logistik. Di Indonesia sendiri biaya pengiriman barang masih terbilang mahal, untuk itu pak Djo membuka paxel ini untuk meringan biaya logistik tanpa menjatuhkan brand lain.

Apa sih Kelebihan Paxel?


Meskipun dibilang baru di bidang logistik ini, paxel memiliki banyak kelebihan, antara lain :
  • No Cancel
Tidak ada Happiness Hero yang akan meng-cancel setiap paketan yang akan dikirim pelanggan secara sepihak. Hanya saja, apabila barang yang dikirim tidak memenuhi aturan yang ada di paxel, Happiness Hero akan berusaha mengkomunikasikan kepada pelanggan. Karena kan memang nggak semua barang dapat dikirim kan?
  • Preferred Time Slot for Pick Up
Yang dimaksud dengan Preferred Time Slot for Pick Up adalah pengirim bisa memilih waktu penjemputan dan pengiriman barang. Hal ini dikarenakan konsep kirim paket di paxel adalah Urban Shipment, di mana terkadang si pengirim atau si penerima tidak sedang berada di tempat alamat tujuan.
  • Flat Price
Biaya yang flat atau sama yang diberlakukan di paxel ini. Biaya pengiriman barang ditentukan dalam bentuk dimensi panjang, lebar dan tinggi. Jadi bukan dari berat barangnya, ya. oiya, di paxel ini ada berat maximumnya loh. Yaitu 10 kilogram.
  • No Distance Limit
Happiness Hero akan mengantarkan barang hingga ke depan pintu penerima selama masih dalam jangkauan paxel. Namun, untuk saat ini layanan paxel masih terbatas di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Bekasi, Semarang, Solo, dan Yogyakarta, namun tidak menutup kemungkinan ke depannya paxel akan mulai beroperasi di kota Surabaya, Bali dan Palembang, Pekalongan, atau setiap kota di Indonesia. 
  • Money Back Guarantee
Jangan khawatir, ada garansi dari PAXEL, yaitu jaminan uang kembali apabila barang yang dikirim tidak sampai pada waktu yang telah ditentukan. Mengembalikannya bukan dalam cash money, tapi dalam bentuk saldo yang ada di aplikasi.
  • Free Insurance up to 10 Million IDR
PAXEL memberikan jaminan hingga 10 juta rupiah apabila ada barang yang rusak maupun hilang, dengan catatan barang atau paket yang dikirmkan tersebut sudah diasuransikan. Biaya asuransinya juga nggak mahal, kok. lebih baik diasuransikan dari apa menyesal kemudian. hehe


Oiya, Paxel ini bekerjasama dengan Omiyago Indonesia dan Kolase juga loh. Karena Omiyago ini bisnis kuliner, maka cocok sekali dengan paxel yang ada pelayanan sehari sampainya. dan di acara Blogger Gathering kemaren, Omiyago menjadi salah satu sponsornya. Keren deh ah!

Pengalaman saya mengirim paket dengan PAXEL

Saya sudah dua kali mencoba mengirim paket via paxel. Yang pertama mengirim makanan, dan yang kedua mengirimkan mercandise. Keduanya dijemput di jam terakhir, yaitu malam. Sedangkan barang akan dikirimkan keesokan harinya. 

Yang unik di sini adalah, karena paxel ini berbasis aplikasi. Jadi saya posisi di Pekalongan. Pengen roti maryam buatan mba Muna Sungkar, temen blogger yang juga bisnis kuliner. Karena posisi saya di Pekalongan, dan Pekalongan sendiri belum menjadi kota jangkauan paxel. Akhirnya saya nitip Kiki, tetangga saya yang ngekos di Ngaliyan. Kebetulan waktu saya tanya di kosannya ada freezer dan dia besok mau pulang ke Pekalongan. Hmm.. angin segar banget kan itu? Wkwkwk


