Skip to main content

Langkah-langkah dan Tips membuat kartu NPWP

Assalamu’alaikum,

Kamis lalu saya pulang ke Pekalongan tapi di rumah hanya tiga hari. Liburan kali ini saya memilih untuk tinggal di Semarang karena tahun ajaran baru nanti Noofa mulai masuk sekolah, jadi biar puas dulu di Semarangnya, sebab kalau Noofa sudah aktif sekolah akan susah pergi ke Semarang.

Kesempatan pulang kemaren saya pergunakan untuk membuat Nomor Pokok Wajib Pajak atau biasa disingkat NPWP. Karena status saya sebagai ISTRI, maka kartu NPWP dengan nama saya bisa dibikin setelah kartu NPWP SUAMI. Sebenarnya, istri tidak mempunyai NPWP sendiri tidak apa-apa dan bisa menggunakan NPWP suami. Namun karena saya juga sangat membutuhkan NPWP dengan nama saya sendiri, dan dari hasil konsultasi dengan CS di kantor pajak kota Pekalongan, akhirnya saya bisa membuat kartu NPWP dengan nama saya sendiri, dengan syarat NPWP suami harus dibikin dulu.

Sebelum mengambil nomor antrian untuk bertemu CS pembuatan kartu NPWP. Saya tanya-tanya dulu dengan Ibu yang ada di depan mesin nomor antrian. Saya mengutarakan maksud  dan tujuan saya datang ke kantor pajak tersebut dan sekaligus minta solusi untuk permasalahan saya yaitu tentang pembuatan NPWP istri, sedangkan suami saya belum mempunyai NPWP. Keramahan Ibu penjaga nomor antrian tersebut dalam menjawab setiap pertanyaan membuat saya tidak canggung untuk bertanya-tanya lebih banyak seputar permasalahan NPWP.


Beliau pun menjawab satu persatu pertanyaan saya dengan jelas dan penuh senyum. Alhamdulillah saya paham, kemudian Ibu itu (saya lupa namanya) memberikan saya dua formulir yang harus diisi. Satu formulir untuk data suami dan satunya untuk saya. Setelah itu saya diminta untuk mengisinya sebelah kiri pintu masuk, di sana sudah disediakan meja dan kursi khusus untuk orang-orang yang datang ke kantor pajak dan mengisi formulir. Di sana ada sekitar lima meja dan belasan kursi yang tersedia. Di setiap meja ada dua pulpen yang disediakan dan diberi tali selayaknya pulpen yang ada di BANK.

Sambil dibantu pak Satpam, saya diminta menyertakan syarat-syaratnya, yaitu photocopy KTP dan photocopy Kartu Keluarga. Untungnya saya membawa masing-masing dua lembar. Karena satu FC KTP dan FC KK untuk satu formulir. Jadi satu persyaratan untuk suami dan satu untuk saya.

Setelah selesai mengisi data, saya ambil nomor antrian. Nggak lama kemudian saya dipanggil dan duduk di CS NPWP. Bikin NPWP sangat cepat, jika ditotal dari mulai mengisi formulir sampai kartu jadi, nggak ada lima menit. Saya datang awal, jam 8 pagi. Jadi kantor pajak masih sepi dan tidak banyak antrian.

Kartu pertama yang jadi adalah punya suami. Alhamdulillah. Tetapi, kartu saya belum bisa diproses, pasalnya harus ada jeda antara pembuatan kartu suami dan istri (satu Kartu Keluarga), jedanya kurang lebih antara 30 sampe 60 menit. Jadi, sembari menunggu kartu saya jadi, waktu itu saya tinggal dulu mencari sarapan, satu jam kemudian saya datang kembali ke kantor pajak tanpa mengambil nomor antrian lagi, kartu saya sudah siap dan tinggal ambil saja. Waahh.. Alhamdulillah Suami dan saya sudah punya NPWP. Semoga kartu ini bermanfaat.

Berikut ada tips dari saya jika ingin membuat NPWP di kantor pajak.

