Skip to main content

Positif Demam Berdarah dan Typus

Sejak saya kecil, saya sudah mempunyai sakit typus yang sering kambuh apabila saya kecapekan dan telat makan. Dan, sejak saya mempunyai anak kecil, saya selalu bilang 'naudzubillah' anak saya sakit serupa. Tapi hancur hati saya hari ini, di mana setelah pengecekan laboratorium ke tiga, hasilnya sangat membuat hati saya hancur. Positif dbd dan typus.

Kenapa bisa keduanya dalam waktu bersamaan? Sebenarnya saya tidak cukup tegar untuk menuliskan ini, entahlah.. Curhat, karena saya memang sekarang lagi nggak tau musti gimana, kudu kuat itu pasti, tapi karena saya cengeng jadi cuma bisa nangis. Mungkin dengan nulis postingan ini langsung pake tablet, hati saya menjadi mendingan tenang.


Hasil lab ke tiga. Pertama hari Sabtu kemaren, Febris H1, semua hasil masih baik! Normal! Yah, karena kalau hari pertama panas, memang belum bisa dilihat penyakit spesifiknya. Saya pulang lagi dari IGD, padahal Noofa panasnya hingga 40°c. Dan itu baru pertama kali Noofa seperti itu. Tumbenan mendadak panas dan bawaanya lemes. Hari Sabtu, Minggu, dan Senin, semakin hari makin panas dan cenderung stabil panasnya tinggi terus. Kondisi Noofa juga terlihat lemes, nggak mau makan dan minumnya sedikit, cuma tiduurrrr ajaa setiap harinya. Tangannya minta dipegangin terus, dan beberapa kali mengigau. Untungnya tidak sampai step / kejang seperti yang orang lain bicarakan. Tapi gigi Noofa sempat yang berbunyi gitu lah, tangan juga sudah terasa kaku, tapi saya kembali melemaskan supaya Noofa tidak kenapa-napa.


Senin, hari ke empat febris, pagi, setelah subuh, saya minta ke rumah sakit karena Noofa panasnya nggak kunjung reda. Langsung ke IGD dan bilang minta opname, beruntung masih ada satu kamar VIP, yang lain penuh. Begitu langsung mendapatkan pertolongan, Noofa digrujug cairan infus. Karena dia sudah ada tanda dehidrasi, cairan infus dipercepat tetesannya sampai kira-kira 150 cc. Jangan tanya bagaimana perasaan saya waktu itu. Rasa bersalah yang teramat dalam karena saya gagal membujuk Noofa untuk minum dan makan. Ya Allah..

Opname di ruang Flamboyan, VIP kamar 2. Berasa rumah sendiri, sudah tiga kali ini Noofa bolak balik opname di ruang ini. Dengan penyakit yang berbeda-beda. Pertama infeksi pencernaan, kedua febris, dan ketiga ini DBD dan Typus.


Hasil lab hari ini keluar jam 12 siang tadi. Trombosit Noofa 86.000 yang seharusnya Normalnya 150.000-420.000, Leukositnya 4.650 dari normal seharusnya 6.000-17.000 . untung HBnya tetap bagus di angka 12. Bagaimana pun saya tetap terpukul sekali karena positif dbd dan typus.

Saya mencoba memberi dia angkak dan jambu biji. Minum pocari sweat, minum air putih, dan memaksa dia untuk makan. Penuh air mata, karena saya harus membangunkan paksa Noofa yang maunya tidur terus. Penuh dengan air mata dan kesabaran karena Noofa nggak mau makan dan dilepeh-lepehin terus. Penuh air mata karena Noofa kali ini benar-benar lemas tanpa semangat. Nggak mau jalan apalagi kok ketawa, sepi, sediih!!!

Sabarkan, sabarkan, kuatkan, kuatkan..

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.