Skip to main content

Cara Menghadapi Anak Cerewet dan Banyak Tanya

Banyak sekali yang bilang Noofa cerewet, pinter ngomong dan terkadang pertanyaan dan pernyataannya membuat saya harus punya jeda untuk mikir sebelum menjawab. Bisa dibilang Noofa cepet ngomongnya, lebih cepet ngomong ketimbang tumbuh giginya. Hehe.. Gigi Noofa tumbuh di usia 13 bulan. :)))

Yes! Setiap anak itu unik. Walaupun dulu sempet worried karena anak tetangga sudah punya gigi di usia 6 bulan, dan Noofa belum sampe usia 13 bulan baru punya gigi satu tok, tapi saya sedikit lega karena Noofa bisa jalan dan ngomong. Yaa, ada yang duluan ada yang belakangan lah ya. FYI di usia Noofa yang sudah 3 tahun 5 bulan sekarang ini jumlah gigi Noofa sudah 20 gigi, hihihi


Oke, bicara tentang anak cerewet. Suka nggak si? Cerewet di sini banyak tanya. Kalau saya suka banget sama anak cerewet, di usia 3 th misalnya, banyak tanyanya Noofa berarti rasa ingin tahunya besar. Dengan banyaknya komunikasi, tentu kosakata Noofa bertambah tanpa atau dengan disadari. Dan itu juga menjadikan kita atau orang di sekitar bisa mengajak anak berkomunikasi dengan baik. Bisa ngerti apa keinginan anak ketika meminta sesuatu. Bicaranya juga sudah jelas, walau pun sekarang Noofa lagi manja dan ngomongnya suka dimenye-menyein gitu. Hehe..


Anak cerewet, banyak berceloteh, banyak tanya, tandanya anak berkembang dengan baik. Namun, tipe anak berbeda-beda, ada anak yang sudah lancar berbicara, tetapi malas berbicara, itu artinya si anak dapat memilah kapan dia mau berbicara, kapan tidak. Ada anak yang mengalami ledakan bahasa, di mana dia suka bertanya, bahkan yang ditanyakan biasanya pertanyaan yang sama dan ditanyakan berulang-ulang.

Menghadapi anak yang cerewet dan banyak tanya itu gampang-gampang susah. Hehe.. Sebagai orang tua saya kudu siap ditanya-tanyai Noofa, dan sebisa mungkin saya menjawab terus dengan jawaban benar dan bervariasi. Sehingga kosakata yang Noofa dengar tidak itu-itu saja. Misal, waktu saya main ke rumah tante saya, pas di sana tante saya lagi bikin kue kering. Kuenya sedang dimasukkan ke dalam cetakan kue satu persatu. Bentuk cetakannya berbeda-beda. Ada yang bentuk love, bentuk bintang, bulat-bulat, juga bentuk karakter kartun kaya hello kitty dan mikky mouse. Noofa langsung beraksi, dari mulai dia tanya "simbah lagi ngapain?" (tante saya berarti simbahnya Noofa), "lagi bikin apa?" "kue apa?" "itu pakai apa?" "itu namanya apa?" "kue buat apa?" dan masih banyak lagi. Yang paling bikin heboh yaa nggak cuma bertanya, tapi dia penasaran pengen ikutan bikin kue. Semua pertanyaan saya jawab dan saya juga membolehkan Noofa ikut membantu, dengan syarat harus hati-hati dan supaya tidak berantakan.

Anak cerewet memang bagus, tapi juga harus melihat tempat dan kondisi. Secerewet apapun anak, kita sebagai orang tua juga sebaiknya memberi pengertian kepada anak untuk diam atau menunda pertanyaannya. Misal, saat kita sedang bicara dengan orang lain, atau saat sedang berdoa / dzikir di mushola / masjid. Jangan sungkan-sungkan untuk menyuruh anak diam sebentar atau menunda ledakan bahasanya tersebut. Menasehati atau memberitahu ke anaknya juga dengan bahasa yang halus, jangan dibentak, hehe. Karena kalau dibentak bisa menjadi trauma pada anak yang berakibat si anak menjadi takut bicara.

Kenali anak kita, sebanyak apapun pertanyaan yang ditanya, jangan malas menjawabnya, kalau misalnya pertanyaannya diulang-ulang, yaa gak apa-apa. Kaya Noofa setiap hari tanya ke saya "Umi sayang sama Noofa nggak?" .. Setiap hari, sehari bisa lebih dari 10 kali tanya begitu. Selain jawaban "iyaa, Umi sayang sama Noofa", saya juga sering balik bertanya ke dia "Noofa sayang sama Umi nggak?" dari situ, akhirnya saya dan Noofa saling bertatap mata, saya dicium Noofa, dan saya memeluk Noofa. Umi sayang sama Noofa, bangeeettzzzz!!!!

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.