  1. Menyiapkan persyaratannya, seperti potocopy KTP dan potocopy KK. Bila perlu membawa yang asli.
  2. Datang ke kantor pajak sesuai alamat di KTP, ini berlaku untuk satu karsidenan. Karena saya asli dari Kesesi, Kabupaten Pekalongan, jadi saya membuat NPWP di KPP Pratama Pekalongan. Kantor pajak ini bisa untuk masyarakat sekarsidenan Pekalongan, seperti Tegal, Pemalang, Kab dan Kota Pekalongan, dan Batang.
  3. Datanglah lebih awal, jam 8 pagi misalnya. Karena selain pegawai pajaknya masih fresh dan seger-seger, juga tidak akan lama mengantri. 
  4. Konsultasikan dulu maksud dan tujuan pembuatan NPWP anda serta bertanyalah sejelas mungkin apa yang kurang anda ketahui tentang persoalan NPWP kepada petugas/pegawai pajak. 
  5. Bila perlu, bawalah alat tulis sendiri. Misal, sudah pagi-pagi kita datang dan ternyata banyak orang lain yang juga memilih datang pagi akhirnya sudah banyak mengantri. Membawa alat tulis sendiri sangat bermanfaat sekali saat diperlukan untuk mengisi formulir. Jadi kita tidak perlu mengantri menggunakan pulpen yang disediakan di meja kantor pajak. 
  6. Tersenyumlah. Ini penting juga, lho. kalau kita murah senyum, pegawai pajak yang menolong kita membuatkan kartu NPWP akan senang. Senyum juga termasuk beribadah, ya, kan? Apalagi sekarang ini bulan Ramadhan. Memperbanyak ibadah dan bersedekah, salah satunya dengan senyum. ^__^
  7. Kalau sudah punya NPWP jangan lupa taat pajak dengan cara laporan setiap setahun sekali, bulan Januari - 31 Maret.
Itulah pengalaman saya saat membuat kartu NPWP. Saya membuatnya dengan cara datang langsung ke kantor pajak, bukan dengan cara online. Menurut saya, datang langsung ke sana bisa lebih puas karena saya bisa langsung bertanya dan konsultasi dengan mas-mas pegawai pajak. Semoga bermanfaat ^__^

Comments

Popular posts from this blog

Granuloma Umbilikalis Pada Bayi

Assalamu’alaikum, sahabatku.. semoga selalu sehat, ya. Amin. . . Postingan kali ini saya mau bercerita tentang Granuloma Umbilikalis Pada Bayi . Ini tentang Nooha, anak kedua saya yang lahir pada tanggal 5 Januari 2017 yang lalu. Sampai hari ini usianya sudah 3 bulan 4 hari. Alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, dan ceria. Harapannya tentu seperti itu, bukan? Tetapi, ada sesuatu yang pernah membuat saya khawatir, yaitu masalah tali pusarnya. Dia puput usia 7 hari, tapi saya melihat pada pusarnya itu masih ada yang basah, jadi proses lepasnya puput itu seperti belum waktunya gitu. Dan benar saja setiap hari ada bekas seperti nanah pada kaos dalamnya. Kalo saya ibaratkan itu seperti lelehan lilin yang menempel di kaos. Baunya khas tapi tidak seperti bau nanah, enggak pesing, ataupun bau enggak enak lainnya. Setiap hari ada bekasnya di kaos, sesekali membesar berwarna merah, seperti daging tumbuh. Nanti meleleh lagi, terus seperti itu setiap hari. Saya takut k

Kartu ATM Bisa Kadaluarsa

Mungkin pembaca bingung dengan judul postinganku ini, Masa iya sih Kartu ATM bisa kadaluarsa atau expired? Jawabannya adalah IYA. Ini kisah nyata lhoo ya, bukan fiktif. Hihihi.. sebelum mulai bercerita, mau tanya dulu, kalian semua punya kartu ATM kan? Hehehe.. Iya deh iya.. percaya kalian semua punya, bahkan seperti halnya gadget, kalian juga pasti punya lebih dari satu ATM kan? Hihihi..  Oke, mulai ceritanya ya, sebenarnya i ni cerita sudah beberapa tahun yang lalu, jadi waktu itu aku belanja di Mini Market deket kontrakan, karena bawa uang cuma Rp50.000 dan khawatir kurang, aku meminta Aby untuk mengambil uang di ATM dulu, kebetulan ada mesin ATM di dalam mini market tersebut. Nggak lama Aby berdiri di depan mesin ATM itu. Aku kira sudah ambil uangnya, ternyata belum dan Aby bilang kalau Kartu ATMku sudah kadaluarsa. Aku kaget donk ya, kok bisa kedaluarsa? Serius? Dengan deg-degan dan penasaran, aku minta kartu ATMku dan menuju ke mesin ATM. Hmmmm...  ternyata benar, waktu a

Jenis Sabun untuk 7 Langkah Cuci Tangan

Di beberapa tempat dengan gerakan cuci tangan sebagai praktik umum yang biasa dilakukan sehari-hari, banyak terdapat air bersih serta sabun, sebagian besar masyarakat justru tidak menyadari hal penting 7 langkah cuci tangan dengan sabun. Sementara pada lingkungan kumuh atau padat, maka kebiasaan mencuci tangan dengan benar menggunakan sabun sebenarnya dapat membantu untuk menurunkan separuh dari jumlah penderita diare. Gambar pinjem dari web iinformasitips