Skip to main content

Inilah 11 Alasan Saya Ikut BloggerCamp Indonesia di Purwokerto


foto ini dari HPnya Om Abi Hasantoso

Rasanya seperti mimpi saja, dua hari kemaren saya berada di Ketenger Baturaden Purwokerto untuk mengikuti acara Blogger Camp Indonesia 2015. Tahu-tahu saat ini saya sudah berada di Semarang dan siap balik ke Pekalongan untuk kembali beraktifitas seperti biasanya. Kenapa seperti mimpi? Karena saya memang belum pernah pergi jauh sendirian sejak menikah apalagi setelah mempunyai seorang anak. Sejak adanya teaser tentang Blogger Camp ini saya bilang ke suami bahwa saya kepengen ikutan. Akan tetapi banyak hal yang harus dipertimbangkan saat saya harus mengikuti acara tersebut, salah satunya adalah bagaimana Noofa nanti kalau ditinggal beberapa hari. Namun, karena suami pengertian banget dan melihat saya benar-benar kepengen bisa ikut acara bergengsi skala nasional itu, suami pun memberikan izin kepada saya untuk bisa berangkat ke Purwokerto. 

Kami pun berdiskusi mencari solusi untuk Noofa selama saya di Purwokerto, akhirnya kami sepakat, selama saya di Purwokerto, Noofa akan tinggal sementara bersama suami di Semarang. Dengan kata lain, Noofa terpaksa tidak bersekolah selama beberapa hari. 


Setelah izin suami tersebut, saya semangat untuk mendaftarkan diri di website blogger camp setelah pendaftaran dibuka. Untuk selanjutnya, saya izin ke Bapak dan Ibu saya, juga secara langsung memintakan ijin Noofa kepada ustadzahnya (wali kelas) untuk tidak masuk sekolah  dalam beberapa hari. Memang saya merasa semuanya berjalan dengan lancar sampai hari H di mana saya harus berangkat ke Purwokerto.


Ada sebelas alasan mengapa saya mengikuti acara blogger camp Indonesia di Purwokerto: 


  1. Saya mendaftarkan diri mengikuti blogger camp Indonesia di Purwokerto karena saya seorang blogger
  2. Blogger camp Indonesia ini diadakan untuk menyambut hari blogger Nasional.
  3. Purwokerto adalah kota yang paling dekat dibanding tiga kota lainnya yang menjadi tuan rumah acara camping ini; Jakarta, Surabaya, dan Makassar.
  4. Kepengen kopdar dengan Blogger lain dari berbagai kota.
  5. Blogger camp Indonesia ini menghadirkan pembicara yang saya kagumi, yaitu Mak Mira Sahid sebagai founder Kumpulan Emak-emak Blogger, Mbak Eva seorang blogger traveller yang datang mewakili orang brand, dan Mas Pradna Paramita salah seorang pendiri komunitas blogger di Banyumas.
  6. Bocoran peserta yang datang membuat saya kepengen ikut banget. Ada mbak Lidya, Mbak Anazkia, Idah Ceris, mbak Titi Esti dan peserta lain di sana yang sekiranya akan saya kenal setelah bertemu langsung.
  7. Pungky sebagai ketua panitianya. Ini sangat mempengaruhi banget karena dengan Pungky sebagai Panitia yang tinggal di Purwokerto, saya bisa transit di rumah Pungky dulu dan nggak khawatir kesasar karena saya pasti akan berangkat ke TKP bersama Pungky.
  8. Saya kangen banget dengan Purwokerto. Karena kota tersebut merupakan salah satu kota kenangan yang sudah lima tahun nggak saya kunjungi.
  9. Itung-itung melatih Noofa supaya mandiri, nggak nempel umine terus. Hihihi. Karena suami dan saya memang punya niatan untuk menyekolahkan Noofa di Pesantren.
  10. Meskipun hari aktif, saya bisa ikut blogger camp karena minggu ini adalah minggu Mid Semester di STAIN Pekalongan. Mahasiswa saya sudah saya berikan soal UTS dan dikerjakan di rumah masing-masing.
  11. Alasan yang terakhir adalah karena acara tersebut gratissss. hehehehe



Beberapa persiapan telah saya lakukan untuk mengikuti acara blogger camp tersebut. Salah satunya saya harus membeli sepatu kets karena saya memang belum punya sepatu model ini. Awalnya mau pinjem sepatu suami, tapi kata suami mendingan beli sepatu baru aja sesuai ukuran dan type yang saya sukai. Hehe..



Saat mendapat email dari panitia pusat kalau saya terpilih menjadi salah satu peserta blogger camp di Purwokerto, saya sangat seneng banget duonk, ya. Udah ngebayangin bagaimana serunya kumpul bareng teman-teman baru di sana, banyak ilmu yang bisa diambil dan dipraktikkan. And I was at Blogger Camp Indonesia because I am a blogger!

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . .

Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi. Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan?
Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya.
Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut karena pernah kejadian tet…

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi.. 
Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya ini cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu aku pencet…

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare.