Skip to main content

Travelling Bersama NonameTravel

“Selamat Ulang tahun, Umi..”

Ucap suamiku lirih sembari mencium pipi kanan yang masih agak nyeri pasca operasi gigi impaksi Senin lalu. Lembut rambut jenggot halus menggelitik pipi.  Ku buka mata ini perlahan, dan kaget karena tepat di depan mataku ada wajah suamiku.

“Kadonya mana?” ucapku manja..

Dibelainya lembut rambut pendekku, “Umi pengen apa?” tanyanya penasaran.

“Makasih ya, di usia Umi yang ke 31 tahun ini sudah memberiku dua anak wedhok yang lucu dan pinter, semoga Umi selalu diberi kesabaran ketika mendidik anak-anak kita, selalu jadi istri yang mengerti suami, dan bisa diajak susah senang bareng”.

Belum juga aku jawab kado apa yang ingin aku dapatkan di ulang tahun aku tahun ini, eh suami sudah banyak ucap terima kasih saja. Aku yang mendengar ucapan demi ucapan itu hanya bisa terpaku haru. Duuhh yaa, suamiku ini emang sayang beneran sama aku, ya. Hahaha

Nggak diragukan lah ya kalau masalah sayangnya sama aku. Dia sosok suami yang selalu memberiku yang terbaik, menasihatiku kala aku salah, mengingatkan aku kala aku lupa. Suami yang sigap dan bertanggung jawab.

Sebenarnya aku nggak pengen kado apa-apa sih, tapi kok ya kemaren sempet pengen punya sepatu baru gara-gara sepatu ngajarku rusak karena beberapa waktu lalu kebanjiran ketika ngampus. Tapi... entah kenapa jadi mangkel kalau inget masalah sepatu, jadi pernah kan ya suami ngasih surprise aku membelikan sepatu. Nggak ada yang salah sih bahkan nomornya sudah betul (38), tapi ternyata sepatunya itu besar banget. Ukuran kakinya nggak pas, belinya online di temen guru suamiku, awalnya kesepakatan boleh tuker kalau nggak pas, tapi waktu aku bilang nggak pas dan kebesaran, eh dia ngilang sampai sekarang, bahkan ketemu di rapat KKG saja, dia sengaja menghindar dari suamiku. Lucu tapi mangkel. Walhasil sepatunya masih nganggur sampai sekarang, sudah setahun pula itu! Huuft. Ada yang mau?

“Aku pengen ke Dieng, Bi!” ucapku antusias.

Aku ke Dieng terakhir jaman SMA. Udah belasan tahun lalu. Sebenarnya sudah sejak dua tahun lalu pengen banget ke sana. Cuma jadi ngerasa khayal banget kalau ke sana bareng suami dan anak-anak. nggak kebayang rempongnya. Apalagi Dieng kan dingin. Takut anak-anak kurang nyaman, bukannya liburan malah nanti jadi beban pikiran.

Dua tahun lalu, aku pernah diajakin mahasiswaku. Tour bareng-bareng di hari terakhir acara Dieng Culture Festival, rame-rame bareng mahasiswa gitu. Meski suami ngijinin, tapi nggak mungkin juga aku ikut karena kondisi hamil muda dan sering pingsan juga karena darah rendah. Nggak mau nanti malah merepotkan. hiks

Nah, tahun 2018 ini kayaknya tahun yang pas. Noofa dan Nooha sudah besar dan bisa diajak jalan-jalan meskipun jarak jauh. Aku sih berkaca pada mbak Muna Sungkar yang malah sudah ngajak bayi belum genap setahun pergi traveling. Predikat MomTraveler emang sudah melekat banget sih, ya. Sedangkan aku? Aahh, pasti bisa! Hahaha

FLYER NONAME TRAVEL ke DIENG

Event Dieng Culture Festival selalu digelar setiap tahunnya di Banjarnegara, Jawa Tengah. Dan tahun ini menjadi tahun ke 9 dan akan digelar pada awal bulan Agustus 2018 nanti. Banyak yang bilang kalau event DCF ini adalah event paling romantis di Indonesia, karena event ini menggabungkan 3 acara, yaitu festival musik, budaya, dan wisata. Suasana Dieng yang dingin tak menjadi halangan untuk datang ke event fenomenal ini, justru dengan berkumpulkan ribuan manusia, suasana dingin Dieng menjadi terasa hangat. Cucok!

Mendengar alasan-alasan aku pingin ke Dieng, suamiku tu kaya mikir, kira-kira bisa nggak ya ngabulin permintaan istrinya yang kurang piknik ini? Aku semacam ada bisikan gaib gitu di telinga sebelah kanan. Kaya ada yang bisik-bisik kalau suamiku sebenarnya pengen banget ngabulin pergi ke Dieng, tapi karena nggak punya kenalan dan nggak pernah punya pengalaman ke Dieng, takut di sana kesasar gitu, pie?

