Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2016

Rumah Dijual di Jakarta dengan Harga Miring

Jakarta sebagai salah satu kota yang memang sangat terkenal di Indonesia dengan berbagai macam hal yang dimilikinya, hal ini dikarenakan Jakarta sebagai pusat Negara yang ada di Indonesia, menjadikan Jakarta tempat yang paling banyak dikunjungi oleh para pekerja, kemudian juga dengan pejabat serta berbagai macam kepentingan orang yang ada di sana.

Maka dari itu jika kita akan bicara mengenai populasi manusia pastinya kita juga membicarakan mengenai masalah tempat tinggal. Kita tahu bahwa tempat tinggal merupakan sebagai salah satu kebutuhan pokok dari setiap manusia yang ada di dunia ini, sehingga keberadaan rumah ini merupakan hal yang sangatlah penting sekali, terlebih untuk mereka yang sebagai pendatang di Jakarta.

Penjualan Rumah Setelah Lebaran Diprediksi Meningkat

Banyak pengembang yang sudah merasakan kenaikan penjualan setelah lebaran. Disebutkan, bahwa memang siklusnya masyarakat membeli rumah setelah lebaran. Konsumen pun saat ini seakan masih menunggu akan kebijakan-kebijakan di bidang properti seperti pelonggaran Loan To Value (LTV) hingga Tax Amnesty sebelum membeli properti. 
Di kelas apartemen sendiri penjualan telah meningkat hingga sebesar 60 persen. Masyarakat dinilai menahan diri untuk membeli properti sebelum bulan Ramadan. Mereka lebih memilih untuk menunggu tawaran-tawaran menarik dari pengembang. Tren ini diyakini dapat terus berlanjut hingga akhir tahun.
Pasca-lebaran, kepadatan kota Jakarta biasanya bertambah dan akan meningkat. Di tahun 2014, kepadatan penduduk meningkat hingga 30 persen karena arus balik pemudik yang membawa keluarga, saudara, atau rekannya ke Jakarta. Diyakini, kesempatan untuk mencari uang lebih besar di Jakarta sana.

Program Sejuta Rumah di Papua Telah Tembus 1.200 Unit

Program Sejuta Rumah yang menjadi andalan dalam program pembangunan rumah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga menyasar wilayah timur dari Indonesia. Kini, pembangunan rumah minimalis(sponsored post)  di Papua ditargetkan akan mencapai 6.500 unit rumah. Baik itu unit rumah murah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ataupun rumah di luar subsidi. Sebanyak 5.500 unit rumah dibangun dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau (FLPP) untuk MBR. Sementara 1.000 unit sisanya merupakan rumah yang tidak mendapatkan subsidi pemerintah atau rumah reguler.
Menurut data Real Estat Indonesia (REI), hingga kini, jumlah rumah yang sudah terbangun ada sebanyak 1.200 unit. Realisasi rumah terbangun tersebut berarti rumah sudah berpenghuni, sudah memiliki akta jual-beli tanah (AJB), serta sertifikat dan surat-surat lainnya.

Lima Kendala Ngeblog Paling Besar

Assalamu'alaikum, sahabat blogger!

Alhamdulillah bisa nyapa kembali di sini, setelah sekian hari vacum karena banyak kendala. Mulai dari leptop rusak sampe ke masalah intern yaitu turunnya semangat membuat saya berhenti sejenak, namun saya tak menamai ini sebagai hiatus, yaa, sahabat.

Sailor Moon

Tokoh fiktif yang paling saya sukai dan menginsipirasi sejak kecil itu Sailor Moon. Tahu kan? Itu loh, karakter kartun dari Jepang. Hehe. Entah kenapa yaa dulu waktu kecil suka banget sama Sailor moon, yang saya inget dan sadari sih karena sailor moon itu cantik, baik dan suka menolong. Dulu waktu kecil saya suka menirukan gayanya, apalagi saat dia bilang.. "Dengan kekuatan bulan......" iiihh sukaa deh!

