Kenapa bisa keduanya dalam waktu bersamaan? Sebenarnya saya tidak cukup tegar untuk menuliskan ini, entahlah.. Curhat, karena saya memang sekarang lagi nggak tau musti gimana, kudu kuat itu pasti, tapi karena saya cengeng jadi cuma bisa nangis. Mungkin dengan nulis postingan ini langsung pake tablet, hati saya menjadi mendingan tenang.
Hasil lab ke tiga. Pertama hari Sabtu kemaren, Febris H1, semua hasil masih baik! Normal! Yah, karena kalau hari pertama panas, memang belum bisa dilihat penyakit spesifiknya. Saya pulang lagi dari IGD, padahal Noofa panasnya hingga 40°c. Dan itu baru pertama kali Noofa seperti itu. Tumbenan mendadak panas dan bawaanya lemes. Hari Sabtu, Minggu, dan Senin, semakin hari makin panas dan cenderung stabil panasnya tinggi terus. Kondisi Noofa juga terlihat lemes, nggak mau makan dan minumnya sedikit, cuma tiduurrrr ajaa setiap harinya. Tangannya minta dipegangin terus, dan beberapa kali mengigau. Untungnya tidak sampai step / kejang seperti yang orang lain bicarakan. Tapi gigi Noofa sempat yang berbunyi gitu lah, tangan juga sudah terasa kaku, tapi saya kembali melemaskan supaya Noofa tidak kenapa-napa.
Senin, hari ke empat febris, pagi, setelah subuh, saya minta ke rumah sakit karena Noofa panasnya nggak kunjung reda. Langsung ke IGD dan bilang minta opname, beruntung masih ada satu kamar VIP, yang lain penuh. Begitu langsung mendapatkan pertolongan, Noofa digrujug cairan infus. Karena dia sudah ada tanda dehidrasi, cairan infus dipercepat tetesannya sampai kira-kira 150 cc. Jangan tanya bagaimana perasaan saya waktu itu. Rasa bersalah yang teramat dalam karena saya gagal membujuk Noofa untuk minum dan makan. Ya Allah..
Opname di ruang Flamboyan, VIP kamar 2. Berasa rumah sendiri, sudah tiga kali ini Noofa bolak balik opname di ruang ini. Dengan penyakit yang berbeda-beda. Pertama infeksi pencernaan, kedua febris, dan ketiga ini DBD dan Typus.
Hasil lab hari ini keluar jam 12 siang tadi. Trombosit Noofa 86.000 yang seharusnya Normalnya 150.000-420.000, Leukositnya 4.650 dari normal seharusnya 6.000-17.000 . untung HBnya tetap bagus di angka 12. Bagaimana pun saya tetap terpukul sekali karena positif dbd dan typus.
Saya mencoba memberi dia angkak dan jambu biji. Minum pocari sweat, minum air putih, dan memaksa dia untuk makan. Penuh air mata, karena saya harus membangunkan paksa Noofa yang maunya tidur terus. Penuh dengan air mata dan kesabaran karena Noofa nggak mau makan dan dilepeh-lepehin terus. Penuh air mata karena Noofa kali ini benar-benar lemas tanpa semangat. Nggak mau jalan apalagi kok ketawa, sepi, sediih!!!
Sabarkan, sabarkan, kuatkan, kuatkan..
Post a Comment
Post a Comment