Saya buka aplikasi paxel, saya bikin pengiriman. Kemudian saya masukkan alamat mba Muna sebagai alamat penjemputan kiriman, dan saya masukkan alamat kosan Kiki sebagai alamat tujuan. Alhamdulillah, ternyata bisa!. Baru kali ini saya dimanjakan jasa logistik yang model begini. Haha

Karena basis aplikasi, jadi saya bisa memantau paketan saya udah sampai mana. Setelah sampai di tujuan, saya juga bisa melihat siapa yang menerima paket saya. karena Kiki tidak sedang di kos. Yang menerima paketan ibu Kosannya. Namanya bu Watik. Dan fotonya pun ada di aplikasi. Seneng banget rasanya, seakan saya ikut mengantar paketnya. Hehe

Sayangnya waktu saya mau kirim paket beli dari Cibitung, paxel belum menjangkau daerah sana. hiks. Harapanya paxel segera melebarkan sayapnya menjangkau setiap kota. Aamin

Oiya, kalau kamu hobi kirim-kirim barang, dan ingin mencoba mengirim barang dengan paxel. Yuk ah, cuss instal aplikasinya GRATIS melalui PlayStore. Setelah membuka aplikasi, kamu bisa mendapatkan saldo awal 100k dan jangan lupa untuk memasukkan kode referensi “NoormaFmz" ya. ketik saja NoormaFmz tanpa tanda petik, ya. dan Selamat Menikmati Menggunakan PAxel, karena Paxel siap Mengantarkan Kebaikan.

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

USAHA MIKRO; TETAP BERTAHAN DI TENGAH PANDEMI BERSAMA PIP

Kurang lebih 6 bulan masyarakat Indonesia berperang melawan pandemi Covid-19, dan hingga saat ini perang tersebut belum ada indikasi berakhir. Pandemi Covid-19 di Indonesia yang diketahui sejak awal bulan Maret 2020 harus memaksa sebagian besar masyarakat Indonesia untuk membatasi aktivitasnya agar penularan dapat dicegah. Dampak dari pembatasan tersebut mengakibatkan berbagai sektor terkena imbas akibat terhentinya aktivitas masyarakat. Di antara sektor yang paling parah terkena dampak Covid 19 adalah sektor ekonomi. Bukan hanya dalam skala makro, pandemi Covid-19 ini pun menghantam sektor mikro, bahkan tak tanggung-tanggung para pedagang kecil dan pelaku UMKM juga terkena imbasnya. Bahkan tidak sedikit dari mereka harus gulung tikar dan tidak dapat melanjutkan usahanya karena mengalami banyak kerugian, mulai dari turunnya pendapatan, hingga tidak lakunya barang-barang hasil produksi mereka.  Jika kita mau menengok lebih dalam lagi, UMKM di Indonesia sangat banyak jumlahnya, usaha ini

Mencetak Kemasan Makanan di Uprint untuk Usaha Snack

Halo, Assalamu’alaikum.. Apa kabar, Februari udah berjalan satu pekan, nih, dan di beberapa mini market udah mulai banyak bertebaran promosi coklat dan segala macam yang berhubungan dengan valentine. Saya sendiri sih enggak pernah merayakan hari Valentine secara khusus, ya. karena menurut saya semua hari sama saja, saya selalu memberikan rasa sayang dan cinta kepada pasangan... pun dengan sesama, eaaa... Kamu pernah ngeh nggak kalau kemasan masakan untuk coklat, kue, permen menjelang Valentine itu lucu-lucu. Saya sih selalu ngeh, bahkan beberapa kali pernah kepincut dan membeli coklat karena suka dengan kemasannya. Kalau Valentine begini mah kebanyakan kemasan warna pink gitu, ya. Tapi ada juga beberapa coklat yang kemasannya selain warna pink. Ngomongin masalah kemasan. Saya jadi ingat teman saya yang buka usaha kuliner snack/jajanan. Tapi dia bingung soal design kemasannya. Namanya usaha kuliner begitu kan hal yang pertama dipikirkan tentu soal personal bran