Seolah-olah tahu isi hati suami, aku langsung ngegass...
“Gimana kalau pake biro travel, Bi? Mbak Windy bisa tuh. Ke Diengnya bareng NonameTravel aja”

Pergi-pergi ke suatu tempat yang kita enggak tahu sebelumnya emang paling aman dan nyaman menggunakan jasa biro travel. Karena dengan biro/agen travel segala kebutuhan kita sudah terorganize dengan baik. Paling tidak, dengan biro kita tahu apa saja yang harus dipersiapkan saat akan pergi traveling. Dari awal keberangkatan hingga pulang semua sudah ada rinciannya.

Bangkok, salah satu TRIP yang akan datang di NONAME TRAVEL bulan Juli nanti :)
Tapi, kita harus pandai-pandai memilih biro travel yang aman dan bener-bener amanah ya. Alih-alih pengen umroh dengan biaya murah, ehh malah uang digelapkan, kita nggak jadi umroh, rugi, dan malu!. *gosssiipp banget deh ah!

Biro travel sekarang bejibun banget! Banyak yang narawin ini ono ini ono. Tapi supaya lebih aman, kita kudu pintar menentukan mau dengan biro travel mana kita bakal jalan. Aku punya teman yang expert di bidang travelling. Mbak Windy namanya. Mbak Windy adalah owner dari NonameTravel. Hmmm... Pernah nonton vlog aku yang di AFFA coffee Kajen, belum? Nah, itu kantornya NonameTravel. Jadi mbak Windy kan pecinta kopi, dia bikin konsep kedai Kopi sebagai kantor NonameTravel, dengan begitu calon customernya bisa ngopi sembari nanya-nanya seputar traveling.

Biro travel NonameTravel sudah sering ngadain trip, loh.  Baik tujuan domestik maupun mancanegara. Kebetulan banget, tahun ini NonameTravel punya seat untuk Event Dieng Culture Festival. Ndilalah kok ya pas banget gitu ya. Pas noname ada seat, pas aku pengen ke Dieng beudh!

Oiya, aku punya tips memilih biro travel nih. Biar kamu nggak nyesel karena kena tipu dan nggak jadi berangkat.

  1. Pilih biro travel yang terpercaya. Di sini kamu kudu ngerti di mana kantornya, siapa nama ownernya, nomor hpnya, bila perlu... kenal juga sama keluarganya dan rumahnya, hihi
  2. Cari tahu dari testimoni pelanggan. Kalau kita tahu testimoni dari pelanggan, setidaknya kita tahu bagaimana jasa travel itu dalam bekerja. Biasanya testimoni pelanggan adalah testimoni jujur.
  3. Cek track record biro travel tersebut. Ini jelas ya. Salah satu yang bisa dilihat sih dari dokumentasi.
  4. Lihat harga yang ditawarkan dalam setiap trip. Tanya-tanya deh apa saja yang ditawarkan dari biro travelnya. Jangan terpancing harga murah tapi ternyata tipu-tipu. Paling tidak, kamu bisa nanya-nanya sama traveler yang pengalaman supaya kamu tahu estimasi biaya yang akan kamu keluarkan.
  5. Jangan mau bayar dulu kalau belum jelas berangkat. Nahh, ini nih. Biro yang bener-bener baik pasti nggak bakalan minta uang saja, habis itu kabur bak ditelan bumi.
  6. Pilih NonameTravel sebagai patner biro perjalanan kamu. Insya Allah amanah. Dan di setiap perjalanan by NonameTravel sudah termasuk dokumentasi yes. Jadi, kamu nggak usah galau bin bingung kalau nggak bisa futu-futu, karena tinggal bilang saja sama mas Agus (kameramennya NonameTravel). Ntar mas Agus langsung cekrek!

 

Karena rencana ke Dieng bulan Agustus nanti. Mumpung masih bulan Mei, jadi ada waktu untuk nabung. Dan aku nggak mau kalau perginya hanya sama keluarga aku doang. Kamu, iya, kamu kudu wajib ikutan juga. Masa iya nggak pengen lihat lampion terbang? Jadi rela kado ulang tahunnya ditunda sampai Agustus? hmm.. Yaa,, Nggakpapa sih, asalkan Travellingnya Bersama NonameTravel :)

For Your Information:

Noname Travel

IG @nonametravel_ 
FB: hestegnoname

Office: 
#Nonametravel (AFFA Coffee)
Jl.Mandurorejo Komplek Ruko Kapugu No 6 
Kajen,Pekalongan
Jateng
HP : +62 858-9191-7230

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi..  Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya i ni cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu a

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare. Gambar pinjem dari web iinformasitips