Skip to main content

Rengginang Bu'e




Bisnis Rumahan Impianku


Bismillah,
Assalamu’alaikum teman-teman. Apa kabar? Akhir bulan lalu sampai September ini sedang banyak yang sakit, ya. Anak-anak dan suami saya juga demikian. Saya harus semangat walaupun saat ini alarm tubuh udah memberikan isyarat kepada saya untuk bedrest. Batuk, pilek, dan demam. Rasanya lemas dan tulang terasa linu. Biasanya kalau udah kaya gini typhus saya kambuh. Hiks. Doakan segera sehat kembali, ya. Aamiin.

Tetep harus semangat biar penyakitnya nggak betah di tubuh kita. Hempaaasss.. huussss.... sanaaaahh... hahhaa.. berasa jadi Syahrini yang lagi usir cantik itu para jamaah penyakit. Hihihi

Dear, teman-teman. Pernah ngerasa kangen sama mertua nggak? Punya ibu mertua baik itu seneng banget, ya. Sampai-sampai saya kangen banget gini. Ibu mertua dan bapak mertua saya tahun ini melaksanakan ibadah haji. ini tinggal nunggu waktu pulang, insya Allah pulang tanggal 17 September. Jadi sekitar 1 minggu lagi. doakan yaa teman-teman supaya Ibu mertua saya sehat selalu sampai nanti tiba di rumah Blora. Aamiin.

Ibu mertua saya selama ini yang ngajarin saya untuk kreatif perihal makanan. Salah satu contohnya ketika mau ada hajatan atau lebaran. Pokoknya kalau mau ada acara besar, keluarga Blora lebih suka bikin jajanan sendiri jauh-jauh hari untuk hari H. Banyak sekali jajanan yang bisa dibuat oleh Ibu mertua saya dibantu mbak ipar saya. Kalau saya di sana, otomatis saya juga bantu-bantu sekalia belajar cara membuatnya. Jajanan yang sampai sekarang saya tekuni belajarnya adalah membuat rengginang gurih. 

Rengginangnya beda dengan rengginang yang dibuat simbah saya di Kesesi. Kalau simbah saya (almarhum) membuat rengginang pasti dikasih bumbu rempah seperti ketumbar, kemiri, bawang putih, dan garam. Berbeda dengan Ibu mertua saya yang menurut saya simple tapi hasilnya endeus banget. Guriihh segurih-gurihnya. Karena rengginang yang dibuat Bu’e (begitu saya memanggilnya) hanya dengan santan dan garam untuk rasa original (asin). Dan diberi gula (bisa gula pasir atau gula jawa) untuk rasa manisnya.

Waktu lebaran Idul Fitri lalu, saya membuat rengginang rugih rasa trasi. Diajarin Bue caranya bikin dari mulai merendam beras ketan, mengukus, kemudian dikoleh atau diaduk-aduk sambil diguyuri santan dan air trasi. Setelah matang sempurna renggiang dicetak manual menggunakan tangan dan perasaan. Yups, menggunakan perasaan saja untuk mengira-ngira ukuran bulan rengginangnya sama.

Insya Allah sih ya, saya sudah bisa kalau disuruh membuat sendiri. tapi harus dibantu suami juga ding soalnya kalau mbuatnya banyak saya nggak kuat ngaduk beras ketan yang sudah setengah matang, beraaaaatttt uey. 
Bue Lagi bikin rengginang

Rencana, doakan semoga beneran terlaksana, rengginang resep Bue ini pengen banget saya kembangin menjadi bisnis rumahan saya. Hal pertama yang bikin saya yakin sih, ketika teman-teman dan saudara di Kesesi makan rengginang Bue ini semuanya pada suka dan minta resepnya. Hahaha. Jadi banyak lidah yang cocok dengan rasa gurih rengginang Bue.
Sayangnya sih harga beras ketan di Kesesi lebih mahal dari harga beras ketan di desa suami. 

Tapi kan agak kurang hemat kalau bawa beras ketan dari Blora, haha. Lha wong perjalanannya saja kurang lebih 7 jam. Belum bensinnya. Wkwkwk. Pokoknya ini lagi mikir gimana biar bisa dapat beras ketan dengan harga murah dulu. Rengginang di Blora satu kilo (belum digoreng) harganya kemaren masih dibawah 30rb rupiah. Itu jadi patokan saya. Mungkin nanti kalau jadi ngembangin bisnis rumahan, saya mau bikin merk “Rengginang Bu’e”.

Mau mendalami dulu, terus belajar sama yang sudah terjun ke dunia bisnis seperti tanya-tanya dengan Wahyu Widya ( http://www.awanhero.com ) dan BunSal ( http://www.muslifaaseani.com ). Mbak Wahyu dan Bunsal bersedia kan ngajarin saya tentang apa saja yang harus saya lakukan untuk mengembangkan bisnis rumahan impian saya ini?

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.