Ternyata ini Alasan Kenapa Adik Saya Memilih Sekolah di SMK

Saya punya adik sepupu. Dia anak dari bulik saya. Sekarang dia kelas X, mau naik kelas XI. Dia bersekolah di SMK Muhammadiyah Kesesi. Sekolah yang baru berdiri tiga tahun. Adik saya adalah angkatan ke dua SMK MUSI (singkatan). Sebagai siswa sekolahan yang baru saja dibangun, ada suka dukanya. Biasanya kendala yang sering ditemukan di sekolah baru adalah kurangnya tenaga pendidik dan kurangnya fasilitas buku-buku. Namun sepertinya tidak berlaku di SMK Musi ini, karena nampaknya saat mulai didirikan, kesiapan SMK Musi ini cukup bagus, dari mulai pembangunan masjid, beberapa lokal kelas, kejuruan, jumlah guru per- mapel, dan lain sebagainya.

Menabung Uang THR

THR, atau yang lebih dikenal dengan Tunjangan Hari Raya. Sebenarnya ini adalah adat atau kebiasaan saat hari Raya. Tahun ini saya tidak mendapatkan uang THR, melainkan, THR yang saya terima beruba parcel yang berisi sembako.

Namun, Noofa, anak saya lah yang sekarang sudah mendapatkan THR. Haha. Maksudnya angpao hari Raya. Jumlah angpao yang didapatkan Noofa lebaran tahun ini tidak sebanyak jumlah di lebaran tahun lalu. Hehe. Tahun lalu bisa sampai sejuta lebih, tahun ini setengahnya. Alhamdulillah tetap bisa mendapatkan angpao dari saudara dan kerabat.

Setelah Lebaran, Ngapain?

Setelah Lebaran, ngapain?
1 Syawal kemaren memang menjadi 1 Syawal yang unforgetable bagi keluarga kami. Bapak seminggu sebelum 1 Syawal opname. Pulangnya sore menjelang malam takbiran, meskipun bukan APS, tapi kondisi masih lemas. Namanya juga habis sakit, tentu masih butuh banyak waktu untuk bedrest.

Lebaran tahun ini juga menjadi lebaran yang lumayan sepi di keluarga kami. Biasanya, setiap lebaran keluarga besar kami kumpul, yang dari Bekasi, yang dari Jaktim, dan yang dari Karawang pada pulang. Lain dengan lebaran tahun ini. Mungkin karena sudah banyak yang berkeluarga, jadi digilir jatah lebarannya, kebetulan secara bersamaan jatah lebaran mereka di sana, bukan di Pekalongan. Sama seperti saya setiap tahun tempat lebarannya beda-beda. Setelah berkeluarga, lebaran tahun lalu di Blora, dan tahun ini di Kesesi Pekalongan.

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1437 H

Alhamdulillah, saya masih bisa diberi kesempatan bertemu kembali dengan hari kemenangan, hari yang membahagiakan, hari Raya Iedul Fitri, hari Rayanya umat Muslim. Semua orang berhak berlebaran, namun.. Hanya Muslim/muslimah lah yang mendapatkan kemenangan Iedul Fitri.

Ramadhan sudah berlalu, dan saya sudah sangat rindu. Hutang puasa lima hari, segera diganti.


Teman-teman bloggers dan teman-teman yang kenal saya. Taqobbalallahu minnaa wa minkum.. Taqobbal yaa kariim.. Saya, Noorma beserta keluarga besar Bani M. Zain minta maaf apabila banyak salah, pernah menggores luka di hati teman-teman semua. Saya juga memaafkan kesalahan teman-teman. Insya Allah semoga bisa benar-benar kembali Fitri di hari yang fitri ini.

Salam ta'dzim untuk para guru dan dosen saya. Salam sayang untuk semua keluarga dan kerabat dekat. Salam hangat untuk semua sahabat dan teman-teman. Hari Raya itu bukan Hari RIYA (Maruli, 2016).